Monday, July 24, 2017

Moro dan Perjuangan Memperoleh Keadilan

Dimuat di Harian Bhirawa Edisi 27 Mei 2017




Judul               : Moro
Penulis             : M. Asad Shahab
Penerbit           : Change
Cetakan           : Pertama, September 2016                                
Tebal               : xxxvi + 346 Halaman
ISBN               : 978-602-372-085-9

      Setiap bangsa pasti menginginkan kemerdekaan untuk hidup. Hal inilah yang diperjuangkan oleh bangsa Moro selama berpuluh-puluh tahun. Bangsa Moro adalah kaum pemeluk agama Islam yang menjadi minoritas di Filipina. Mereka memperjuangkan nilai-nilai keadilan bagi kaumnya, agar mereka dapat hidup mulia dan sejajar dengan kaum mayoritas.
     Di bawah kepemimpinan Ferdinand Marcos yang diktator, bangsa Moro mengalami perlakuan diskriminatif. Mereka terpaksa berperang sekuat tenaga demi memperjuangkan hak untuk memperoleh kedamaian, kebebasan menjalankan ritual agama yang mereka yakini, menjaga keutuhan tanah leluhur, tempat di mana mereka dilahirkan. Mereka ingin mencapai hak-hak kemanusiaan seperti yang diperoleh bangsa-bangsa lainnya di dunia.
    Nama Moro sendiri tidak asing bagi sebagian masyarakat Indonesia. Nama tersebut sempat mencuat dalam kasus penyanderaan beberapa Warga Negara Indonesia (WNI) di Filipina oleh kelompok ekstremis Abu Sayyaf pada 2016 lalu. Front Nasional Pembebasan Moro (MNLF) yang dipimpin oleh Nur Misuari disebut-sebut telah membantu pemerintah Indonesia dalam upaya pembebasan sandera di wilayah Filipina tersebut.
       Buku ini bukanlah buku sejarah biasa karena semua yang terdapat di dalamnya merupakan hasil penelitian lapangan M. Asad Shahab selama perjalanannya di kepulauan Moro pada tahun 1978. Wartawan tiga zaman ini melakukan berbagai penelitian lapangan menelusuri wilayah-wilayah berbahaya, berpindah-pindah dari satu pulau ke pulau yang lain, masuk ke hutan-hutan belantara menghampiri lokasi-lokasi perang paling mematikan, berkepanjangan, dan tidak pernah ada kata usai.
      Buku ini terbagi dua bagian, bagian pertama menyibak lembaran perjalanan penulis di beberapa pulau yang ditinggali oleh bangsa Moro, salah satunya di Pulau Mindanao. Pada tahun 1977, di pulau ini pernah terjadi berbagai peperangan paling mencekam, pertempuran itu melibatkan militer rezim diktator Ferdinand Marcos melawan milisi perlawanan bersenjata Front Nasional Pembebasan Moro. Selain itu juga terjadi peperangan Buluan yang menelan korban 500 umat muslim dalam suatu serangan mendadak, sangat brutal dan sangat menakutkan. Korban luka-luka mencapai 300 umat muslim, sebagiannya dirawat di rumah sakit darurat yang dibangun oleh Front Nasional Pembebasan Moro.
