Sunday, February 28, 2016

Membuat Es Hunkwe/Es Gabus Sendiri


     Es Hunkwe atau yang biasa dikenal es gabus oleh anak kelahiran tahun  90an ini sudah sulit untuk dijumpai sekarang. Es gabus ini memiliki cita rasa yang sangat unik. Waktu masih SD saya pikir es ini dibuat dari gabus karena diberi nama es gabus....he..he... 
       Karena saat ini es gabus sudah sulit dijumpai akhirnya saya dan teman saya Mbak Ambar berinisiatif membuatnya sendiri. Akhirnya kita pun berselancar di Youtube untuk melihat video tutorial membuat es gabus ini. Adapun bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat es gabus adalah:
  • 1 bgkus tepung hunkwe
  • 800-1 ltr santan
  • 1/2 sdt garam
  • 150 gr gula pasir/ selera
  • Pewarna sesuai selera

Cara Membuat Es Hunkwe (Es Gabus)


1. Dalam satu wadah aduk rata semua bahan. Bila menghendaki es gabus dengan beberapa warna maka jangan campurkan pewarna pada adonan . Adonan bisa dibagi dalam 2 bagian atau lebih dan tiap bagian diberi warna yang berbeda sesuai keinginan
2. Masak 1 bagian diatas api sampai mengental, angkat dari api lansung tuang di loyang, ratakan 
3. Masak bagian yang lain, tuang diatas adonan pertama, begitu seterusnya sampai habis 
4. Dinginkan hingga keras, keluarkan dari loyang


5. Potong dan bungkus



6. Simpan di freezer sampai beku

 
7.Es gabus pun siap dihidangkan 



Selamat mencoba ya........^.^

m

Friday, January 29, 2016

Menciptakan Kehidupan Sesuai Keinginan



Judul: Choose Your Life!
Penulis: Jim Huling
Penerjemah: Yanti Isnaeni
Penerbit: Dunamis Publishing
Tebal: xxv + 206 Halaman
ISBN: 978-602-18802-7-2

     Sering kita melihat orang sukses dalam karir namun gagal dalam hal lain seperti membina keluarga, mendidik anak, dan dalam membina hubungan pertemanan. Hal itu dikarenakan waktu mereka yang lebih banyak dialokasikan untuk bekerja namun sangat sedikit bahkan sampai tidak ada waktu untuk bersama keluarga atau teman.
     Choose Your Life, buku karya Jim Huling ini merupakan sebuah buku yang berusaha mengajak pembaca untuk mencapai keseimbangan dalam semua aspek kehidupan dan mencapai kehidupan yang memuaskan sesuai yang diinginkan. Buku ini merupakan rekam jejak perjalanan penulis sendiri yang berisi metode pribadi penulis yang telah dikembangkan selama hampir 30 tahun hidupnya.
      Buku ini terbagi menjadi empat bagian, bagian pertama dimulai dari anggapan bahwa pekerjaan adalah hal terpenting dalam hidup seseorang. Itu pula yang dipercayai Jim Huling di awal karirnya setelah berhasil menyelesaikan pendidikan. Hasrat untuk menciptakan karir yang hebat dan kehidupan yang hebat membuatnya bekerja sampai seratus jam seminggu dan bepergian dari hari Minggu sampai hari Jumat (halaman 4).  
    Beberapa tahun setelah menjalani kehidupan seperti itu, suatu malam Jim membaca buku berjudul The 7 Habits of Highly Effective People yang merupakan tulisan dari Dr. Stephen Covey yang menyadarkannya bahwa batasan kehidupan seseorang bukan dengan pekerjaan tetapi dengan hal-hal yang paling penting bagi seseorang itu sendiri. Suatu pesan yang sangat berbeda dengan kehidupan yang telah bertahun-tahun ia jalani.
     Jim mulai mencoba membuat daftar segala hal yang penting dari berbagai dimensi hidupnya, mulai dari menjadi suami bagi istrinya Donna, ayah bagi Scott dan Sarah, pemimpin bisnis, ahli beladiri, penulis, teman, dan banyak lagi. Semua life dimensions yang telah ia tulis kemudian diurutkan sesuai tingkat urutan pentingnya yang semakin menurun. Membuat urutan prioritas akan memaksa untuk memutuskan sesungguhnya seberapa penting masing-masing dimensi sehingga mampu mengenal diri sendiri dengan lebih mendalam dan kemudian membuat keputusan tentang yang mana yang akan diberikan lebih banyak waktu dan energi. 
   Choose Your Life mengandung dua arti penting. Pertama, seseorang harus memilih hidupnya sendiri dalam arti inilah hidupnya sendiri, bukan hidup orang lain yang  dijalaninya. Kedua, seseorang harus benar-benar memilih hidup yang benar-benar diinginkan (halaman 23).
    Cara satu-satunya yang terbaik untuk mengungkap segala yang diinginkan dalam dimensi kehidupan yang manapun adalah dengan membangun satu life vision. Setelah membuat life vision langkah selanjutnya adalah membuat daftar setiap karakteristik yang dikandungnya. Bila daftar karakteristik berhasil dibuat itu menunjukkan bahwa seseorang sudah siap untuk membuat life plan. Life plan inilah yang akan menjadi daya dorong yang akan membawa seseorang pada suatu kehidupan yang selalu didambakannya. 
    Untuk menciptakan hidup yang istimewa tentu membutuhkan perlengkapan yang berguna bagi perjalanan hidup, seperti bagaimana mengubah rasa takut menjadi sekutu, mengenali siapa yang patut dipercaya, dan mendengarkan suara hati. Perlengkapan-perlengkapan inilah yang dijelaskan Jim Huling pada bagian ke-2 buku ini. Pada bagian ke-3 menyajikan cerita-cerita praktis yang akan mengilhami dan menantang pembaca untuk tetap fokus pada visi dengan cara membuat pilihan dari hari ke hari untuk menjadikan nyata visi yang sudah dituliskan.
     Pada bagian terakhir penulis menyajikan kisah tentang mencipta kehidupan yang istimewa. Siapapun bisa menciptakan kehidupan yang istimewa. Dan ketika itu terjadi, maka akan muncul sukacita dan damai karena pada saat terahir bisa berkata,”Saya mendapat apa yang saya inginkan.” Buku setebal 206 halaman ini layak dibaca siapa saja yang ingin menciptakan kehidupan yang istimewa sesuai keinginan. 

