Wednesday, February 14, 2018

Sinopsis Chandra Nandini Episode 27




Episode dimulai dengan pelayan yang membebaskan Nandini. Nandini berpikir "Mengapa Helena membebaskannya". Dia bertanya pada pelayan "Siapa yang meminta kalian untuk membebaskan aku?" Pelayan bilang "Aku hanya disuruh ibu suri (Moora)... sebaiknya kau tanyakan saja nanti padanya.”

Dhananand bersama Amarthya mencoba untuk mengobati luka luka Padmanand. (Oh..ternyata masih hidup…..). Dhananand berkata "Rawatlah dia, hidupnya sangat penting sekali". Amarthya berkata "Baiklah, tapi hari ini Chandragupta akan dimahkotai sebagai Raja."

Nand sangat marah, “Ini tidak mungkin, Magadha adalah milikku," dia kesakitan. Amarthya bilang "Tenanglah, marah tidak baik untuk kesehatanmu saat ini Yang Mulia". Nanda bilang "Putriku dan semua keluargaku berada dalam perangkap Chandra saat ini, kita harus membebaskan mereka, kita tidak boleh kehilangan kesempatan ini". Amarthya berkata "Kita akan mengumumkan Dhananand sebagai Raja sebelum hari esok dan itu akan membantu kita semua untuk mndapatkan Magadha kembali". Nand berkata "Baiklah, lakukan apapun yang terbaik untuk kerajaanku." Nand melukai jarinya dengan ujung tombak, dan mengoleskannya ke dahi Dhananand, dan berkata bahwa Dhananand adalah Raja Baru Magadha, semua bersorak “Hidup Yang Mulia Dhananand...” Amarthya berkata "Kita harus bubar untuk menjaga rahasia ini". Nanda bilang "Jika aku telah pulih kita akan menyerang Chandra".

Chanakya memanggil Chandra. Chandra bertanya "Ada apa Acharya?" Chanakya meminta semua prajurit untuk meninggalkan mereka berdua. Chanakya bilang "Chandra ini sangat penting dan masa depan Bharat bergantung dari itu, kau harus menikahi Nandini." (Aigoo, lagi-lagi pernikahan politik…..)

Chandra terkejut, dia marah dan kehilangan kesabaran "Tidak, Putri dari Padmananda?? Tidak akan pernah, tapi kenapa kau memintaku menikahinya?" tanya Chandra. Chanakya bilang "Untuk alasan politik, karena Nanda masih hidup". Chandra berkata "Aku melihat dia mati, bukankah kau juga ada di sana?" Chanakya bilang "Ya, tapi ketika kita meninggalkannya Amarthya datang dan menyelamatkannya, Dhananand juga masih hidup, dan dia sudah diumumkan sebagai Raja Baru." Chandra berkata "Tapi besok adalah penobatanku sebagai Raja." Chanakya bilang "Chandra, kita tidak punya waktu, sebelum Nanda menyerang kita, kau harus menikahi Nandini, Nanda tidak akan bisa melihat Nandini merasakan sakit." Chandra akhirnya setuju  "Baik, baik Chanakya tapi dia tidak akan pernah setuju untuk menikah denganku". Chanakya berkata "Kau adalah pemenang, jadi dia adalah milikmu dan jika kau menikahi Nandini, Nanda akan berada di kakimu".

Moora berjalan ke ruang pelayan, dia berkta pada Avantika "Avantika kita adalah teman sebelumnya, dan aku mau hubungan ini terus berlanjut, jadi Nandini harus menikah dengan putraku, Chandra!" Avantika menjawab "Tidak, jadi itu maksudmu kau memenjarakan dia, dan dia hanya akan menikah dengan orang yang dia cintai." Moora berkata "Apakah seseorang seperti Malyketu yang sudah meninggalkan suamimu dalam keadaan mati? Dan jangan lupa kau adalah pelayan sekarang dan Chandra adalah Raja, dia tidak akan mempermalukan putrimu, kesempatan ini akan memberi putrimu kehidupan yang lebih baik, kau tahu mana yang baik dan buruk, terimalah kesempatan ini, keputusan berada ditanganmu". Moora pergi.