      Ini adalah salah satu dari perlakuan kejam rezim Ferdinand Marcos yang mengaku diri mereka sebagai manusia. Padahal saat itu Amerika melalui presidennya, Jimmy Carter, menyerukan kepada seluruh umat di dunia untuk menegakkan hak-hak asasi manusia kepada seluruh manusia. Sementara itu di tempat ini hak asasi manusia diinjak-injak, kehormatan manusia tercabik-cabik, bertindak secara brutal, berbuat dosa secara terang-terangan, dengan bentuk dan perilaku paling keji di seluruh dunia, diketahui dan didengar oleh semua negara beradap, di hadapan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Meskipun masalah tersebut menyita perhatian dunia Internasional dan berbagai surat kabar memberitakan krisis tersebut, namun tetap saja berbagai negara menolak berbicara secara resmi.
     Demikian dunia menyaksikan peperangan antara dua kekuatan yang tidak seimbang di segala sesuatunya, antara kekuatan Filipina yang menyerang dan kekuatan Front Pembebasan Moro yang defensif. Kekuatan Filipina memiliki segala fasilitas yang besar dan dilengkapi dengan senjata-senjata hebat dan modern. Sementara kekuatan Front Pembebasan Moro sebagai pihak yang defensif dan mempertahankan diri tidak memiliki apa-apapun dari apa yang telah dimiliki kekuatan Filipina tersebut (hlm. 90).
      Tentara Marcos melancarkan berbagai serangan mendadak melalui udara dengan melempari bom-bom dari pesawat ke kepulauan Moro. Namun, kekuatan pertahanan atau benteng yang dimiliki Front Pembebasan Moro selalu dalam kondisi siap mencegah dan menghalangi berbagai serangan tersebut. Kekuatan mereka mampu menghalau serangan yang bertubi-tubi serta beruntun yang dilancarkan oleh kekuatan Filipina. Meskipun dengan alat-alat yang seadanya, mereka tetap bisa membela diri dan mempertahankan eksistensi mereka.
      Buku yang hadir dengan gubahan sastra yang menarik ini memberikan kisah yang autentik tentang berbagai kesepakatan antara rezim Marcos dan Front Nasional Pembebasan Moro. Penulis telah menggali informasi menyangkut tipu daya dan kekejaman Marcos, sikap negara-negara Islam, dan mengenai operasi-operasi pembantaian umat muslim di Filipina Selatan. Tidak seperti buku sejarah umumnya, buku ini disusun berdasarkan fakta di lapangan, dengan bahasa yang lugas, menarik dan jujur. Buku ini mampu meluruskan polemik sejarah kemanusiaan di Filipina, mengungkap tabir perlakuan diskriminatif yang dilakukan oleh pemerintah Filipina di bawah kepemimpinan Ferdinand Marcos yang menghadirkan perlawanan bersenjata dari bangsa Moro. Isi dalam buku ini penting untuk pengetahuan akademisi yang akurat, utuh, dan objektif.

