Sunday, July 30, 2017

Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 23



Episode kali ini dimulai dengan Naku yang membawakan teh ke kamar Kalavati dan menaruhnya teh di meja. Di dalam kamar ia bertemu dengan Kishore, suami Kala yang sedang merapikan kamar. Naku menawarkan diri untuk merapikannya. Lalu Kishore membiarkan Naku yang melakukannya dan pergi meninggalkan kamar. Sebelum pergi Kishore mengatakan pada dirinya sendiri bahwa orang yang tidak tahu benar dan salah tidak bisa memahami Kalavati.

Naku kembali melamunkan Tuan Dutta saat berada di kamar Kala. Dalam lamunannya ia melihat Tuan Dutta sedang melihat telapak tangannya lalu Naku bertanya padanya apa dia bisa membaca garis tangan. Dutta bilang tidak. Kemudian Dutta mengatakan bahwa Naku memiliki mata yang indah. Lalu pada kenyataannya Dutta benar-benar masuk ke kamar Kala dan bertanya pada Naku di mana Kalavati. Naku berpikir bahwa itu hanya mimpi saja karena itu ia tidak menjawabnya. Saat Dutta ingin berbalik pergi ia tidak sengaja menyenggol meja tempat menaruh teh tadi sehingga cangkir dan tehnya jatu ke lantai dan suaranya menyadarkan Naku dari lamunannya. Dutta diam saja dan segera pergi. Naku segera membereskan cangkir teh itu.

Naku kemudian berjalan di koridor dan tiba-tiba ia melihat seorang perempuan mengintip ke kamar Dutta. Naku berpikir mungkin dia orang jahat sehingga diam-diam ia berjalan mendekatinya dan segera menangkapnya dan terjadilah keributan di sana. Mendengar suara ribut, ibu Dutta, Dutta , dan Kala menuju ke sana. Kala bertanya pada Naku apa yang terjadi. Naku mengatakan bahwa perempuan ini sedang mengintip kamar Tuan Dutta. Naku mengira ia musuh Tuan Dutta karena itu ia menagkapnya. Ibu Dutta kemudian menjelaskan pada Naku bahwa perempuan itu adalah calon istri Dutta, namanya adalah Supriya. Ibu Dutta melanjutkan penjelasannya bahwa Dutta melihat Supriya di pesta pernikahan seorang teman dan tidak dapat mengalikan pandangannya dari Supriya. Untuk itu akau melamarnya untuk menjadi istri Dutta. Mendengar hal itu hati Naku hancur. Naku meminta maaf dan segera pergi.


Di tempat lain Leela dan Roop sedang bercengkerama dan kemudian seseorang mengetuk pintu. Mereka terlihat cemas karena takut ibunya yang datang.



n

Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 22




Episode kali ini dimulai dengan Naku yang mulai berjalan pergi setelah Dutta dan ibunya memberitahu ia dan keluarganya kalau mereka bisa tinggal di rumah itu. Naku dan ibunya akan bekerja mengurus dapur dan Serdji akan bersekolah. Saat Naku melangkah pergi tiba-tiba Dutta Bhau meminta berhenti. Naku merasa gugup dan kemudian ia berbalik. Dutta berjalan mendekatinya dan menanyakan mengapa inspektur itu mengejarnya. Naku merasa ragu untuk menjawabnya. Melihat Naku yang ragu lalu Dutta mengatakan untuk tidak perlu memberitahunya jika memang ia tidak ingin, setiap orang punya rahasia, bahkan saya juga. Naku mulai menatap Tuan Dutta. Naku, kamu bisa saja membiarkan saya mati saat itu bahkan seseorang saat itu menyarankan hal itu.

Naku merasa malu karena tahu bahwa yang dimaksud adalah ayahnya. Ia pun menunduk ke bawah lagi. Tapi kamu punya keberanian Naku. Kali ini Naku memandang muka Tuan Dutta lagi. “Saya sangat menghormati orang-orang yang memiliki keberanian dan saya tidak akan pernah melupakan yang kamu lakukan untukku,” kata Tuan Dutta. Dutta berkata dengan yakin kemudian pergi meninggalkan Naku.

Di tempat lain Baji menjelaskan pada Ganpat tentang pekerjaan yang harus dilakukannya. Baji mengatakan bahwa Tuan Dutta memiliki tempat pembuatan anggur. Ganpat akan bekerja di sana tapi bila ia bekerja sambil mabuk maka ia akan memberinya pelajaran. Ganpat mengatakan bahwa ia akan bekerja dengan tekun namun Baji meragukannya. Baji memberitahu Ganpat bahwa dia hanya pernah melihat kebaikan Dutta dan belum pernah melihat kemarahannya. Bila Dutta marah maka kau bisa mati. Ganpat kemudian mengatakan bahwa seorang pria hebat pernah mengatakan kepadanya bahwa minum hanya akan menghancurkan hati tapi tidak mengubah karakter kamu. Baji kemudian pergi meninggalkan Ganpat. Ganpat berpikir bahwa Baji itu gila tapi dia orang yang baik.

