Thursday, April 20, 2017

Mengungkap Manipulasi Berita Hoax di Internet




Judul                : Trust Me, I’m Lying
Penulis             : Ryan Holiday
Penerjemah      : Aswita Ratih Fitriani
Penerbit           : Change
Cetakan           : Pertama, 2016                                                  
Tebal               : 428 Halaman
ISBN               : 978-602-372-071-2 

     Kemajuan teknologi senantiasa memberikan dampak positif dan negatif. Tidak terkecuali kemajuan dunia internet apalagi dengan banyaknya media daring. Belakangan ini pembahasan mengenai berita hoax banyak dibahas di berbagai media baik elektronik maupun cetak. Melalui berita hoax seseorang bisa mempengaruhi persepsi publik melalui berita semu yang bahkan tidak masuk akal. Hal ini dilakukan untuk berbagai alasan baik itu untuk menarik jutaan orang agar mengunjungi blognya, kepentingan politik, menebarkan teror, bahkan bisa memecah belah suatu bangsa karena isinya yang provokatif.
      Buku Trust Me I’m Lying karya Ryan Holiday ini mengungkap rahasia hitam dan intrik-intrik yang digunakan di berbagai media sosial. Buku ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadinya di belakang layar dunia penulisan blog, humas, dan intrik-intrik online. Bagian pertama penulis menjelaskan mengapa blog itu penting, bagaimana mereka mengendalikan pemberitaan, dan bagaimana mereka dapat dimanipulasi. Blog punya peranan penting. Blog yang dimaksud di sini mengacu pada semua penerbitan online. Mulai dari akun Twitter, situs web surat kabar besar, video-video di Internet hingga blog grup yang memiliki ratusan penulis.  
       Sebuah blog memiliki kekuatan untuk mengendalikan hasil. Contohnya blog-blog politik butuh sesuatu untuk diberitakan karena lalulintas Internet meningkat selama pemilihan umum padahal realitasnya tidak selaras dengan hal ini karena saat pemilihan umum masih sangat jauh. Blog-blog politik menciptakan kandidat sejak dini. Mereka bergerak lebih awal daripada siklus pemilihan. Tidak peduli kandidat tersebut terpilih atau gagal blog-blog tetap mendapatkan keuntungan karena berita tersebut berhasil menghasilkan jutaan kunjungan, menjadi subjek dari puluhan berita di media cetak dan online, dan mengisi cukup banyak acara di televisi. Semua siklus ini berlaku juga untuk gosip selebriti, berita bisnis, dan topik manapun yang diliput oleh para blog.
      Selanjutnya adalah metode-metode yang digunakan untuk memanipulasi para bloger di level-level tertinggi, yang dibagi menjadi sembilan taktik sederhana. Beberapa diantaranya adalah memberitahu mereka apa yang ingin mereka dengar, memberikan mereka yang bisa menyebar, bukan yang bagus (hal. 104). Taktik lainnya adalah memilih judul tulisan yang tepat. Pembaca dan pendapatan tergantung pada kemampuan judul untuk memenangkan pertempuran ini. 
        Selain itu ekonomi blog bergantung pada kejadian-kejadian semu bahkan mereka diuntungkan oleh berita hoax. Karena sifat dasarnya yang direncanakan, diatur, dan dirancang untuk diliput. Berita hoax termasuk sejenis subsidi berita. Berita ini diberikan kepada blog-blog seperti segelas air yang diberikan kepada seseorang yang haus. Di saat tenggat waktu menjadi semakin ketat dan bahan pemberitaan menjadi semakin sedikit, kejadian palsu adalah yang benar-benar diperlukan oleh para blogger. Berita palsu biasanya jauh lebih menarik bagi kalangan penerbit daripada kejadian yang nyata.
       Pada titik-titik rentan inilah manipulasi menjadi semakin kuat dibandingkan kenyataan. Prosesnya sederhana saja, cukup dengan menciptakan sebuah kejadian semu atau berita hoax, lakukan tukar-tambah di rantai media, dapatkan tanggapan dan tindakan yang nyata. Meskipun berita tersebut semu namun respon masyarakat terhadap berita tersebut tidak semu melainkan perilaku aktual. 
         Di bagian kedua, penulis menunjukkan apa yang terjadi jika kita melakukan manipulasi media ini, bagaimana ini akan berbalik menyerang kita, dan konsekuensinya yang membahayakan bagi sistem kita yang sekarang. Manipulasi di media ini bisa untuk tujuan amal, bisa untuk menciptakan berita bohong yang lucu, atau bisa melakukannya untuk menciptakan kekerasan, kebencian, dan bahkan sesekali bisa untuk menimbulkan kematian.
      Akibatnya, kini fiksi dianggap sebagai realitas. Banyak orang menjual dan menipu dan masyarakat tidak menyadarinya. Emosi publik dipicu oleh berbagai simulasi isyarat baik kesalahan interpretasi yang tidak disengaja maupun yang disengaja. Publik membaca berita dan merasa bahwa berita itu penting, percaya bahwa berita itu nyata dan prinsip-prinsip pelaporannya benar-benar terjadi, padahal sebenarnya tidak. 
         Keberanian Ryan Holiday menyingkap rahasianya sebagai seorang manipulator media ini akan membuat para raksasa media online merasa sangat tidak nyaman. Melalui buku ini pembaca akan disadarkan bahwa berita yang ada di Internet belum tentu kebenarannya. Jadi yang ingin disampaikan penulis adalah pembaca jangan menerima mentah-mentah berita yang ada serta perlu menyaring berita yang ada sebelum membagikan berita tersebut pada orang lain.