n

Friday, July 14, 2017

Menjadi Guru Kreatif Perlu Banyak Belajar



Judul : Gurunya Manusia
Penulis : Munif Chatib
Penerbit         : Kaifa
Cetakan         : September, 2016
Tebal : 260 Halaman
ISBN : 978-602-0851-45-7

       Liburan sekolah akan segera usai dan sebentar lagi tahun ajaran baru akan dimulai. Semua anak mulai dari tingkat SD sampai SMA akan kembali masuk sekolah. Di tahun ajaran baru bukan hanya murid saja yang harus bersemangat untuk menyambutnya tapi juga para guru. Buku berjudul Gurunya Manusia ini bisa dijadikan panduan bagi para guru dalam mengajar di tahun ajaran baru karena di dalamnya terdapat strategi mengajar yang bisa diterapkan oleh para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut.
     Jamak dijumpai di lapangan bahwa guru hanya menyampaikan materi saja di dalam kelas dan murid cenderung hanya menghafalkan materi yang sudah diajarkan saja. Proses pembelajaran bersifat kaku dan membosankan. Proses pembelajaran yang demikian itu tidak akan cukup mampu menghasilkan generasi penerus bangsa yang tangguh di masa depan. Guru adalah tokoh central dalam dunia pendidikan sehingga memiliki peran penting dalam kemajuan sebuah bangsa. Kemampuan akademis murid memang penting, namun tugas guru tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan akademis murid. Guru juga memiliki tugas menjadikan calon-calon penerus bangsa tumbuh menjadi manusia yang bernurani dan manusiawi.
       Melalui buku ini Munif Chatib menjelaskan bahwa ada empat kompetensi yang harus dimiliki dan diterapkan oleh guru. Pertama adalah kompetensi pedagogi di mana guru harus memiliki kemampuan untuk mengelola pelajaran siswa dengan kreatif. Guru harus memahami karakter siswa karena setiap anak istimewa dan memiliki karakternya sendiri. Selain itu kadar kemampuan siswa dalam menerima materi juga harus diperhatikan guru dalam merancang pembelajaran yang menyenangkan. 
        Kedua adalah kompetensi kepribadian di mana guru harus memiliki pribadi yang mantap, stabil, arif, dan bijaksana untuk menjadi teladan bagi para muridnya. Dalam sebuah pepatah jawa dipaparkan guru digugu lan ditiru sehingga mereka harus bisa memberikan teladan yang positif. Kompetensi ketiga yang harus dimiliki guru adalah profesional yang berarti guru harus menguasai materi secara mendalam sehingga bisa membimbing siswa sesuai kurikulum dan mengembangkan cara ajar yang kreatif dan inovatif. Yaitu menggabungkan sesuatu yang telah ada menjadi sesuatu yang belum pernah ada. Pembelajaran yang kreatif tentu akan mampu menciptakan ide-ide kreatif yang berkualitas. 