Ibu Dutta meminta ketiga putrinya untuk menjelaskan pekerjaaj Naku dan ibunya.  Ia mengatakan bahwa Naku telah menyelamatkan saudara mereka jadi mereka harus memperlakukannya dengan baik. Akhirnya Badi dan Naku dikirim ke dapur. Leela dan Roop mengeluh karenan mereka harus makan makananan yang di masak mereka. Roop menanyakan apakah makanannya bersih nanti.
Kala mengatakan bahwa ibu bilang bila mereka tidak menyukai makanan Badi dan Naku maka mereka bisa membuat makanan mereka sendiri. Kala mengejek adik-adiknya karena berpikiran bodoh dan tidak seperti dirinya yang pintar. Kala mengatakan bahwa mereka bisa memanfaatkan keduanya nanti. Kala mengatakan dengan percaya diri bahwa orang yang tidak tahu benar dan salah tidak bisa memahami Kalavati. Mengapa mereka harus tidak senang padahal mereka mendapatkan dua pelayan gratis. Kala meminta kedua saudaranya untuk terus mengejek Naku.

Badi dan Naku masuk ke dapur dan mereka merasa kagum karena semua peralatan dapurnya lengkap dan semua alat masaknya berkilau, canggih, dan tertata rapi. Ketiga saudari menyusul masuk ke dapur. Leela mengomentari warna kulit Naku. Ia bertanya pada Badi apa yang dia makan saat hamil. Sementara Roop mengatakan bahwa wajah gelap Naku sangat imut.. Kala mengatakan bahwa ia tidak akan menjelaskan banyak tentang pekerjaan mereka karena Badi pasti lebih berpengalaman daripada dirinya.

Kala hanya menceritakan makanan yang di sukai dan tidak disukai anggota keluarga tapi ia tidak menjelaskan tentang makanan untuk Dutta jadi Naku menanyakan apa makanan kesukaan Tuan Dutta. Kala lalu menjelaskan bahwa untuk makan Dutta perlu di paksa karena dia sulit makan.


Badi dan Naku pun mulai bekerja. Saat sedang bekerja Naku melamunkan Tuan Dutta dan ibunya pun membangunkannya dari lamunannya. Naku kembali melanjutkan bekerja. Tiba-tiba Kala datang dan memuji mereka berdua karena mampu memahami pekerjaan mereka dengan cepat. Kala kemudian meminta teh karena dia sakit kepala dan dia juga harus membersihkan kamarnya. Naku yang baik dan polos itu pun menawarkan dirinya untuk membersihkan kamar Kala tapi Kala menolaknya (mungkin takut Naku menemukan botol-botol alkohol di kamarnya). Kala mengatakan bahwa ia hanya butuh teh. Naku meminta Kala untuk beristirahat saja dan ia akan membawakan teh ke kamarnya.



n 



Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 21



Episode dimulai dengan Kala yang masih tidur terbangun karena mendengar suaminya Kishore sedang berdoa keras. Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamar. Kala sedikit cemas karena dia belum membereskan botol-botol alkohol yang semalam mereka minum. Setelah membuka pintu ternyata yang datang adalah Roop dan Leela yang membawakan teh untuknya. Ia pun merasa lega.

Kishore menyindir perilaku ketiga saudari itu. Dia mengatakan berapa lama mereka mampu menyembunyikan perbuatan buruk mereka dari Dutta. Kala pun dengan percaya diri mengatakan bahwa Dutta itu bodoh. Di luar sana Dutta memang singa tapi di rumah ini dia seperti sapi. Kishore memperingatkan mereka bahwa suatu hari Dutta pasti akan mengetahui perbuatan mereka ini. Kishore berpikir bagaimana Dutta bisa mengenali musuhnya bila ia tidak bisa melihat wajah asli para saudarinya.

Roop memberitahu Kalavati tentang latar belakang keluarga Nakusha. Ayahnya adalah seorang pecandu alkohol dan Dutta saat ini sedang memanggil mereka semua. Kemudian Kala dan 2 saudaranya turun ke bawah.

Baji meminta keluarga Nakusha untuk menemui Dutta dan ibunya. Ibu Dutta  menjelaskan bahwa selama 3 hari keluarga Dutta tidak bisa tidur setelah mengetahui penyerangan terhadap Dutta. Keluarga Dutta tidak hanya yang ada di rumah ini tapi juga seluruh warga di desa ini. Keluarga Naku menyadari bahwa Dutta sangat berarti bagi semua orang di sini. Ibu Dutta juga mengatakan bahwa ia tidak akan bisa melunasi hutang nyawa pada mereka yang telah menyelamatkan nyawa putranya tapi setidaknya dia akan melakukan sesuatu untuk mereka.

Ibu Dutta ingin mereka tinggal di rumah itu sekarang. Naku dan keluarganya merasa senang sementara ketiga saudari Dutta merasa  tidak senang mendengar hal itu. Badi berterima kasih pada ibu Dutta karena telah mengijinkan mereka tinggal di rumah itu. Ibu Dutta meminta semua orang untuk memanggilnya ibu saja karena ia bukan hanya ibu Dutta saja tapi juga ibu seluruh desa. 

Ibu Dutta kemudian bertanya pada Nakusha siapa namanya. Naku merasa kelu lidahnya sehingga sulit menyebutkan namanya. Badi kesal melihat Naku karena tidak segera menjawab. Badi memintanya untuk segera memberitahu siapa namanya. “Naku...Nakusha.....,” jawab Naku. Ketiga saudari Dutta merasa geli mendengar namanya.

Kemudian Ibu Dutta memberitahu bahwa Naku dan Badi akan bekerja untuk mengurus dapur. Kala dan Leela nanti akan menjelaskan apa yang harus mereka kerjakan. Mereka harus tahu dengan baik apa kesukaan dan ketidak sukaan Dutta dan anggota keluarga lain berkaitan dengan makanan. Badi dan Naku merasa senang mendengar hal itu.