Nandini datang, Avantika memeluknya "Apa yang terjadi di sini kenapa ibunya Chandra di sini?" tanya Nandini. Avantika bilang "Dia mau agar kau menikah dengan Chandra". Nandini "Itu tidak mungkin, dia sudah membunuh ayah dan kakak-kakakku, tolong tinggalkan aku sendiri". Nandini menangis dengan hati sangat terluka.

Di dalam kamar Chandra berkata "Aku tidak bisa menikahinya". Helena bilang "Tapi kenapa? Ini bagian dari politik juga". Dhurdara bilang "Kau menikahi kami untuk alasan yang sama, kenapa tidak untuk Nandni?" Chandra berkata "Itu berbeda, aku tidak mencintai kalian berdua tapi aku juga tidak pernah membenci kalian, tapi Nandni aku sangat membencinya." Dhurr berkata "Apa kau tidak akan mematuhi perintah Acharya?" Helena bilang "Keputusan Acharya selalu memberikan yang terbaik untukmu".

Helena berjalan menemui Moora. Moora berkata "Kau sudah seperti putriku sendiri katakan apa yang ingin kau tanyakan padaku?" Helena bilang "Kenapa kau membebaskan Nandini? Aku sudah memenjarakannya." Moora berkata "Kita tidak boleh seperti Nanda dan perlakuan seperti itu tidak berlaku untuk perempuan, kita harus mendukung orang dengan Cinta bukan dengam Benci". Helena bilang "Aku tidak percaya pada setiap Cinta." Moora berkata "Aku memanggilmu putriku, jadi cobalah untuk setuju dengan apa yang aku katakan".
Helena bilang "Tapi ini kekuasaanku". Moora berkata "Baik, tidak ada yang akan melakukan apapun pada mereka, dan rasa peri kemanusiaan sangatlah penting". Helena marah dan meningglkan Moora, sementara Moora tersenyum kecil.

Helena masuk ke kamarnya, temannya bertanya "Kenapa kau menyuruh Chandra untuk menikahi Nandini?" Helena berkata "Ini akan memberiku kesempatan untuk berkuasa atas Nandini dan ketika dia menjadi seorang Ratu aku akan memastikan dia akan mengingat untuk bersujud di kakiku". Tiba-tiba Ibu Helena datang dan masuk kek amarnya, dia berkata "Kebahagiaan untuk kekejaman". Helena terkejut "Ibu kapan kau datang?" Ibu Helena bilang "Kau melakukan banyak sekali keputusan, selalu terburu buru, Cinta, Pernikahan dan Ratu, ngomong-ngomong aku tidak menjadi bagian dari pernikahanmu tapi aku punya hadiah untukmu" dia membuka sebuah kotak berisi anting-anting.

Ibu Helena berusaha memakaikan ke telinga Helena antin- anting itu dan melukai telinganya. Helena kesakitan. Ibunya bilang "Kecantikan datang dari rasa sakit, lihat rasa sakitku, aku tidak bisa bersama putriku saat dia menikah tapi aku akan hadir dipernikahan suaminya". Helena bilang "Ibu, tapi Chandra membenci Nandini". Ibu bilang "Ingatlah kau juga pernah mencintai Malyketu dan sekarang kau membencinya dan bukan tak mungkin Chandra akan jatuh cinta pada Nandini. Berhati-hatilah dalam melangkah, dan kau tahu antara cinta, benci dan hati, akan baik kalau bisa melewati semua itu".

Helena berkata "Ibu, apiku akan membakar musuh-musuhku tapi tidak dengan aku, pernikahan ini hanya supaya Nandini berada di bawah kekuasaanku dan aku akan pastikan itu. Chandra dan Nandni akan menikah tapi mereka tidak akan menjalin hubungan apapun".

Sinopsis Chandra Nandini Episode 26





Episode kali ini dimulai dengan Moora yang mengenakan pakaian seorang Ratu di istana. Dia memanggil Chandra dan memintanya untuk bertemu dengan Chayya, Chaya datang dengan senyum di wajahnya. Moora bilang "Chandra, dia adalah kakak perempuanmu". Chaya berlari memeluk Chandra Aaku sangat beruntung mempunyai saudara pemberani seperti dirimu". Chandra sangat bahagia "Aku sempat merasa tidak punya keluarga dan hari ini aku bertemu dengan salah satu orang yang kucintai, aku tidak bisa percaya ini." Dia terharu.