 Dimuat di Harian Analisa Medan Edisi 19 April 2017

n 

Monday, April 3, 2017

Mengenal Ratusan Jenis Penyakit




Judul               : Ensiklopedia Penyakit
Penulis             : Prof. Dr. dr. Anies, M. Kes, PKK
Penerbit           : Kanisius
Cetakan           : Pertama, 2016                                                  
Tebal               : 538 Halaman
ISBN               : 978-979-21-4937-1 

     Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ensiklopedia berarti buku yang menghimpun keterangan atau uraian tertentu berbagai hal di bidang seni dan ilmu pengetahuan yang disusun menurut abjad atau menurut lingkungan ilmu. Buku jenis ini tidak banyak tersedia sehingga buku karya Profesor Anies ini menjadi salah satu dari sedikit buku-buku ensiklopedia yang ada saat ini terutama dalam ilmu kedokteran.
      Lebih dari 200 penyakit diuraikan dalam buku ini mulai dari abjad A sampai Z. Informasi tentang berbagai penyakit dapat dijumpai dalam buku ini mulai dari penyakit infeksi, kongenital, metabolisme maupun penyakit yang menyangkut sistem dan organ tubuh. Bahkan penyakit-penyakit langka dan unik yang tidak banyak diketahui orang bisa ditemukan dalam buku ini. 
     Pada abjad A terdapat penyakit ALS (Amytrophic Lateral Sclerosis) yang disebut juga penyakit Lou Gehrig’s. Penyakit ini mampu menyita perhatian banyak orang bahkan selebriti kelas dunia seperti Victoria Beckham, Justin Bieber dan pemain sepak bola Cristiano Ronaldo. Ketiga bintang dunia ini turut berpartisipasi mengkampanyekan penyakit ini. Tidak hanya para selebriti saja tetapi juga masyarakat biasa dari hampir seluruh dunia menunjukkan kepedulian mereka pada penderita ALS melalui aksi Ice Bucket Challenge.
      ALS sendiri merupakan penyakit di mana terjadi penurunan kemampuan saraf yang berlangsung progresif. Bisa dikatakan saraf yang mengontrol otot dalam tubuh mati. Semua otot gerak yang dikendalikan oleh otak pun terkena dampaknya. Penderitanya susah menelan, kehilangan suara, sulit bernapas, dan bahkan sampai mengalami kelumpuhan. Fisikawan terkenal seperti Stephen Hawking pun sampai terserang penyakit ini. 
    Selanjutnya pada abjad B terdapat penyakit unik yang tidak banyak diketahui orang, yaitu Bisinosis. Penyakit ini merupakan penyakit noninfeksi akibat paparan debu kapas. Penyakit ini umumnya diderita oleh buruh pabrik tekstil. Penyakit ini juga disebut dengan “rasa hari Senin” karena setiap hari Senin setelah libur akhir pekan para buruh pabrik tekstil mengalami perasaan yang berat dan sesak napas langsung menyerang (halaman 65).
     Penyakit lain yang tidak kalah unik adalah yang disebut penyakit Kawasaki. Siapa pun yang mendengar namanya pasti akan teringat dengan salah satu merek motor. Penyakit ini sering dianggap sebagai campak, infeksi virus, gondong atau alergi obat tertentu. Gejalanya memang seperti campak, gondong atau alergi obat. Dimulai dari demam tinggi, muncul bercak-bercak di badan, pembengkakan kelenjar getah bening dan nyeri sendi (halaman 278-280). 
      Penyakit kanker tidak ketinggalan dijelaskan dalam buku ini. Penyakit yang menjadi momok bagi setiap orang ini dijelaskan secara rinci oleh penulis mulai dari kanker endometrium, kanker usus besar, kolon, rektum, lambung, otak, pankreas, payudara, servik, prostat, testis dan penis. Lebih dari 10 jenis kanker dapat ditemui pembaca dalam buku ini. Penjelasan tentang penyakit ini memang menempati porsi terbanyak dibanding penyakit lainnya mengingat kanker bisa menyerang bagian tubuh mana pun dan organ tubuh apa pun.
     Berikutnya ada penyakit Stiven Johnson syindrome (SJS) yang merupakan penyakit alergi terhadap obat yang sangat parah. Reaksi alergi dipicu oleh penggunaan antibiotik yang mudah diresepkan. Selain itu juga bisa dipicu obat-obatan lain seperti anti kejang, analgesik (anti nyeri) termasuk obat-obatan yang dijual bebas tanpa resep dokter. 
      Buku ini tidak hanya memaparkan berbagai jenis penyakit secara detail tapi juga memaparkan tentang penyakit-penyakit yang pernah diderita oleh tokoh-tokoh luar biasa dunia. Sebut saja Putri Diana dan petinju kelas dunia Muhammad Ali. Putri Diana pernah mengidap penyakit Bulimia nervosa yang merupakan kelainan makan. Ia makan secara berlebihan kemudian mencoba mengeluarkan kembali apa yang baru saja dimakannya. Sementara Muhammad Ali pernah menderita penyakit Parkinson yang membuat kemampuan geraknya terbatas. Penyakit ini banyak diidap orang dewasa dan berusia lanjut.  
      Selain bisa menjadi bahan referensi bagi mahasiswa kedokteran, keperawatan, kebidanan maupun para praktisi kesehatan buku ini juga bisa menjadi sumber informasi berharga bagi orang awam seputar penyakit. Buku lengkap yang menjelaskan secara luas, lugas, dan rinci berbagai penyakit dari yang berawalan huruf A sampai Z seperti ini sulit ditemukan. Ilustrasi berupa gambar yang ada pun dapat memperjelas gambaran penyakit yang dijelaskan.