     Terakhir adalah kompetensi sosial, yaitu kemampuan guru dalam bergaul secara luas dalam bermasyarakat sehingga guru bisa bergaul secara baik terhadap murid-muridnya, tenaga pengajar lain, dan masyarakat luas. Semua kompetensi tersebut wajib dimiliki dan diterapkan oleh para guru. Ketika guru sudah memahami dengan benar tentang pentingnya empat kompetensi ini maka mereka akan menjadi sosok guru yang profesional, guru yang bisa menerapkan tugas dan fungsi guru dengan baik. 
    Selain harus memiliki keempat kompetensi tersebut, guru juga harus memahami tentang bagaimana agar guru tidak hanya menjadi guru profesional saja, tapi juga seorang guru yang menyenangkan yang bisa mengemong dan membuat semua murid merasa nyaman, tidak merasa terintimidasi. Terkadang guru bersikap menuntut dan menghakimi muridnya. Ketika murid belum memahami pelajaran yang diajarkan maka yang disalahkan adalah murid. Murid dianggap tidak memperhatikan apa yang disampaikan guru atau menganggapnya malas belajar. Hal tersebut tentu akan membuat murid merasa tidak percaya diri dan menganggap bahwa dirinya memang bodoh dan malas seperti yang dituduhkan kepadanya. 
      Ketika murid belum mendapatkan nilai atau hasil yang baik, sudah menjadi tugas guru untuk memotivasi agar mereka tetap optimis dan mau belajar. Bisa jadi murid belum paham karena metode yang diterapkan oleh guru dalam mengajar tidak sesuai dengan karakter siswa. Sekadar mencatat saja atau mungkin menghafal saja tentu sangat membosankan. Kembali lagi, setiap murid memiliki karakter berbeda, ada yang mudah belajar melalui visualisasi dan adapula yang mudah memahami melalui audio. Dalam mengajar, seyogyanya guru pandai mengambil hati murid, sehingga mereka tertarik dan bersemangat dalam belajar (hal. 81). 
       Strategi multiple intelegences, yaitu gaya mengajar guru yang disesuaikan dengan gaya belajar murid bisa diterapkan agar bisa mengenal karakter setiap murid lebih baik. Melalui strategi ini guru dapat menentukan metode apa yang akan diterapkan kepada anak didiknya tersebut. Momentum tahun ajaran baru merupakan saat yang tepat untuk memperbaiki metode mengajar guru dan cara belajar para murid sehingga mampu menumbuhkan semangat berbagi ilmu dan menuntut ilmu.


Dimuat di Koran Jakarta Edisi 14 Juli 2017


n

Sunday, June 25, 2017

Manajemen Waktu Merupakan Kunci Utama Kesuksesan




Judul               : Trik Juara Mengatur Waktu
Penulis            : Zivanna Letisha
Penerbit           : Gagas Media
Cetakan           : Pertama, 2016                                                  
Tebal               : 212 Halaman
ISBN               : 979-780-858-0