Moora berkata "Percayalah semua ini, ini adalah masa yang baik bagi permulaan kita". Pelayan memberitahu bahwa Chanakya mengundang semua orang untuk berkumpul di Sabha. Moora, Chaya dan Chandra berjalan masuk. Semua orang bersorak untuk Ratu Moora. Moora menatap Avantika. Avantika terlihat marah, dan semua keluarganya berpakaian layaknya seorang budak.

Chandra bilang  "Ibu, perkenalkan mereka adalah menantumu, Helena dan Dhurdara". Moora merasa bahagia dan tidak percaya. Dhuuur mendekati Moora, Helena merasa aneh namun ia mengikuti Dhuuur, mereka meminta berkat di kaki Moora.

Chanakya berteriak "Chandragupta Maurya adalah Raja baru Magadha." Semua bersorak menyebut nama Chandra. "Hidup Yang Mulia Raja Magadha Chandragupta Maurya……" Termasuk Johar, dia juga bersorak lugu untuk Chandra, "Raja Magaaadhhha" Dia mengucapkannya berkali kali sambil tepuk tangan. Chandra melihatnya, dia marah dan mengambil pedang. Nandini berdiri di depan Johar untuk melindungi kakaknya, namun Chandra mendorongnya. Chandra menyeret Johar ke tengah-tengah. Dia melayangkan pedang ke arahnya. Nandini menjerit "Tidaaakkkkkk……" Namun Johar justru tertawa layaknya anak kecil yang tidak tau apa apa. Dia kembali bersorak "Hidup Rajjaa Magaaadha".

Melihat tingkah seperti itu Chandra berhenti, dia merasa aneh "Acharya, apa yang akan aku lakukan sekarang, balas dendammu atau prinsip yang mana tidak membolehkan membunuh seorang  down syndrom?" Tanya Chandra. Acharya bilang "Kau adalah Raja Magadha, pengetahuan, dan budaya adalah sudut pandang yang sangat penting bagi martabat, dan ini kualitasmu yang benar-benar membuatmu menjadi seorang Raja". Semua bersorak untuk Chandra. Chanakya menyuruh prajurit membawa Johar ke tabib untuk mulai mengobati kekurangannya agar mendapat kemajuan/kesembuhan. Semua meninggalkan ruangan.

Helena mendekati Avantika dan Nandini "Bawa Nandini ke penjara, dan bawa yang lainnya ke Nazar Kaid " ucap Helena. Avantika menangis memanggil putrinya. Di penjara, Helena mendatangi Nandini, "Kau melakukan kesalahan dengan merebut cintaku Malyketu, jadi kau harus dipenjara di sini". Nandini berkata "Helena aku tidak masalah berada di sini dan aku tidak pernah mencintai Malyketu dan aku juga tidak pernah tahu akan cintamu terhadapnya, aku merasa aneh mengapa kau berpikir seperti itu, aku melakukan sesuatu yang buruk padamu??" Helena bilang "Aku ingin balas dendam, semua ini aku lakukan karena Malyketu mengkhianatiku dan kau adalah alasan untuk itu".

Nandini berkata "Aku merasa sangat buruk padamu, dan jika dengan kau menghukumku kau akan merasa lebih baik, aku tidak akan menyangkal hukuman ini tapi kita adalah teman dan kenapa kau tidak memberitahuku tentang Maly, aku bisa bicarakan itu dengan ayahku". Helena mencengkeram wajahnya dan berteriak "Tutup mulutmu.... kau, aku tidak mau memohon kepada siapa pun, kau akan menjadi budakku selama hidupmu". Helena mendorong Nandini hingga terjatuh dan meninggalkannya. Nandini menangis.