Dimuat di Koran Jakarta Edisi Selasa 4 April 2017

n

Friday, March 31, 2017

Mengungkap Identitas Pembunuh Berantai Abad 19



 
Judul               : Naming Jack The Ripper
Penulis            : Russell Edwards
Penerbit           : Matahari
Cetakan           : Pertama, 2016                                                  
Tebal               : 401 Halaman
ISBN               : 978-602-372-089-7 

     Jack The Ripper merupakan sebutan bagi seorang pembunuh berantai di London pada masa Victoria dan menjadi tokoh sentral dalam buku ini. Aksi Ripper adalah kejahatan terbesar dan paling menyedot perhatian dunia. Kasus ini belum terpecahkan hingga lebih dari seabad dari kejadian berlangsung. Jack The Ripper berhasil mengukir namanya dalam sukma warga Inggris dengan meneror jalan-jalan London.  Selama lebih dari 125 tahun dari kejadian pembunuhan tersebut, banyak teori dan spekulasi bermunculan tentang identitas Jack The Ripper.
      Sepanjang tahun 1888, terdapat tujuh kasus pembunuhan sadis yang terjadi di East End, London. Dari tujuh kasus tersebut hanya lima kasus yang secara resmi diakui sebagai korban Ripper. Dua pembunuhan pertama berdasarkan kronologi yang dikenal sebagai Pembunuhan Whitechapel umumnya dianggap bukan sebagai aksi Jack The Ripper. Nama Mary Ann tercatat dalam sejarah kasus ini karena diakui sebagai korban pertama Ripper. Pada tanggal 31 Agustus 1888, mayat Mary ditemukan di Buck’s Row dengan kondisi yang sangat mengenaskan karena penuh dengan tikaman dan sayatan. 
       Ketakutan telanjur melanda seluruh daerah East End apalagi sembilan hari kemudian mayat lain ditemukan. Mayat ini diketahui bernama Annie Chapman. Lagi-lagi jasad korban disiksa secara brutal. Hal ini mendorong masyarakat, pers, dan polisi mulai berspekulasi tentang seorang pembunuh gila yang bebas berkeliaran. Gaya pembunuhan Annie mirip dengan Mary Ann yang terjadi 8 hari sebelumnya. Dokter Philips, dokter yang memeriksa kondisi mayat menyatakan bahwa pembunuh memiliki sedikit pengetahuan medis dan anatomi karena orang tersebut mampu mengeluarkan organ panggul dengan satu ayunan pisau. Pembunuh Mary Ann dan Annie tidak tertangkap. Pembunuhan sadis yang disertai mutilasi brutal itu menimbulkan luapan kemarahan, frustasi, dan kepanikan di kalangan masyarakat East End.
     Pembunuhan berikutnya terjadi kurang dari tiga minggu setelah pembunuhan brutal Annie Chapman. Dua pekerja seks komersial dibunuh dalam selang waktu satu jam dan di dua lokasi berbeda. Kejadian ini dijuluki dalam hikayat Ripper sebagai “Pembunuhan Ganda” (halaman 95). Korban pertama yang ditemukan adalah Elizabeth Stride. Karena ada lebih banyak saksi atas kasus pembunuhan ini dibandingkan dengan pembunuhan Ripper lainnya, Elizabeth Stride menjadi bagian penting yang paling diperdebatkan selama bertahun-tahun. 