Peresensi: Tanti Endarwati, Pecinta baca buku yang tinggal di Yogyakarta

Tuesday, December 15, 2015

Pilkada Aman di TPS 20 Gunungsaren

   Pada tanggal 9 Desember pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) digelar serentak di seluruh daerah di Indonesia termasuk di Desa Gunungsaren, Trimurti, Srandakan Kabupaten Bantul. Sejak Selasa (8/12) semua warga Desa Gunungsaren sudah mendapatkan surat undangan dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) guna turut andil memberikan suara pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bantul di TPS yang sudah ditunjuk.
    Pada pilkada tahun 2015 ini di Kabupaten Bantul ada 2 pasangan calon yang memperebutkan kursi bupati dan wakil bupati. Di nomor urut pertama ada pasangan Suharsono-Abdul Halim yang diusung Partai Gerindra, PKB, PKS, dan Demokrat sedangakan pada nomor urut 2 ada pasangan  Sri Surya Widati-Misbakhul Munir yang diusung PDIP dan Partai Nasdem.
    Di TPS 20 Desa Gunungsaren terdapat 343 orang yang terdaftar sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan mendapat undangan untuk menggunakan hak suaranya pada pilkada 2015 ini. Menjelang pukul 07.00 WIB beberapa warga sudah mulai berdatangan. Alasan harus segera berangkat kerja atau berdagang bagi sebagian orang membuat mereka datang lebih awal agar mereka tidak kehilangan kesempatan untuk memberikan suara mereka. Hal ini menunjukkan antusias mereka dalam memilih pasangan calon bupati dan wakil bupati yang akan memimpin Kabupaten Bantul 5 tahun mendatang.
    Proses pemungutan suara selesai pada pukul 13.00 WIB yang kemudian langsung dilanjutkan dengan proses penghitungan suara. Ada 4 saksi yang bertugas di TPS 20 ini yang mengawasi keseluruhan jalannya pilkada dari awal sampai akhir. Dua saksi dari kandidat nomor urut 1 dan dua saksi dari kandidat nomor urut 2.
     Seperti yang dikatakan Ambar selaku salah satu petugas KPPS di TPS 20 pada Kamis (10/12) bahwa dari 343 DPT ada 206 orang yang menggunakan hak suaranya dan terdapat 137 orang yang tidak menggunakan hak suaranya dan dari 206 orang yang menggunakan hak suaranya ada 195 surat suara yang sah dan ada 11 surat suara yang tidak sah. Kandidat nomor urut 2 unggul dengan perolehan 108 suara sedangkan nomor urut 1 mendapat 87 suara.
     Meskipun beberapa pemilih tampak antusias memberikan suara mereka namun angka golput pun cukup tinggi. Walau demikian secara keseluruhan pilkada 2015 di TPS 20 ini berjalan aman, jujur dan lancar sesuai harapan Supriyanto selaku Ketua KPPS di TPS 20 Desa Gunungsaren. Tidak ditemukan kecurangan di TPS 20 ini baik berupa adanya pemilih ganda ataupun money politics dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bantul yang berlangsung tanggal 9 Desember kemarin.