      Kemampuan mengelola waktu menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam hidup. Jatah waktu setiap orang di dunia ini sama, 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 30 hari sebulan, dan 365 hari setiap tahunnya. Dengan jumlah waktu yang sama namun bisa menghasilkan hasil yang berbeda. Ada pengusaha yang mampu membesarkan perusahaannya dalam 2 tahun tetapi juga ada orang yang dalam 2 tahun tidak mengalami kemajuan apapun. Ada mahasiswa yang mampu menyelesaikan pendidikan sarjanannya dalam 4 tahun namun ada juga yang butuh 6 tahun untuk menjadi sarjana. Dalam kondisi seperti inilah kreativitas dan keterampilan dalam mengelola waktu menjadi kuncinya. Manajemen waktu merupakan langkah utama untuk memulai mengidentifikasi bagaimana seseorang menghabiskan waktunya.
      Terkadang kita merasa seperti tidak punya cukup waktu untuk menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas sehingga hal ini menimbulkan rasa kewalahan. Untuk itu buku karya Zivanna Letisha, mantan Putri Indonesia tahun 2008 ini akan membahas secara komprehensif tentang bagaimana mengatur waktu agar lebih efektif. Orang-orang yang sukses baik dalam karir maupun kehidupan rumah tangganya tentu mereka mampu mengelola waktunya dengan baik.
       Menurut data dari Global Web Index, masyarakat dunia yang paling banyak menghabiskan waktu di dunia maya adalah negara-negara Asia Tenggara yaitu lebih dari 5 jam dalam sehari. Masyarakat Indonesia sendiri menghabiskan 2 sampai 3 jam di sosial media seperti Facebook dan Twitter. Dagfinn Aas, seorang peneliti tentang penggunaan waktu membagi waktu dalam 4 kategori dalam sehari. Pertama adalah contracted time, yaitu waktu yang sudah ditentukan dan berkaitan langsung dengan performa pekerjaan. Misalnya kita les selama 2 jam tiap 2 kali seminggu. Kedua commited time, yaitu waktu yang berhubungan dengan kewajiban seseorang pada keluarga dan kepentingan rumah tangga. Contohnya mengantar ibu ke pasar.
       Berikutnya adalah necessary time, waktu yang digunakan untuk kepentingan diri sendiri seperti makan, tidur, mandi, dan berolahraga. Necessary time ini biasanya memiliki porsi lebih banyak karena tidur ada di dalamnya. Terakhir adalah free time, waktu ini bukan berarti untuk digunakan bermalas-malasan. Waktu ini bisa dimanfaatkan untuk melakukan rencana yang sudah dibuat jauh-jauh hari.
      Adapun masalah yang sering dialami dalam mengatur waktu adalah lazy panda alias malas. Malas merupakan penyakit akut yang dialami oleh semua orang. Orang merasa malas karena dalam hidupnya ia belum menemukan apa yang benar-benar mereka ingin lakukan. Busy bee atau sibuk juga menjadi problem dalam mengelola waktu. Selain itu juga kebiasaan suka menunda-nunda pekerjaan sehingga pekerjaan menjadi keteteran.
       Penulis memberikan 3 cara mudah memulai untuk produktif. Pertama mengenal diri sendiri. Dengan mengenal diri sendiri maka akan tahu tujuan yang ingin diraih dan tahu apa yang harus dilakukan. Kedua, berani mengatakan “tidak” pada suatu hal yang bukan menjadi tujuan dan prioritasnya. Terakhir, bisa menentukan prioritas. Caranya dengan membiasakan membuat jadwal harian sehingga tahu apa yang akan dilakukan dalam satu hari itu. Dengan cara seperti ini maka mana yang menjadi prioritas dapat ditentukan.
        Dalam buku ini penulis juga memberikan “formula-formula rahasia” agar bisa produktif dalam waktu yang seminimal mungkin. Salah satunya adalah the champion hour. Berdasarkan penelitian dari Universitas Toronto, sebuah pekerjaan akan efektif bila dikerjakan selama 52 menit dan beristirahat selama 17 menit. Pada penelitian tersebut disebutkan bahwa 10% dari karyawan yang performa kerjanya paling baik di perusahaan ternyata yang tidak bekerja lembur. Mereka justru yang bekerja kurang dari waktu yang seharusnya, yaitu 8 jam dari jam 9 pagi sampai 5 sore (hal 181).
       Seperti quote dari Michael Altshuler yang merupakan seorang psikolog dunia pada halaman 60 buku ini “The bad news is time files. The good news is your’re the pilot”. Kita tidak hidup dalam jam dinding yang berpatokan pada angka. Real time yang akan berbicara lebih banyak, kesuksesan seseorang diukur dari seberapa besar efek yang diberikan atas tiap-tiap kegiatan yang dilakukan.
Buku ini bisa dijadikan panduan pembaca dalam mengelola waktu sehingga setiap menitnya menjadi lebih bermakna. Banyaknya data pendukung seperti dari berbagai hasil penelitian para ahli maupun survey yang penulis lakukan akan menjadi nilai tambah buku ini.