Dutta kemudian mengatakan bahwa untuk Ganpat nanti Baji yang akan menjelaskan apa pekerjaan untuknya. Tiba-tiba Serdji bertanya apa pekerjaan untuknya. Ibu Dutta mengatakan bahwa Serdji akan pergi ke sekolah seperti anak-anak lain. Kemudian ibu Dutta juga memberi seragam sekolah pada Serdji. Serdji bertanya apa yang akan dia lakukan di sekolah. Dia ingin bekerja membantu ayahnya. Semua orang tertawa dan Dutta memberitahunya bahwa ia tidak bisa bekerja sepertia ayahnya.

Serdji mengatakan bahwa sudah 3 tahun ia tidak sekolah dan ia tidak tahu apa yang akan dia lakukan di sekolah nanti. Dutta bertanya pada Serdji apa dia takut bekerja keras dan serdji dengan bangga mengatakan tidak. Lalu semua orang bubar. Naku mulai melangkah pergi juga.

Selanjutnya: Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 22


n



Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 20



Episode dimulai dengan berkumpulnya Kala, Leela, dan Roop di sebuah ruangan. Dalam ruangan tersebut mereka menunjukkan diri mereka yang sebenarnya. Kala dan Leela mengakui bahwa luka di tangan mereka adalah palsu. Sementara Roop sibuk menyiapkan alkohol untuk mereka bertiga. Mereka mentertawakan kebodohan Dutta yang tidak menyadari bahwa mereka telah mengelabuhinya. Dutta pasti berpikir bahwa luka itu karena mereka berdoa dengan sungguh-sungguh di kuil tadi.

Rupanya mereka bertiga hanya menunjukkan cinta palsu pada Dutta. Niat mereka yang sebenarnya hanya ingin memanfaatkan Dutta. Dutta adalah sumber uang bagi mereka. Mereka minum alkohol dan tertawa untuk mentertawakan kenaifan Dutta.

Pagi harinya, Ganpat sedang membuat alkohol. Naku bangun dan mencoba menghentikan pekerjaan ayahnya itu. Naku membangunkan ibunya untuk menunjukkan perbuatan Ganpat. Mereka berdua mencoba menghentikan Ganpat. Badi menanyakan apa yang dia lakukan di rumah orang lain. Ia cemas bila Tuan Dutta melihatnya.

Mendengar keributan mereka, Dutta pun terbangun dan mengetuk pintu. Naku berusaha menyembunyikan apa yang sedang dibuat ayahnya dan menyuruh adiknya membuka pintu. Serdji terkejut saat melihat Dutta di balik pintu. Dutta masuk dan menyuruh Serdji pergi memanggil Baji. Dutta melihat ada asap di ruangan itu. Naku mengatakan bahwa ayahnya membakar sesuatu karena ada banyak nyamuk di situ. Kemudian Dutta mulai berbicara dengan Baji yang baru saja datang.

Baji melihat Naku seperti melamun sehingga ia menjentikkan jarinya di depan Naku untuk menyadarkannya. Kemudian Baji meminta mereka semua untuk maembersihkan diri, bersiap-siap, dan pergi menemui Dutta.

Adegan berpindah di kamar Kala yang semalam mereka gunakan untuk berpesta miras. Terlihat Kishor (suami Kala) sedang melakukan puji-pujian doa dengan keras sehingga mengganggu Kala yang sedang tidur. Kala melempar bantal ke arah Kishore danmemintanya berhenti. Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamar mereka. Kala sedikit cemas karena ada banyak botol miras di sana.



n

Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 19



Episode dimulai dengan adegan makan malam keluarga Dutta dan obrolan tentang kasih sayang diantara mereka. Sementara Serdji dan Naku berkeliling rumah (mungkin mereka penasaran). Kemudian ada dua anak kecil yang sedang berlari-lari muncul. Anak perempuan menabrak Nakusha dan kemudian terjatuh ke lantai dan menangis. Sementara anak yang laki-laki berteriak ketakutan saat melihat wajah Naku yang gelap. Saking ketakutannya dia juga ikut jatuh.

Ketiga saudari perempuan Dutta segera datang mendengar teriakan itu, Dutta dan ibunya menyusul di belakang mereka. Ketiga saudari itu melihat Naku dan bertanya apa yang ia lakukan di sini dan siapa yang membawa mereka ke sini. Ibu Dutta bilang bahwa ia yang membawanya. Gadis ini adalah orang yang telah menyelamatkan saudara mereka Dutta dari maut.

Kala mengatakan pada Dutta agar jangan mempercayai siapa pun. Dia harus berhati-hati pada setiap orang. Kemudian Dutta mulai pergi tidur sementara Kala dan dua saudari lainnya masuk ke sebuah ruangan.




n

Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 18



Episode 18 dimulai dengan Dutta dan ibunya yang meminta keluarga Naku ikut bersama mereka pulang. 

Di tempat lain, yaitu di kuil. Tiga orang perempuan sedang berdoa
Salah satu berdiri dengan menggunakan salah satu kaki saja, yang kedua memegang  api di telapak tangannya hingga tangannya terlihat terbakar, dan yang ketiga membunyikan lonceng kuil sampai tangannya berdarah. Mereka meminta keselamatan untuk saudara mereka Dutta pada Tuhan. Saat pandit datang untuk memberikan mereka makan , semua menolak. Mereka bersikeras untuk tidak makan sampai saudara mereka kembali pulang dengan selamat. 