 Citizen Journalism Tribun Jogja Edisi 15 Desember 2015

Thursday, December 10, 2015

Berlibur Gratis ke Negeri K-Pop

  
  
Judul                : Jalan-Jalan ke Korea dengan Gratis  
Penulis             : Mutiara Hikma Mahendradatta & Intan Carizdone
Penerbit           : Laskar Aksara
Cetakan           : Februari, 2015
Tebal               : 124 Halaman
ISBN               : 978-602-1137-33-8 

   Pesona Negeri K-Pop memang tiada habis-habisnya menghipnotis masyarakat Indonesia maupun dunia. Baik dari segi budaya, bahasa, drama,  musik, teknologi hingga pariwisata mampu membuat para traveller dari negara lain terpesona dan bermimpi suatu hari bisa jalan-jalan ke sana untuk berwisata. Namun bagi masyarakat Indonesia yang tidak mempunyai banyak dana tentu tidak mudah untuk mewujudkan mimpi jalan-jalan ke Korea. Banyak yang berpikir bahwa jalan-jalan ke Korea pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
      Buku Jalan-Jalan ke Korea dengan Gratis ini akan memandu para traveller yang  bermimpi untuk jalan-jalan ke Korea dengan biaya murah bahkan sampai gratis. Buku ini berisikan tentang cara-cara yang dapat dilakukan untuk mewujudkan mimpi jalan-jalan ke Korea tanpa biaya. Berbagai tempat wisata di Korea yang bisa dipilih oleh para treveller disuguhkan dalam buku ini dilengkapi dengan gambar dan foto-foto yang mampu membuat pembaca membayangkan keindahannya.
      Keindahan alam di Korea yang sangat tersohor dan mempesona membuat siapa saja yang mempunyai jiwa traveller ingin berkunjung ke Korea. Melalui buku ini penulis mencoba membagikan cara-cara untuk bisa berwisata gratis ke Korea, mulai dari cara mendapatkan tiket gratis, memilih penginapan murah dengan berbagai fasilitas tambahan gratis sampai hunting tiket gratis untuk masuk destinasi wisata di Korea Selatan. 
       Salah satu cara untuk jalan-jalan ke Korea dengan gratis adalah dengan mengikuti kuis, biasanya kuis gratis ke Korea ini dari organisasi KTO (Korean Organization Tour) yang menawarkan wisata gratis ke Korea dengan meng-cover biaya akomodasi dan biaya hidup selama di Korea. Bagi yang menyandang status mahasiswa, ada cara lain yang bisa ditempuh bila ingin ke Korea dengan gratis. Salah satunya adalah mendaftar program pertukaran pelajar ke kampus-kampus yang menawarkan beasiswa pertukaran pelajar. Pemerintah Korea sedang gencar-gencarnya menjaring mahasiswa exchange dengan beasiswanya yang lumayan besar, sebesar 8-10 juta rupiah per bulan (halaman 13-14).
      Mencari tempat wisata di Korea juga harus disesuaikan dengan musim karena negeri ginseng ini menawarkan festival yang berbeda tiap musimnya. Korea Selatan mempunyai 4 musim yang terdiri dari musim semi, panas, gugur, dan dingin. Di musim semi beberapa tempat wisata yang bisa dipilih adalah Stasiun Gyenghwa yang selalu ramai dikunjungi wisatawan, Seopjikoji di Pulau Jeju dengan pemandangannya yang sangat indah, Boseong yang merupakan daerah penghasil green tea, dan The Garden of Morning Calm.
      Di musim panas bisa melihat matahari terbit di Seongsan dan menikmati Pantai Hyeopjae yang terletak di Pulau Jeju atau Cheongdo Bull Fighting Festival yang mirip dengan adu ayam atau adu sapi di Indonesia. Pulau Nami yang menjadi lokasi shooting drama “Winter Sonata” menjadi destinasi wisata yang dapat dipilih ketika memilih berlibur ke Korea pada musim gugur. Pada musim dingin destinasi wisata yang tidak boleh terlewatkan adalah Gunung Seorak, Bangwhasuryujeong di Suwon Hwa Seong, dan salju di Gunung Taebaek yang menjadi lokasi ski terbaik di Korea Selatan.
      Sebelum mengatakan I’m  ready to go ada beberapa hal yang harus dipersiapkan mulai dari persiapan dokumen seperti paspor, visa, tiket pesawat dan rencana perjalanan. Selain itu perlu tahu tips dan trik penting yang bisa digunakan ketika tinggal di Korea seperti cara naik transportasi umum baik subway maupun bus yang menggunaka T-Money untuk pembayarannya.
       Untuk yang beragama Islam tak perlu khawatir untuk mencari makanan halal di Korea. Di Korea sudah banyak restoran yang menjual makanan halal untuk wisatawan muslim. Itaewon yang merupakan daerah di wilayah Seoul adalah salah satu tempat yang paling tepat untuk mencari makanan halal dengan mudah (halaman 62). Tak hanya makanan halal saja yang mudah ditemukan di sana, masjid pun bisa dengan mudah dijumpai di Korea. Sebab di Korea juga ada beberapa masjid besar dan mushola Indonesia. Beberapa diantaranya adalah Masjid Al-Mujahidin di Incheon, Masjid Al-Fatah Dusil di Busan, dan Mushola Al-Falah Guro di Seoul.
     Gaya bahasa penulis yang cukup santai membuat buku ini mudah dipahami. Buku ini dapat dibaca oleh siapa saja yang ingin jalan-jalan ke Korea dengan biaya murah bahkan sampai gratis. Buku ini juga disertai kata-kata bahasa Korea yang sering digunakan oleh turis sehingga dapat digunakan sebagai panduan para traveller yang tidak fasih berbahasa Korea. 

Peresensi: Tanti Endarwati, Pecinta baca buku yang tinggal di Yogyakarta