      Pada malam pembunuhan Elizabeth, diduga pelaku tidak puas melancarkan aksinya karena tidak memiliki kesempatan melakukan ritual mutilasi. Akibatnya korban berikutnya yang bernama Catherine Eddowes menjadi sasaran luapan keganasan pelaku. Pembunuhan Catherine menjadi kejahatan paling bengis dalam rangkaian ini, menjadi kunci untuk mengungkap identitas Jack The Ripper. Namun Catherine bukanlah korban terakhir karena korban Ripper yang kelima dan terakhir adalah Mary Jane Kelly. Lewat pembunuhan terakhir inilah pelaku benar-benar memuaskan dorongan sadisnya yang sinting, puncak dari semua fantasi yang dia kembangkan dari kompleksitas meningkat dari mutilasi-mutilasi sebelumnya.
       Selama lebih dari seabad, identitas Jack The Ripper menjadi teka-teki. Russell Edwards, seorang pengusaha yang berasal dari Birkenhead melakukan penelitian selama bertahun-tahun untuk mengungkap identitas pembunuh yang paling terkenal di dunia ini. Berbekal noda darah yang terdapat pada selendang berumur lebih dari seabad yang ditemukan di lokasi terbunuhnya Catherine Eddowes, Russell berusaha keras mengungkap identitas Jack The Ripper. Hal ini tidaklah mudah meskipun Russell sudah berkolaborasi dengan ilmuwan hebat dengan didukung taknik forensik modern. Russell berkali-kali menemukan jalan buntu. Namun kerja kerasnya pada akhirnya membuahkan hasil. 
       Ulasan mendetail mengenai kondisi korban-korban Ripper divisualisasikan dengan sangat baik oleh penulis dengan pelukisan yang jelas pada setiap korbannya diikuti dengan teori yang dipakai untuk membahasnya. Penjelasan yang cukup detail tentang kondisi korban pembunuhan Ripper mungkin akan membuat sebagian pembaca merasa mual saat membayangkannya.
      Membaca buku ini pembaca akan diajak menyusuri jalanan East End, London pada masa Victoria. Masa sebelum galeri, restoran dan bangunan-bangunan kantor serta apartemen berdiri dengan megahnya di sana. Sketsa area pemukiman di East End juga digambarkan dengan jelas dalam buku ini, baik pada era tahun 1880-an, zaman yang mengangkat kasus pembunuhan Ripper maupun era di mana wilayah ini menikmati kebangkitan sebagai tempat hang out yang trendi. 
         Buku ini sangat menarik untuk dibaca karena banyak hal baru terkait kasus pembunuhan Ripper yang diungkap dalam buku ini termasuk surat-surat yang bertuliskan atas nama Jack The Ripper. Buku ini menjadi bacaan yang menarik bagi peminat misteri kejahatan nyata dan orang yang penasaran dengan identitas sesungguhnya Jack The Ripper.


n 

Cinta dari Sudut Pandang Islam




Judul               : Doakan, Jangan Duakan
Penulis             : Rofiq Hudawiy
Penerbit           : Quanta
Cetakan           : Pertama, 2016                                                  
Tebal               : 107 Halaman
ISBN               : 978-602-02-9553-4