Lalu Duta tahu bahwa ketiga saudarinya tidak ada di rumah. Mereka bertiga di kuil untuk mendoakan keselamatan Dutta. Dutta pun langsung pergi menuju kuil. Saat sampai di kuil, Dutta melihat saudarinya yang berdiri dengan salah satu kaku pingsan dan akan terjatuh. Dutta segera menolongnya. Dutta mengatakan pada ketiga saudarinya bahwa ia baik-baik saja dan meminta mereka semua untuk segera pulang ke rumah.

Naku dan keluarganya pergi ke kamar di mana mereka akan tinggal. Ganpat berpikir bahwa mereka akan mendapat kamar bagus dan besar karena telah menyelamatkan nyawa orang penting tapi ternyata kamar yang diharapkan Ganpat tidak sesuai kenyataan yang di dapat. Sementara keluarga Dutta berkumpul untuk makan malam. Saat di meja makan Dutta, ketiga saudarinya dan ibunya membicarakan tentang kasih sayang diantara mereka. Meski Dutta bukan anak kandung ibunya tapi baginya ia adalah putranya sendiri.
Dutta mengatakan bahwa tidaka ada keluarga yang saling menyayangi seperti mereka. Kemudian ketiga saudari Dutta mengambilkan makanan kesukaan Dutta dan memintanya agar banyak makan. Ketiga saudari perempuan Dutta tersebut bernama Kalavati (yang paling tua), Leelavati, dan Roopvati (yang paling bungsu). 



n




Saturday, July 29, 2017

Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 17



Episode dimulai dengan Naku yang mendatangi kamar di mana Dutta Bhau di rawat. Naku melihat Dutta berkeringat dan mencoba mengelapnya. Dutta menangkap tangan Naku dan mulai mengomel dalam keadaan mengigau. Kemudian Dutta terbangun sambil berteriak menyebut nama Baji. Naku mengatakan bahwa Baji baik-baik saja. Tapi Dutta terus menanyakan pada Naku di mana sahabatnya tersebut. Lalu Dutta pun kembali jatuh tertidur.

Naku kemudian berjalan keluar ruangan Dutta dan menemukan keluarganya tengah tertidur. Tiba-tiba dua pria mendatangi resepsionis dan menanyakan di mana Dutta Patil berada. Naku bertanya pada mereka apakah mereka orang-orang Tuan Dutta. Mereka menjawab iya. Naku melihat pistol yang coba kedua orang itu sembunyikan sehingga Naku memberitahu mereka arah berlawanan dari tempat Dutta dirawat.

Naku kembali ke kamar Dutta dan membangunkannya. Naku memberitahunya bahwa ada dua pria dengan pistol yang mencarinya. Dutta mencari pistol yang dibawanya. Dutta segera melepas selang infus di tangannya dan meninggalkan kamar sambil memegang tangan Naku. Mereka pergi ke kamar Baji dan membawa Baji ke tempat yang aman lalu dia kembali turun dengan Naku dan membawa Naku dan keluarganya ke ruang yang tertutup agar mereka aman.

Dutta memberi tahu semua orang di lobi rumah sakit untuk pergi. Lalu Dutta menunggu dua orang yang mencarinya tadi turun ke bawah. Naku dan keluarganya merasa ketakutan.Tiba-tiba terdengar suara tembakan di mana-mana. 

Pagi harinya, Baji membangunkan Naku yang tertidur dan membawanya ke tempat kerumunan banyak orang. Orang-orang tersebut meneriakkan nama Dutta Bhau. Dutta melambaikan tangannya pada mereka semua. Naku dan keluarganya tampak terkejut saat melihat itu.

Dutta mengatakan bahwa tidak ada satu musuh pun yang bisa mengalahkannya selama ibu memberi saya berkah. Semua orang mulai mendatangi Dutta dan mulai menyentuh tangannya. Pemandangan ini membuat Naku dan keluarganya tampak bingung. Mereka berpikir bahwa penolong mereka itu adalah orang penting.

Lalu sebuah kendaraan datang dan Baji menyebutkan bahwa polisi telah datang. Mendengar kata polisi, Naku dankeluarganya terlihat cemas mungkin karena mereka teringat pada More si inspektur polisi yang jahat.

Seorang perempuan tua turun dari mobil tersebut dan mendatangi Dutta. Dutta memeluk perempuan tua tersebut dan memanggilnya ibu. Baji mendatangi mereka dengan ragu. Melihat Baji perempuan itu segera menamparnya saat Baji mencoba menyentuh kakinya. Dutta membela kawannya tersebut dan mengatakan bahwa itu bukan salah Baji. Perempuan itu mengatakan bahwa ia bisa menampar Baji karena ia juga ibu dari Baji. Ibu Dutta melihat ke Baji dan melihat lengannya yang terluka. Ia tahu bahwa Baji terluka karena melindungi Dutta. Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi dari tempat itu. Kemudian Dutta meminta
Baji untuk memanggil keluarga Naku. Baji mendatangi mereka dan menyuruh mereka untuk mendatangi Dutta. 