Chandra berjalan ke dalam ruangannya, pelayan menaburi bunga di atas kakinya. Dia menuju kamar mandi dan menyuruh para pelayan untuk pergi. Dia melihat wajahnya di bak pemandian. Dia merasa sangat aneh,
kemudian Chandra berjalan ke tempat tidurnya, "Yang Mulia, jika kau ingin sesuatu kami siap membantu......." tanya seorang pelayan namun Chandra menyuruhnya untuk pergi. Chandra mendekati ranjang tidurnya, "Ini adalah ruanganmu, Raja Magadha, seluruh istana ini adalah milikmu "Ucap Chanakya yang tiba tiba berada di ruangan itu.

Chandra berkata "Tapi semua ini......," Chanakya bilang "Kau telah memenangkannya". Chandra bilang “Semua ini,.... aku telah tumbuh di dalam hutan dan aku merasa semua ini sangat aneh untukku," jawab Chandra. Chanakya bilang "Sebab kau selalu di sini dengan sebuah tugas dan sekarang kau di sini sebagai seorang raja, jadi kau merasa seperti itu, tapi kebenarannya ini adalah hasil jika kau bekerja keras dan secepatnya kau akan menjadi Raja dan belajar untuk hidup seperti ini".

Chandra tidur dengan Dhurdara. Nandini menangis di penjara meraapi kematian ayahnya tercintanya, Chandra mendengar suara berisik dan berusaha untuk mencari dimana sumber suara itu. "Suara tangisan ini membuatku hatiku tidak nyaman," ucap Chandra. Nandini memanggil ayahnya "Yang Mulia ayah mengapa kau meninggalkan aku sendirian, mengapa... mengapa...?" Chandra menatap dan menghampirinya.

Nandini melihat Chandra. Dia mengingat kematian kakak-kakaknya dan ayahnya. Nandini berdiri ke arah Chandra "Aku mohon padamu, bunuhlah aku, kau membunuh kakak-kakakku, kau membunuh ayahku, tolong kabulkan keinginanku bunuh aku, hidupku sudah tidak berarti lagi, tolong bunuh aku aku mohon kepadamu."
Nandni memohon di kaki Chandra "Kirim aku kepada ayahku….." Chandra berjalan mundur. Dia mengambil air dari dalam kendi dan menawarkannya pada Nandini. Nandini marah "Aku ingin mati, tolong bunuh aku, aku ingin bertemu dengan ayahku". Dia terus menangis. Dia menyentuh kaki Chandra. Chandra mundur dan dia melempar gelas, dia merasa buruk sekali, dia pergi meninggalkan Nandini yang masih menangis.

Dhurdara gelisah di dalam kamar, dia menunggu Chandra. Chandra masuk ke dalam dan kelihatan cemas, "Apa yang terjadi padamu?" tanya Dhuuuur. Chandra bilang "Aku selalu melihat ayahku memukul ibuku dan itu membuatku sangat sakit ketika ibu menangis, dan hari ini ketika aku melihat Nandini menangis meratapi kematian kakak-kakaknya dan ayahnya, sekarang dia ingin membunuh dirinya". Chandra mengeluarkan air mata. Dhuuuur menyentuh air mata di pipi Chandra dan bilang, "Kau mengeluarkan air mata Chandra?" Chandra bilang "Air mata dari mataku???" Dhuuur berkata "Aku tidak pernah melihat air mata di matamu dan rasa sakit itu ada di matamu, terimalah dia Chandra, nikahilah dia." (Emang Si Dhuur ini orangnya kelewat baik & pengertian)

Chandra bilang "Tidak,dia harus menghadapi konsekuensi dari perbuatan kakak dan ayahnya." Dhuurr  bilang "Chandra terimalah keadaan ini, ini simbol dari peri kemausiaan dan Raja yang telah mati juga mempunyai hak untuk itu," bujuk Dhurdara. Chandra bilang "Tidak Dhurdara!" Dhurdara memikirkan keadaan Nandini .


Sinopsis Chandra Nandini Episode 25 (Kematian Padmananda di Depan Nandini)





Episode kali ini dimulai dengan adegan Chandra yang berkata pada Padmananda "Sekarang giliranmu telah tiba". Padmananda berkata "Kumohon jangan bunuh aku di depan putriku". Nandini masih meratapi kematian kakak-kakaknya. Chandra melayangkan pedang ke arah Nand, Chanakya menyentuh bahunya. Chanakya berkata "Baik Nand, pergilah jika kau bisa". Chandra merasa aneh. Padmanand berjalan mendekati Nandini, dia melihat semua putranya mati mengenaskan, Nand menutupi tubuh Nandini dengan dupatta, mereka berjalan bersama meninggalkan tempat itu.