n

Tuesday, May 16, 2017

Mengatasi Tantangan Hidup dengan Tindakan Iman




Judul                : Unstoppable: Kuasa Menakjubkan Tindakan Iman
Penulis             : Nick Vujicic
Penerbit           : Gramedia
Cetakan           : Maret, 2016  
Tebal               : 277 Halaman
ISBN               : 978-602-03-0095-5


     Buku ini mengisahkan Nick Vujicic, pria asal Australia yang terlahir tanpa tangan dan kaki, namun akhirnya mampu menginspirasi jutaan orang, terutama yang mengalami senasib. Sejak lahir, Nick hanya memiliki sebuah telapak kaki kecil dekat pinggul kiri. Kondisi fisik ini sempat membuatnya ingin bunuh diri. Namun, karena cinta pada orang tua, dia mulai bangkit dari keterpurukan dan mampu menjadi motivator kelas dunia. Hingga kini, Nick telah berbicara di hadapan lebih dari tiga juta orang dari 24 negara di lima benua.
      Ini merupakan buku keduanya menyusul yang pertama berjudul Life Without Limits. Buku kedua mengisahkan Nick mengatasi berbagai rintangan dengan berfokus pada janji untuk mencapai tujuan spesifik menjadi berkat bagi orang lain. Ia percaya terlepas dari segala keputusasaan dan kesulitan, Tuhan selalu hadir.
     Nick menganggap kesuksesannya dari kekuatan yang tidak memiliki batas ketika iman mengambil tindakan. Tindakan iman bukan sekadar mengatakan “saya percaya”, tetapi harus meletakkannya dalam tindakan. Tindakan iman berasal dari kasih. Seperti kata Rasul Paulus, “Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang. Sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.”
     Nick menerapkan tindakan iman tatkala menghadapi krisis, tantangan, dan rasa sakit ekstrem. Ada tiga cara. Pertama, menyesuaikan diri secara internal untuk menata emosi. Ini akan membuat manusia bisa mengendalikan hidup sendiri dan dengan penuh pertimbangan menanggapinya selangkah demi selangkah.
    Langkah kedua, mengingatkan diri cara berjuang melewati kesulitan masa lalu hanya untuk bangkit lebih kuat dan lebih bijaksana. Ketiga melibatkan tindakan iman yang telah dimiliki secara eksternal dengan menjangkau ke luar. Ini bukan hanya untuk memperoleh bantuan dan dorongan semangat dari orang lain, tapi juga memberikannya. Ada kuasa penyembuhan dalam keduanya ini. Namun, salah satu cara terbaik mengenyahkan rasa sakit dari pengalaman masa lampau atau ketidaksempurnaan, menggantinya dengan ungkapan syukur (hal 41).       
   Para peneliti menemukan orang-orang yang berhasil mengatasi kemalangan fisik, bahkan bertumbuh dengan cara-cara yang positif, di antaranya menerima rasa sakit dan kekurangan serta menggantinya dengan rasa syukur. Ini akan berdampak positif. Mereka akan menjadi lebih kuat secara rohani.      
   Tokoh Alkitab yang dapat diteladani dalam pertumbuhan iman adalah Ayub yang penuh penderitaan. Allah mengambil seluruh miliknya, bukan hanya tanah dan harta, tetapi juga anak-anak serta kesehatannya. Meski demikian, Ayub tidak mengeluh. Dia bahkan tetap setia kepada Allah. Sebagai balasan, Allah akhirnya mengganti dua kali lipat seluruh milik yang telah hilang (hal 124).     
       Buku ini mengajak pembaca melihat ketidaksempurnaan fisik, Nick tetap mampu berfokus pada tujuan. Dia mampu memastikan diri sendiri untuk mewujudkan imannya. Berjalan melalui berbagai pintu kesempatan untuk membagikan kasih dan pengharapan yang telah ia temukan. Hidupnya kian diperkaya, dipenuhi sukacita, dan sempurna. Hidupnya dibangun di atas iman dan Alkitab yang merupakan sumber kekuatannya. Dengan iman yang membimbing, dia bisa menemukan keseimbangan pikiran, tubuh, hati, dan roh. Melalui buku ini, Nick ingin menginspirasi banyak orang dengan memberitahu tentang kasih dan pengharapan yang ia temukan dalam iman. Hasil tindakan iman tersebut sungguh luar biasa. 