Baji mengenalkan mereka semua pada ibu Dutta. Ia mengatakan bahwa Nakulah yang telah menyelamatkan dirinya dan Dutta. Baji mengatakan bahwa Naku lebih berani daripada dirinya. Baji menceritakan bagaimana Naku memasukkan mereka ke dalam gerobak dan mendorongnya sampai ke rumah sakit. Ibu Dutta merasa terharu dan ia pun melepaskan kalung dari lehernya dan memberikan kalung tersebut kepada Naku. Naku melihatnya dengan ragu. Ibu Dutta mengatakan bahwa ibu mana pun tidak ingin kehilangan anaknya dan kau Naku telah menyelamatkan kedua putraku jadi terimalah. Naku melihat pada ibunya dan Dutta. Mereka memberi kode untuk menerima kalung emas tersebut. Ganpat kemudian memuji dirinya juga bahwa ia juga ikut menyelamatkan nyawa Dutta. Dutta menatap Ganpat dengan tajam, mungkin ia ingat bagaimana Ganpat berusaha kabur dengan membawa uangnya saat ia terluka. Melihat Dutta yang menatapnya tajam Ganpat pun diam.



n

Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 16



Episode dimulai dengan mulai keluarnya sifat serakah Ganpat karena melihat begitu banyak uang di dalam tas yang ada di mobil Dutta. Ia berniat mengambil beberapa untuk dirinya sendiri. Badi mengatakan padanya untuk memiliki rasa malu. “Orang-orang ini telah menolong mereka tapi kau justru ingin mencuri uang mereka,” kata Badi geram. 

Anak buah Dutta kembali ke mobil dan mereka kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini Dutta yang menyetir mobilnya. Dua nak buah Dutta yang terlihat mencurigakan merasa gugup dan berusaha melihat jam. Salah satu orang mencoba mengirim pesan entah ke siapa.

Setelah beberapa saat melanjutkan perjalanan tiba-tiba salah satu penjagi minta berhenti lagi karena ingin BAK. Baji merasa kesal mengapa ia tidak melakukannya saat berhenti sebelumnya tadi. “Pengawal itu benar-benar tidak berguna,” kata Baji pada Dutta.

Akhirnya Dutta menghentikan mobilnya di jembatan. Ia dan Baji juga keluar dari mobil untuk merenggangkan badannya. Dua pengawal yang mencurigakan tadi pergi menjauh dari Dutta dan Baji. Baji mengeluh karena pengawal itu pergi terlalu lama. Tiba-tiba saja muncul sebuah mobil dan berhenti tidak jauh dari mobil Dutta. Dua pengawal tadi berlari ke arah mobil yang datang tersebut. Baji melihat mereka.

Seseorang dengan pistol keluar dari mobil tersebut dan mulai menembak ke arah Baji dan Dutta. Dutta segera meminta keluarga Naku untuk masuk ke dalam mobil dan mencari pistol di mobilnya. Baji mulai membalas tembakan ke orang tadi tapisayang Baji yang malang mendapat satu tembakan di lengannya. Dutta menyuruh Baji untuk duduk di depan mobil sementara Dutta masih mencari pistol di mobil. Setelah mendapatkan pistolnya, Dutta mulai menembaki musuhnya tapi sayang ia kehabisan peluru.

Dutta pergi ke dasbor mobilnya dan mengambil senapan dan mulai menembak lagi. Dutta meminta Baji untuk memberi tekanan pada lukanya. Dutta berhenti menembak dan mengikatkan kain ke lengan Baji sementara salah satu musuh berjalan ke arah mobil Dutta dan mengeluarkan Naku yang ketakutan di dalam mobil. Naku merasa takut sekali. 

Melihat musuhnya mengambil Naku, Dutta segera berjalan mendekatinya. Musuh mengatakan bahwa ia akan menembak gadis itu bila Dutta terus berjalan mendekatinya. Dutta menantangnya untuk menembaknya kalau bisa. Musuh itu terlihat gelisah. Dutta memanfaatkan kesempatan itu dan segera menembak musuh. Pistol musuh jatuh dan Dutta mengambil Naku kembali dan membawa Naku untuk masuk ke dalam mobil. Musuh mengambil pistolnya yang jatuh ke tanah dan kembali menembak Dutta dari belakang. Dutta berbalik menembak musuhnya lagi dan kemudian ia jatuh ke tanah. Melihat penolongnya terjatuh Naku merasa khawatir.

Badi dan Gampat mulai keluar dari mobil. Melihat ini Ganpat berpikir bahwa ini adalah kesempatan yang bagus untuk pergi membawa kabur tas berisi tumpukan uang milik Dutta Bhau. Badi merasa geram sekali dengan perilaku suaminya tersebut.

Karena tidak ingin dapat masalah, ayah Nakusha mengajak mereka segera pergi meninggalkan Tuan Dutta dan Baji yang terluka sambil terus memegangi tas berisi uang yang ingin dia bawa kabur. Namun Nakusha menolak. Ia memutuskan untuk membawa Tuan Dutta dan Baji ke rumah sakit dengan gerobak. Dutta kehilangan banyak darah sehingga ia membutuhkan transfusi darah. Naku memutuskan untuk menjadi pendonornya.

Dutta menolak saat dokter dan perawat akan melakukan tindakan anastesi karena akan mengeluarkan peluru dari tubuh Dutta. Ia mengatakan bahwa ia tidak butuh anastesi, ia ingin mengingat setiap rasa sakitnya tersebut. Di luar ruangan Nakusha melihatnya dengan sedih.



Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 15




Episode kali ini dimulai dengan mulai terlihatnya sosok pria yang berdiri di atas salah satu kapal. More datang menuju pria tersebut dan menampar pria tersebut yang ternyata adalah Dutta Bhau yang kita tunggu-tunggu. Bajirao (sahabat sekaligus tangan kanan Dutta) kaget melihat orang tersebut berani memukul Dutta Bhau. Dutta tetap diam dan More bertanya apa yang akan dia lakukan bila ia tidak membiarkannya mengambil barang-barang tersebut. 

Dutta meminta More untuk mendengarkan apa yang dikatakan Baji dan segera pergi tanpa membawa barang-barangnya. Tapi More yang bodoh itu malah menampar Dutta Bhau sekali lagi dan lagi. Semua orang tampak terkejut melihatnya. Tiba-tiba, Naku yang tanggannya masih dipegang more menggigit tangan More dan berlari ke sisi Dutta dan bersembunyi di balik lengan Dutta. Naku meminta Dutta untuk menyelamatkannya dari tangan More. More mentertawainya dan mencoba meraih tangan Naku kembali tapi Tuan Dutta juga memegang tangan Naku. Naku tampak kesakitan diperebutkan 2 orang. Dutta segera memukul More yang jahat itu. Sekali lagi Dutta kembali memukul More dan More pun jatuh pingsan. Serdji dan baji yang melihat peristiwa itu merasa senang. Baji kemudian memanggil ambulans untuk membawa More.

Melihat hal itu Badi mendatangi Dutta dan menyentuh kakinya seraya mengucapkan terima kasihnya karena telah menyelamatkan putrinya. Dutta merasa tidak nyaman melihat Badi menyentuh kakinya dan memintanya segera bangun. Baji bertanya mengapa More mengejar mereka. Ganpat mencoba mengatakan alasannya tapi Badi mencegahnya.

Badi mengatakan bahwa itu karena mereka miskin dan More ingin memperkosa putrinya. Semua orang di desa kami takut padanya tapi kami berani melawannya sehingga More mengejar mereka.

Baji menertawakan mereka dan mengatakan bahwa kisah mereka sepertidalam film Hindi saja. Baji menanyakan pada mereka ke mana mereka akan pergi dan ia akanmengantarkannya. Badi mengatakan bahwa mereka akan menemui Shirdi. Mereka akhirnya menumpang mobil Dutta Bhau. Dua pria juga datang bersama Baji dan membawakan tas Baji. Baji mulai mengemudikan mobil dan mulai bernyanyi saat di perjalanan. 

Naku duduk di kursi belakang sambil mengingat kembali bagaimana ia dan keluarganya tidak bisa kabur dari More dan bagaimana Tuan Dutta menyelamatkannya dari tangan More. Naku menatap Dutta dari belakang dan tiba-tiba Dutta juga menatapnya melalui kaca spion mobil. Naku menurunkan tatapannya sementara Tuan Dutta masih menatapnya untuk sesaat. Saat di tengah perjalanan Serdji mengeluh pada ibunya kalau dia lapar. Badi menyuruh Serdji untuk diam dan tidak ribut. Mendengar itu, Dutta meminta Badi untuk berhenti dan makan karena ia lapar. Ganpat segera masuk ke tempat makan dan segera memesan banyak seperti orang yang serakah. Badi hanya geleng-geleng melihat kelakuan suaminya itu.

Keluarga Naku sedang makan dan Naku pergi keluar untuk mencuci tangannya dengan pompa jadul tapi ia kesulitan memompa. Melihat itu Dutta mendatanginya dan membantunya memompa air sampai keluar. Naku mencuci tangannya sambil menatap Tuan Dutta. Naku berterima kasih pada Dutta Bhau. 

Setelah semua selesai makan mereka segera melanjutkan perjalanan kembali. Di dalam mobil Ganpat terlihat terkejut karena melihat tumpukan uang di dalam tas. Anak buah Dutta yang ada di dalam mobil kemudian minta berhenti karena dia ingin melakukan panggilan (menelpon) ke seseorang. Sepertinya ada yang mencurigakan dengan orang ini.




Menyelami Kisah Pemberi Makna




Judul : 99 Wisdom: Kumpulan Kisah Pemberi Makna
Penulis : Gobind Vashdev
Penerbit : Noura
Cetakan : Pertama, Januari 2017
Tebal : 240 Halaman
ISBN : 978-602-0989-71-7