    “Cinta ibarat seekor burung yang cantik, meminta untuk ditangkap tapi menolak untuk disakiti,” begitu kata Khalil Gibran. Cinta tidak pernah tahu kepada siapa berlabuh, kapan dia akan tiba, cinta terjadi begitu saja bahkan hanya dengan sekejap memandang saja. Semua orang pernah merasakan cinta. Adakalanya mencintai dan dicintai. Bahkan Syekh Jalaludin Rumi mengatakan bahwa cinta adalah inti dari segala bentuk kehidupan di dunia. Cinta adalah salah satu sifat Allah SWT. Maka pada dasarnya cinta adalah suci, sakral, dan mulia. Sehingga harus dengan cara yang mulia pula seseorang dalam mencintai dan dicintai.
      Berbicara masalah cinta tidak akan pernah habisnya. Setiap orang punya cara dan sudut pandang tersendiri dalam melihat cinta. Cinta itu Allah yang punya. Itu yang harus dipahami untuk pertama kalinya ketika tiba-tiba cinta menyapa. Ini sepele memang, tapi pemahaman awal bahwa cinta itu Allah yang punya harus betul-betul ditanamkan dalam otak dan hati sebagai fondasi awal dalam membangun rumah cinta. Kalau fondasi tidak kuat tentu bangunannya akan mudah sekali hancur.
     Kebanyakan orang telah salah memulai dari awal ketika akan membangun fondasi bangunan bernama cinta. Mereka beranggapan bahwa orang yang dicintai adalah miliknya dan segalanya baginya. Ketika seseorang menganggap bahwa orang yang dicintai adalah segalanya maka saat yang dicintai hilang maka akan hilang semuanya tak tersisa. Saat semuanya hancur tak tersisa, perasaan pertama yang muncul adalah putus asa dan merasa tak ada artinya hidup di dunia. 
     Hal yang paling menarik dalam buku ini penulis menganalisis jatuh cinta dari sudut pandang kapita selekta hukum Islam yang di dalamnya terdapat pembahasan fikih cinta. Kenapa menarik? Karena jatuh cinta dianalisis dengan sudut pandang fikih cinta menggunakan Al-Quran sebagai solusi terlengkap dan utama setiap permasalahan yang ada dan pasti kita akan menemukan jawaban di dalamnya.
     Semua manusia di bumi dibekali rasa cinta oleh sang Pencipta, dengan rasa cinta itu dia menemukan seorang bernama kekasih untuk berbagi rasa, menyalurkan rasa, dan merawat rasa. Seperti dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan, cinta dan sakit hati selalu menjadi pasangan yang serasi. Berani jatuh cinta harus berani sakit hati. Begitu kata orang. Setiap hari berjuta orang jatuh cinta dan seketika itu juga berjuta lainnya sakit hati. Dari orang-orang yang sakit hati itulah kata mantan kekasih muncul dan terkenal, menjadikan kata mantan identik dengan makna yang menakutkan. 
     Islam adalah agama yang tidak mengenal konsep pacaran sebelum nikah. Tapi, tidak bisa buru-buru kita menafikan kata mantan dari remaja muslim sekarang di mana hampir semua aspek disyar’ikan hanya sebagai kedoknya saja. Pacaran syar’i? Balap liar syar’i? Kepopuleran islam mulai disalahgunakan. Dalam Islam sendiri dikenal proses taaruf untuk saling mengenal dan memahami satu sama lain, bukan pacaran seperti yang digunakan banyak remaja zaman sekarang.
      Jodoh itu memang kita yang mencari tapi Allah yang menyetujui. Allah adalah produser sekaligus sutradara yang mengatur skenario hidup manusia. Tetapi, sebagus apapun ceritanya kalau kita sebagai pemain utamanya tidak bermain dengan baik maka bagaimana jadinya? Allah masih memberikan kita peluang untuk berusaha untuk memainkan peran kita dengan baik dan sepenuh hati. Memang benar Allah telah menyiapkan jodoh yang terbaik untuk kita, tapi kita tetap harus berikhtiar menjemput jodoh kita dengan cara-cara yang dibolehkan dalam Islam. Jodoh dan cinta adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan karena Allah telah menciptakan laki-laki dan perempuan yang kelak akan dipersatukan oleh sebuah tali bernama pernikahan, dan simpul yang mengikat pernikahan adalah cinta. 
      Buku ke-5 karya Rofiq Hudawiy ini merupakan sebuah dakwah yang tidak menggurui dan mampu mengena di hati kalangan anak muda yang tengah dimabuk cinta. Seperti yang dikemukakan penulis bahwa cinta itu tidak boleh lebih dari tiga, tidak akan bisa lebih dari tiga, dan  tidak akan pernah lebih dari tiga. Cukup sepasang sejoli dan Allah serta doa dari keduanya. Doa adalah bahasa terindah dari rasa, dengan doa setiap orang bisa berbicara, bercerita, dan mengumbar rasa pada Yang Maha Kuasa.
       Melalui buku ini penulis mencoba menjawab permasalahan cinta melalui sudut pandang Islam dengan menggunakan beberapa kisah nyata. Sangat menarik karena buku ini ditulis dengan gaya anak muda sehingga tidak membosankan dan tidak terkesan mendakwahi.


n