Chandra marah dan bertanya pada gurunya "Kenapa kau lakukan ini Acharya ini adalah waktu yang sangat tepat untuk membunuhnya". Chanakya berkata "Aku melakukan ini karena sebuah alasan besar, ikuti mereka tapi ingat ini dalam pikiran kalian dia tidak boleh tahu tentang itu".

Padmananda terus lari bersama Nandini, Nandini terjatuh, Nand menggendongnya dengan kaki agak pincang,
Nandni bertanya "Kemana kita akan pergi ayah?" Nanda berkata "Kita akan pergi ke tempat rahasiaku, di sana tempat semua kekayaan kita di sembunyikan dan dengan itu kita bisa menyerang Chandra lagi nanti."

Padmananda dan Nandini sampai di sebuah gua, Nanda berusaha mengangkat batu besar yang menutup pintu gua kemudian membuka pintu gua itu dengan pisau kecil di tangannya. Mereka masuk ke dalam gua rahasia, Nandini melihat sekelilingnya ada banyak barang-barang kuno dan semua terbuat dari emas. Nanda menyalakan obor dan mengambil beberapa emas batangan serta koin emas kemudian dia bungkus dengan kain, "Ini cukup untuk saat ini, ayo pergi". Mereka membalikkan badan, dan nampak terkejut melihat Chandra dan Chanakya sudah ada di depan mereka.

Nandni bertanya "Bagaimana bisa tiba-tiba kau berada di depanku?" Dia melindungi ayahnya, Nand menariknya ke belakang. Chanakya berkata "Kau harusnya berpikir kenapa aku membiarkanmu pergi, ini adalah kekayaan Magadha dan bukan milikmu". Nandini berusaha untuk maju ke depan namun Nand menghalangi dengan tangannya.

Chandra perlahan maju mendekati mereka. Nand berkata "Nandini pergilah dari sini!" Nandini bilang "Tidak ayah aku tidak bisa meninggalkanmu sendirian". Nanda mendorong Nandini agar menjauh darinya tapi Nandini tidak mau pergi dan terus berada di dekatnya. Nandini memeluk ayahnya dengan erat, begitu juga dengan Nanda.

Chandra berjalan sambil mengingat ketika Nanda mencambuknya di istana. Chandra bilang "Nand, ingatlah setiap luka yang kau berikan padaku itu akan kembali padamu sekarang." Chandra mendorong Nandini hingga terjatuh. Dia mencabik-cabik tubuh Nanda di depan Nandini dengan pedang. Nanda merintih kesakitan. Nandini menjerit "Tidakkkkkkkk….." Chanakya mengingat penghinaan Nanda terhadapnya. Nandni menjerit "Kumohon berhenti, jangan lakukan itu padanya". Dia menangis.

Padmananda terluka parah dan kemudian dia terjatuh ke tanah. Dia berkata pelan "Nandini maafkan aku, aku tidak bisa melindungimu lagi." Nanda menghembuskan nafas terakhirnya. Nandini melihat ayahnya mati di depan matanya. Chandra berusaha menyerangnya lagi namun Chanakya menghentikannya, "Berhenti Chandra, dia sudah mati." Nandini berteriak "Ayahhhhhhhh."

Nandini mendekati ayahnya, dia menangis dan berteriak dalam kesakitan "Aku tidak bisa hidup tanpamu ayah". Nandini berlari keluar, Chandra menyuruh prajurit menangkapnya namun Nandini berhasil menyerang para prajurit itu, dia melarikan diri dengan kuda. Setiap orang di istana menanti berita tentang perang. Pelayan memberitahu bahwa Nandini sudah datang. Sunanda berkata "Dia sudah pasti datang dengan membawa kabar baik".