       Seperti judulnya buku ini berisi 99 kisah pemberi makna yang bisa mencerahkan bagi pembaca. Kisah yang ditulis Gobind dalam buku ini sesungguhnya adalah kisah yang diambil dari berbagai pengalamannya maupun dari pengamatannya terhadap orang lain atau sesuatu hal yang ada di sekelilingnya. Sebuah rangkaian kisah yang telah dialami oleh seorang yang selalu memandang segala sesuatu dari sisi netralnya, tidak ada yang negatif dan tidak ada yang positif. Positif dan negatif muncul karena anggapan manusia. Sesuatu yang tidak menguntungkan disebut negatif dan sebaliknya yang menguntuntungkan diri dibilang positif.
     Gobind selalu bisa mengambil hikmah dari setiap pengalamannya sekalipun pengalaman itu dianggap oleh orang lain sebagai sesuatu yang kurang menyenangkan atau biasa saja. Bahkan dari pohon pun Gobin bisa belajar ilmu dan kebijaksanaan. Gobind menghormati pohon seperti seorang guru kehidupan. Seperti yang dikatakan oleh seorang yang dikenalnya bahwa pohon itu seperti pertapa Agung yang bertumbuh ke arah cahaya dengan keikhlasan sempurna (halaman 27). Tidaklah berlebihan ungkapan tersebut, mengingat begitu penting perannya dalam kehidupan ini. Seluruh hidupnya seolah didedikasikan untuk kebaikan semua makhluk. Ketika buahnya mulai masak, ia membiarkan tangkainya menjadi lunak, agar mudah dipetik. Tatkala musim kering datang, ia menggugurkan daunnya agar tidak terlalu banyak mengambil air.
      Pohon adalah makhluk yang mungkin paling mengerti hukum konsekuensi, hukum tabur tuai, atau hukum keseimbangan. Mereka langsung mempraktikkannya tanpa bicara apalagi pamer. Pohon memerlukan nutrisi dari tanah dan ia membalasnya dengan daun yang jatuh. Lebih dari itu, pohon memberikan rumah dan kehidupan bagi satwa besar dan kecil yang tak terhitung jumlahnya.
      Gobind juga belajar kesabaran dari seorang porter di stasiun kereta yang ditemuinya. Angkat-mengangkat memang spesialisasi seorang porter. Otot seorang porter berkembang dan terlatih dengan baik karena ia melatihnya setiap hari, walaupun latihan itu bukan untuk pekerjaan, melainkan sebaliknya pekerjaanlah yang melatih ototnya berkembang. Kekuatan, kemampuan, dan keahlian semuanya terbentuk dengan baik berkat suatu proses yang bernama latihan. Bila seseorang yakin akan pernyataan tersebut maka ia pasti tidak akan ragu juga bahwa kesabaran, welas asih, sukacita, bahkan cinta sekalipun juga merupakan buah yang tumbuh dari siraman latihan yang berulang-ulang.
       Sabar bukanlah bawaan lahir. Orang yang sabar adalah orang yang melatih dirinya sendiri seperti porter tersebut, pekerjaannyalah yang memberi kesempatan untuk memperkuat otot sabarnya. Menghadapi pelanggan yang komplain, bos yang galak, pasangan yang tidak mendukung. Awalnya ini bagai “beban” yang kerap menyakitkan, namun bila dihadapi dengan kesadaran, “beban” itu akan menghadiahkan otot mental yang kuat dan lentur.
     Cara berpikir Gobind memang unik. Contohnya pada saat anaknya sedang kesakitan karena seorang perawat sedang menyudet abses di kelingking kakinya dengan jarum steril. Ia justru mengatakan pada anaknya yang masih kecil itu untuk menerima sakitnya dibanding mengalihkan perhatian anaknya dari rasa sakit tersebut. Gobind memandang sakit adalah fisik, sementara menderita adalah mental. Apa pun termasuk rasa sakit, bila diterima akan menjadi berkah dan jika ditolak berubah menjadi penderitaan. Hukumnya sudah jelas, semakin ditolak, semakin ia mendesak untuk kembali. Rasa sakit yang dibungkam keluar akan berteriak nyaring ke dalam dan inilah yang disebut penderitaan (halaman 71).
        Dalam kacamata dunia, kesakitan, kemalangan, juga kesedihan adalah gambar yang buruk, tidak perlu sayang untuk dibuang, tetapi sebaliknya pada lensa yang menghadap ke dalam, tidak salah bahwa kesedihan dan kesakitan bagaikan kompas dan pelita yang menuntun diri pada kesadaran yang lebih tinggi.
       Membaca 99 kisah dalam buku ini membuat pembaca mendapat nasihat tanpa merasa sedang dinasihati karena semua kisah disampaikan dalam bentuk cerita. Penulis memahami betul bahwa mengubah diri seseorang akan lebih mudah bila memasukkannya ke alam bawah sadarnya dalam bentuk cerita. Hal menarik lain yaitu 99 kisah dalam buku ini bisa dibaca secara berurutan atau secara acak. Melalui buku ini penulis mengajak pembaca untuk merenung hingga ke relung.

Dimuat di Samarinda Pos Edisi Sabtu 29 Juli 2017
Halaman 15


n

Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 14




Episode dimulai dengan More yang tersadar dari pingsannya dan mulai mencari Naku.

Ganpat berpikir untuk pergi membeli tiket untuk mereka tapi dia tidak mempunyai uang sepeser pun. Akhirnya Badi memutuskan untuk menjual cincinnya dan meminta Ganpat untuk membeli tiket. Badi kemudian melihat Naku dan segera membeli bubuk hitam yang kemudian diusapkan pada wajah Naku. Dia terpaksa mengubah anak gadisnya yang cantik menjadi buruk rupa. Naku meyakinkan pada ibunya bahwa ia mengerti mengapa ibunya melakukan itu padanya.

Kemudian mereka semua berlari untuk menaiki kapal. Ganpat, Badi, dan Serdji sudah masuk ke kapal. Namun saat Naku ingin naik ke kapal, More meraih tangannya dan berusaha menghentikannya pergi. Semua kaget dan ketakutan. More bertanya pada Badi mengapa ia mengubah wajah cantik mempelainya menjadi jelek. More menarik Naku dan Naku jatuh ke lantai. Naku melemparkan segenggam pasir ke mata More dan kembali berlari tapai sayang Badi terjatuh. Badi menyuruh Naku terus berlari dan tidak mencemaskannya.