  

Dimuat di Koran Jakarta Edisi 16 Mei 2017
    

N

Thursday, April 20, 2017

Mengungkap Manipulasi Berita Hoax di Internet




Judul                : Trust Me, I’m Lying
Penulis             : Ryan Holiday
Penerjemah      : Aswita Ratih Fitriani
Penerbit           : Change
Cetakan           : Pertama, 2016                                                  
Tebal               : 428 Halaman
ISBN               : 978-602-372-071-2 

     Kemajuan teknologi senantiasa memberikan dampak positif dan negatif. Tidak terkecuali kemajuan dunia internet apalagi dengan banyaknya media daring. Belakangan ini pembahasan mengenai berita hoax banyak dibahas di berbagai media baik elektronik maupun cetak. Melalui berita hoax seseorang bisa mempengaruhi persepsi publik melalui berita semu yang bahkan tidak masuk akal. Hal ini dilakukan untuk berbagai alasan baik itu untuk menarik jutaan orang agar mengunjungi blognya, kepentingan politik, menebarkan teror, bahkan bisa memecah belah suatu bangsa karena isinya yang provokatif.
      Buku Trust Me I’m Lying karya Ryan Holiday ini mengungkap rahasia hitam dan intrik-intrik yang digunakan di berbagai media sosial. Buku ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadinya di belakang layar dunia penulisan blog, humas, dan intrik-intrik online. Bagian pertama penulis menjelaskan mengapa blog itu penting, bagaimana mereka mengendalikan pemberitaan, dan bagaimana mereka dapat dimanipulasi. Blog punya peranan penting. Blog yang dimaksud di sini mengacu pada semua penerbitan online. Mulai dari akun Twitter, situs web surat kabar besar, video-video di Internet hingga blog grup yang memiliki ratusan penulis.  
       Sebuah blog memiliki kekuatan untuk mengendalikan hasil. Contohnya blog-blog politik butuh sesuatu untuk diberitakan karena lalulintas Internet meningkat selama pemilihan umum padahal realitasnya tidak selaras dengan hal ini karena saat pemilihan umum masih sangat jauh. Blog-blog politik menciptakan kandidat sejak dini. Mereka bergerak lebih awal daripada siklus pemilihan. Tidak peduli kandidat tersebut terpilih atau gagal blog-blog tetap mendapatkan keuntungan karena berita tersebut berhasil menghasilkan jutaan kunjungan, menjadi subjek dari puluhan berita di media cetak dan online, dan mengisi cukup banyak acara di televisi. Semua siklus ini berlaku juga untuk gosip selebriti, berita bisnis, dan topik manapun yang diliput oleh para blog.
      Selanjutnya adalah metode-metode yang digunakan untuk memanipulasi para bloger di level-level tertinggi, yang dibagi menjadi sembilan taktik sederhana. Beberapa diantaranya adalah memberitahu mereka apa yang ingin mereka dengar, memberikan mereka yang bisa menyebar, bukan yang bagus (hal. 104). Taktik lainnya adalah memilih judul tulisan yang tepat. Pembaca dan pendapatan tergantung pada kemampuan judul untuk memenangkan pertempuran ini. 
        Selain itu ekonomi blog bergantung pada kejadian-kejadian semu bahkan mereka diuntungkan oleh berita hoax. Karena sifat dasarnya yang direncanakan, diatur, dan dirancang untuk diliput. Berita hoax termasuk sejenis subsidi berita. Berita ini diberikan kepada blog-blog seperti segelas air yang diberikan kepada seseorang yang haus. Di saat tenggat waktu menjadi semakin ketat dan bahan pemberitaan menjadi semakin sedikit, kejadian palsu adalah yang benar-benar diperlukan oleh para blogger. Berita palsu biasanya jauh lebih menarik bagi kalangan penerbit daripada kejadian yang nyata.
       Pada titik-titik rentan inilah manipulasi menjadi semakin kuat dibandingkan kenyataan. Prosesnya sederhana saja, cukup dengan menciptakan sebuah kejadian semu atau berita hoax, lakukan tukar-tambah di rantai media, dapatkan tanggapan dan tindakan yang nyata. Meskipun berita tersebut semu namun respon masyarakat terhadap berita tersebut tidak semu melainkan perilaku aktual. 
         Di bagian kedua, penulis menunjukkan apa yang terjadi jika kita melakukan manipulasi media ini, bagaimana ini akan berbalik menyerang kita, dan konsekuensinya yang membahayakan bagi sistem kita yang sekarang. Manipulasi di media ini bisa untuk tujuan amal, bisa untuk menciptakan berita bohong yang lucu, atau bisa melakukannya untuk menciptakan kekerasan, kebencian, dan bahkan sesekali bisa untuk menimbulkan kematian.
      Akibatnya, kini fiksi dianggap sebagai realitas. Banyak orang menjual dan menipu dan masyarakat tidak menyadarinya. Emosi publik dipicu oleh berbagai simulasi isyarat baik kesalahan interpretasi yang tidak disengaja maupun yang disengaja. Publik membaca berita dan merasa bahwa berita itu penting, percaya bahwa berita itu nyata dan prinsip-prinsip pelaporannya benar-benar terjadi, padahal sebenarnya tidak. 
         Keberanian Ryan Holiday menyingkap rahasianya sebagai seorang manipulator media ini akan membuat para raksasa media online merasa sangat tidak nyaman. Melalui buku ini pembaca akan disadarkan bahwa berita yang ada di Internet belum tentu kebenarannya. Jadi yang ingin disampaikan penulis adalah pembaca jangan menerima mentah-mentah berita yang ada serta perlu menyaring berita yang ada sebelum membagikan berita tersebut pada orang lain.