Nandini masuk dengan tubuh lemas dan wajah kusut. Avantika bertanya "Apa yang salah denganmu, kenapa kau datang dengan keadaan seperti ini, mana yang lainnya?" Nandini berkata lemah "Tidak ada yang masih hidup". Avantika bertanya "Apa maksudmu, dimana ayah dan kakak-kakakmu Nandini, apa maksud perkataanmu. Apaaaaa?" Nandini berteriak "Mereka tidak akan pernah kembali, Chandragupta membunuh mereka semua , dia menghancurkan keluarga kita!" Avantika terkejut dengan jawaban putrinya, dia terjatuh di lantai. Nandini berkata "Ibu…..” Dia memeluk ibunya. Mereka menangis, begitu juga dengan Sunanda. Gautami bertanya "Apakah kita juga akan dibunuh?" Sunanda bilang "Kita harus sembunyi dari mereka". Avantika bilang "Itu tidak mungkin."

Nandini bilang "Kak Johar satu-satunya incaran dia yang tersisa". Chandragupta sangat kejam, dia akan menghabisi kita semua. Tiba-tiba beberapa prajurit menggedor pintu dengan keras. Avantika berkata "Kita harus menghadapi mereka". Dia membuka pintu. Beberapa prajurit Yunani berada di depannya, "Apa mau kalian?" tanya Avantika. Mereka menjawabb "Nandini". Helena masuk ke dalam.

Avantika menghentikannya, Helena mendorongnya. Dia masuk mendekati Nandini, ingatan tentang ucapan Maly yang dulu menghinanya muncul kembali di kepalanya, dan dia berpikir Nandini adalah penyebab semua itu terjadi. Helena menatap Nandini "Seorang putri dalam keadaan seperti ini, Putri Magadha? Ini tidak adil apa yang terjadi sungguh berubah begitu cepat untukmu".

Nandni  bertanya "Helena, kau adalah temanku, kenapa kau seperti ini, kenapa?" Helena bilang "Oh, teman??" Helena berkata "Dandani dia seperti seorang pelayan, bawa dia dan bawa semua wanita yang ada di sini, bawa mereka semua dari sini, beri mereka pakaian layaknya seorang pelayan!"

Nandini memeluk ibunya. Helena pergi dengan wajah marah. Chandra berjalan di istana Magadha, semua prajurit menyambutnya. Moora merasakan kehadirannya. Kanika berkata "Minumlah sedikit air, kau belum makan atau minum apapun sejak awal peperangan". Moora bilang "Tidak, aku tidak mau minum sampai Chandra datang dengan berita kemenangan".

Moora mendengar suara chandra ketika dia baru lahir. Moora berdiri, dia berkata "Anakku ada disini". Chandra berjalan ke penjara, Moora melihat dia berjalan ke arahnya, Kanika dan juga Baba melihatnya. Mereka merasa senang. Moora mengingat hari di mana dia meninggalkan Chandra untuk menyelamatkannya dari Nanda. Chandra terus berjalan mendekati ibunya dengan penuh kerinduan. Dia membelai wajah kusut ibunya dn memanggilnya ibu untuk pertama kalinya. Moora sangat terharu sambil menangis. Chandra mengusap airmata dipipi ibunya. Dia berkata "Lihat ibu aku sudah menuntaskan apa yang kau katakan, aku sudah membalaskan dendam ayah". Moora pingsan, Chandra memeluknya.

Kanika memberi Chandra segelas air. Kanika berkata "Moora, lihat lah anakmu sudah datang, dia ada di sini, minumlah sedikit air, Nanda sudah tidak ada". Chandra membantu ibunya untuk minum. Chandra bilang "Laki-laki musuh kita itu sudah menyiksamu terlalu lama". Dia memeluk ibunya dengan tangisan. (Aku ikut nangis lagi….) 

Moora bilang "Anakku ada di sini, aku tahu kau akan datang." Chandra bilang "Aku di sini, dan Nanda sudah tidak ada." Kanika bertanya "Chandra apa kau melupakan aku?" Chandra bilang "Kau adalah ibuku juga." Semua ini terjadi karrna doamu juga aku bisa menang dari Padmananda. Baba bilang "Maharaaaja Chandragupta kumohon maafkan aku." Chandra berkata "Ayah aku di sini hanya karena kau mengizinkan aku pergi bersama Acharya." Chandra memanggil pelayan "Bawalah ibu dan ayahku ke dalam istana dan berikan mereka pelayanan yang khusus."



m