More kembali mengejar Naku dan Naku terus berusaha melepaskan diri. Kemudian More melihat ada seseorang yang menyinari obor di sebuah kapal dan beberapa pria memasukkan beberapa kotak di atas kapal. More pergi untuk memeriksanya sambil menggandeng Naku bersamanya. More datang dan bertanya apa yang ada di dalam kotak. Salah satu orang menjawab bahwa isi kotak itu adalah biskuit emas. More meminta agar mereka tidak membawa barang-barang itu karena dia kan membawa semuanya ke stasiun. Tapi orang itu menjawab bahwa barang-barang itu adalah milik Dutta Bhau. More marah dan menampar orang tersebut.

More meminta anak buahnya untuk membawa semua barang itu dengan kendaraannya ke stasiun. Lalu tiba-tiba terdengar suara orang yang memintanya berhenti. Suara itu datang dari orang yang berdiri di salah satu perahu namun tidak terlihat wajahnya karena silau cahaya yang ada di atasnya. 



n

Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 13




Episode dimulai dengan More yang menyeret Naku keluar. Ganpat dan Badi pun mengejarnya. More mengatakan pada semua orang bahwa pernikahan dibatalkan karena Naku tidak menginginkannya. Orang-orang mulai pergi dan More membisikkan pada telinga Naku bahwa tidak masalah pernikahan dibatalkan tapi mereka akan tetap bisa berbulan madu. Kemudian More mengatakan hal yang sama dengan keras sehingga semua orang mendengarnya. 

More mulai menyentuh Naku. Melihat itu Serdji dan Badi sangat marah. Serdji menahan tangan More untuk melepaskan Naku. More segera melepaskan Naku dan menarik rambut Serdji kemudian melemparkannya ke lantai. Anak buah More mengangkat Serdji dan Naku meminta More untuk melepaskan Serdji dan membiarkannya pergi. More menyuruh anak buahnya untuk melepaskan Serdji dan mereka pun menjatuhkan Serdji ke lantai. Serdji segera berlari dan bersembunyi di belakang ibunya. 

More mulai menggoda Naku lagi. Melihat itu Badi mendatangi More dan memberikan pukulan pada bahu More. Badi berusaha memukul More kembali tapi More berhasil menangkap tangan Badi. Badi mendorong More ke tanah. Melihat More jatuh, anak buahnya berusaha membantunya tapi Badi mencegahnya dan diaberkata bahwa ia akan memotong More menjadi beberapa bagian. Badi kemudian menendang More dan menendangnya lagi sementara Ganpat bersaha menyemangati istrinya itu untuk melanjutkannya lagi. More pun jatuh pingsan. Tetangga menyuruh agar Ganpat dan keluarganya segera pergi dari desa agar aman. 

Ganpat mulai menyesali tindakan yang dilakukan Badi pada More tadi. More adalah seorang inspektur polisi dan pasti ia akan mencari mereka lagi. Badi mulai mencurahkan perasaannya sebagai seorang ibu bahwa sebagai ibu ia tidak bisa melindungi anak perempuannya dan ia juga tidak bisa membiarkan anaknya yang lain di bakar. Tetangga terus menyuruh mereka untuk segera meninggalkan desa. Mereka menginginkan keluarga Naku aman. Mereka pun segera pergi.

Di desa, More tersadar dari pingsannya tapi ia mengalami luka yang sangat dalam.


Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 12




Episode dimulai dengan More yang meminta semua tetangga untuk menyiapakan pernikahannya dengan Naku. More meminta Badi untuk mendandani Naku seperti seorang pengantin. More berusaha mengancam Ganpat karena telah berani melarikan diri. Ganpat pun berjanji untuk tidak melakukannya lagi dan ia akan menuruti semua kemauan More.

Naku meminta ibunya untuk segera mendandaninya. Badi mengatakan pada Naku apakah kamu sudah gila Naku sehingga kamu mau menikah dengannya. "Apa yang bisa kita lakukan sekarang ibu? Mungkin ini sudah menjadi kehendak Tuhan," kata Naku. 

Kemudian seorang pria masuk dan membawa saree untuk Naku. Seorang tetangga mulai memakaikan saree tersebut pada Naku dan Naku pun mulai menangis. Tetagganya tersebut berusaha menghibur Naku dan memintanya untuk kuat demi ibunya. 

Ganpat masuk ke dalam rumah sambil menangis ia mengatakan bahwa ia telah gagal sebagai seorang ayah karena tidak mampu melakukan apa pun untuk melindungi putrinya. Tiba-tiba More masuk ke dalam dan Ganpat pun segera meraih kaki More dan memohon agar dia melepaskan Naku. More kemudian bertanya pada Naku dia ingin menikah atau tidak. Naku hanya diam tanpa bereaksi. Kalau kau tidak mau menikah maka akan ku beritahukan pada semua bahwa pernikahan akan dibatalkan. Mendengar itu Badi sedikit lega.

Tapi....kalian akan berhutang padaku 12 Lakh untuk biaya pernikahan ini dan juga kerugian lainnya. Kalau akau menikahi Naku dan kemudian menjualnya maka aku akan mendapat setidaknya 12 Lakh. "Bagaimana kami bisa membayar 12 Lakh kalau 12 Rupee saja kami tidak punya," jawab Ganpat. 

More kemudian menyeret Naku keluar. Ganpat dan Badi mengejarnya.