 Dimuat di Harian Analisa Medan Edisi 19 April 2017

n 

Monday, April 3, 2017

Mengenal Ratusan Jenis Penyakit




Judul               : Ensiklopedia Penyakit
Penulis             : Prof. Dr. dr. Anies, M. Kes, PKK
Penerbit           : Kanisius
Cetakan           : Pertama, 2016                                                  
Tebal               : 538 Halaman
ISBN               : 978-979-21-4937-1 

     Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ensiklopedia berarti buku yang menghimpun keterangan atau uraian tertentu berbagai hal di bidang seni dan ilmu pengetahuan yang disusun menurut abjad atau menurut lingkungan ilmu. Buku jenis ini tidak banyak tersedia sehingga buku karya Profesor Anies ini menjadi salah satu dari sedikit buku-buku ensiklopedia yang ada saat ini terutama dalam ilmu kedokteran.
      Lebih dari 200 penyakit diuraikan dalam buku ini mulai dari abjad A sampai Z. Informasi tentang berbagai penyakit dapat dijumpai dalam buku ini mulai dari penyakit infeksi, kongenital, metabolisme maupun penyakit yang menyangkut sistem dan organ tubuh. Bahkan penyakit-penyakit langka dan unik yang tidak banyak diketahui orang bisa ditemukan dalam buku ini. 
     Pada abjad A terdapat penyakit ALS (Amytrophic Lateral Sclerosis) yang disebut juga penyakit Lou Gehrig’s. Penyakit ini mampu menyita perhatian banyak orang bahkan selebriti kelas dunia seperti Victoria Beckham, Justin Bieber dan pemain sepak bola Cristiano Ronaldo. Ketiga bintang dunia ini turut berpartisipasi mengkampanyekan penyakit ini. Tidak hanya para selebriti saja tetapi juga masyarakat biasa dari hampir seluruh dunia menunjukkan kepedulian mereka pada penderita ALS melalui aksi Ice Bucket Challenge.
      ALS sendiri merupakan penyakit di mana terjadi penurunan kemampuan saraf yang berlangsung progresif. Bisa dikatakan saraf yang mengontrol otot dalam tubuh mati. Semua otot gerak yang dikendalikan oleh otak pun terkena dampaknya. Penderitanya susah menelan, kehilangan suara, sulit bernapas, dan bahkan sampai mengalami kelumpuhan. Fisikawan terkenal seperti Stephen Hawking pun sampai terserang penyakit ini. 
    Selanjutnya pada abjad B terdapat penyakit unik yang tidak banyak diketahui orang, yaitu Bisinosis. Penyakit ini merupakan penyakit noninfeksi akibat paparan debu kapas. Penyakit ini umumnya diderita oleh buruh pabrik tekstil. Penyakit ini juga disebut dengan “rasa hari Senin” karena setiap hari Senin setelah libur akhir pekan para buruh pabrik tekstil mengalami perasaan yang berat dan sesak napas langsung menyerang (halaman 65).
     Penyakit lain yang tidak kalah unik adalah yang disebut penyakit Kawasaki. Siapa pun yang mendengar namanya pasti akan teringat dengan salah satu merek motor. Penyakit ini sering dianggap sebagai campak, infeksi virus, gondong atau alergi obat tertentu. Gejalanya memang seperti campak, gondong atau alergi obat. Dimulai dari demam tinggi, muncul bercak-bercak di badan, pembengkakan kelenjar getah bening dan nyeri sendi (halaman 278-280). 
      Penyakit kanker tidak ketinggalan dijelaskan dalam buku ini. Penyakit yang menjadi momok bagi setiap orang ini dijelaskan secara rinci oleh penulis mulai dari kanker endometrium, kanker usus besar, kolon, rektum, lambung, otak, pankreas, payudara, servik, prostat, testis dan penis. Lebih dari 10 jenis kanker dapat ditemui pembaca dalam buku ini. Penjelasan tentang penyakit ini memang menempati porsi terbanyak dibanding penyakit lainnya mengingat kanker bisa menyerang bagian tubuh mana pun dan organ tubuh apa pun.
     Berikutnya ada penyakit Stiven Johnson syindrome (SJS) yang merupakan penyakit alergi terhadap obat yang sangat parah. Reaksi alergi dipicu oleh penggunaan antibiotik yang mudah diresepkan. Selain itu juga bisa dipicu obat-obatan lain seperti anti kejang, analgesik (anti nyeri) termasuk obat-obatan yang dijual bebas tanpa resep dokter. 
      Buku ini tidak hanya memaparkan berbagai jenis penyakit secara detail tapi juga memaparkan tentang penyakit-penyakit yang pernah diderita oleh tokoh-tokoh luar biasa dunia. Sebut saja Putri Diana dan petinju kelas dunia Muhammad Ali. Putri Diana pernah mengidap penyakit Bulimia nervosa yang merupakan kelainan makan. Ia makan secara berlebihan kemudian mencoba mengeluarkan kembali apa yang baru saja dimakannya. Sementara Muhammad Ali pernah menderita penyakit Parkinson yang membuat kemampuan geraknya terbatas. Penyakit ini banyak diidap orang dewasa dan berusia lanjut.  
      Selain bisa menjadi bahan referensi bagi mahasiswa kedokteran, keperawatan, kebidanan maupun para praktisi kesehatan buku ini juga bisa menjadi sumber informasi berharga bagi orang awam seputar penyakit. Buku lengkap yang menjelaskan secara luas, lugas, dan rinci berbagai penyakit dari yang berawalan huruf A sampai Z seperti ini sulit ditemukan. Ilustrasi berupa gambar yang ada pun dapat memperjelas gambaran penyakit yang dijelaskan.



Dimuat di Koran Jakarta Edisi Selasa 4 April 2017

n