Thursday, August 3, 2017

Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 94



Episode dimulai dengan Dutta yang membawa Naku ke ruang penyimpanan alkohol dan mengambil dua botol. Dutta meminta Naku untuk menembak kedua botol itu. Mendengar itu Naku kaget dan menjatuhkan pistolnya. Semua keluarga juga merasa khawatir. Dutta berteriak keras pada Naku untuk segera mengambil pistol dan melakukan apa yang telah diperintahkannya. Naku mulai mengambil pistol dengan gemetar. Dutta mengatakan kalau kau gemetar bagaimana kau bisa menembak sasaranmu dengan tepat. Kau harus tenang Naku.

Dutta terus berteriak meminta Naku untuk segera menembak. Naku mengarahkan pistolnya ke botol dan melepaskn tembakan tapi sayang tembakannya meleset dan mengenai botol yang ada di belakang Dutta. Semua orang terlihat pucat dan ketakutan. Naku, Naku, menembak seperti ini saja kau tidak bisa. Lalu bagaimana kau bisa melindungi suamimu ini. Naku, saat ini nyawa suamimu ada dalam bahaya. Karena kau gagal maka aku akan memberikan hukuman padamu. Sekarang aku akan mendekatkan jarak botol ini ke dadaku. Botol deitanganku ini hanya berjarak 2 kaki dengan dadaku. Sekali lagi hidup suamimu ini ada di tanganmu. Dutta berteriak agar Naku segera menembak. Sekali lagi Naku melepaskan tembakannya dan sekali lagi sasarannya meleset. Naku, Naku, apa yang kau lakukan, kau masih salah menembak. Kau telah melewatkan sasaran yang begitu mudah, kamu adalah istri dari Dutta Sriram Patil dan kamu menembak seburuk ini. Baiklah Naku, aku akan membantumu agar lebih mudah.

Dutta lalu memukulkan salah satu botol yang dipegangnya ke botol yang dipegang di tangan lainnya. Salah satu botol pecah dan pecahannya mengenai tangannya sehingga berdarah. Semua orang mencoba untuk menolongnya tapi Dutta mencegahnya. Naku, bila kau salah lagi maka jarak antara botol ini dengan dadaku akan semakin dekat. Dutta menyuruh Naku untuk menembak lagi. Naku mengarahkan pistolnya dan melepas tembakan lagi sambil menutup matanya. Dia menembak botol yang ada di belakang Dutta lagi. Kau masih gagal Naku, karena itu akau akan menghukummu lagi. Dutta lebih mendekatkan lagi botol yang dipegangnya ke arah dadanya. Dutta maju agar lebih dekat dengan Naku sehingga Naku bisa menembak lebih mudah.

Semua orang mulai meminta Dutta untuk menghentikan permainannya itu. Dutta bersikeras untuk melanjutkannya. Naku akan mulai menembak lagi tapi kemudian Kala berlari ke depan Naku untuk menghentikannya dan Kala pun tertembak pada bagian lengan atasnya. Kala terjatuh di lantai dan semua orang panik dan mencoba menolongnya. Naku masih berdiri shock dengan apa yang baru saja terjadi.


Dutta bertanya kepada Kala kenapa dia melakukan itu, bagaimana jika sesuatu terjadi padanya. Kala mengatakan lalu bagaimana jika sesuatu terjadi padamu?

Selanjutnya: Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 95

Sebelumnya: Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 93

n

Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 93



Episode dimulai dengan keputusan Dutta yang menyatakan bahwa sekarang hidupnya ada di tangan Naku. Mulai sekarang Nakulah yang akan memegang pistolnya. Dutta menyerahkan pistolnya pada Naku.

Di tempat lain Ana meminta anak buahnya untuk mengurus kremasi orang-orangnya yang telah dibunuh Dutta. Ana bertekad untuk membunuh Dutta. Orang Ana mengatakan bahwa sekarang akan lebih mudah membunuh Dutta karena dia tidak akan menggunakan senjatanya.

Di rumah semua orang mencemaskan Dutta. Mereka menduga-duga apa Naku akan kembali dengan selamat atau tidak. Kala mengatakan bahwa Dutta tidak mungkin membunuh Naku meski ia membencinya. Tiba-tiba mereka melihat Dutta dan Naku kembali. Dutta meminta semua orang untuk datang ke aula. Dutta mengatakan pada semua orang bahwa Ana telah kembali dalam hidupnya dan pertempuran antara dirinya dan Ana akan berakhir dengan kematiannya atau kematian Ana. Dutta juga mengatakan bahwa mulai sekarang ia tidak akan mengangkat senjatanya karena Nakulah yang akan melakukannya. Naku akan menjadi perisai untuknya dan melindunginya. “Naku, kau pastia akan menjaga mangal sutramu itu kan, kau akan selalu melindungiku bukan?” kata Dutta. Naku masih diam dan takut mendengar keputusan Dutta itu.

Baji mengataka ketidaksetujuannya pada keputusan Dutta itu. Ia menganggap bahwa Dutta sudah gila. Bagaimana bisa ia meletakkan senjatanya saat Ana telah muncul. Baji meminta ibu untuk membujuk Dutta agar merubah keputusannya itu. Semua orang mencoba untuk merubah kembali pikiran Dutta. Dutta meminta semua orang untuk tidak melawan keputusannya. Dutta meminta Baji untuk menjaga keamanan di rumah dan memastika keamanan keluarganya karena  keluarga iini juga merupakan keluargamu. Ana bisa datang kapan saja dan bisa menyerang keluarga.

Badi menangis dan memohon pada Duta agar tidak mengambil keputusan yang bisa membahayakan nyawanya sendiri. Namun Dutta mengabaikan Badi. Dutta mengatakan pada Naku bahwa ia memiliki kepercayaan yang besar pada Naku bahwa Naku akan mampu melindunginya. Ia akan mengajari Naku cara menggunakan pistol dan menembak. Dutta yakin sepenuhnya bahwa Naku adalah seorang pembelajar yang cepat. Dia meminta semua orang agar tidak mengganggu mereka dan meminta Naku untuk ikut dengannya. Dutta akan mengajari Naku menembak. Dutta membawa Naku ke ruang penyimpanan alkohol dan semua orang mengikuti mereka dengan cemas. Dutta mengambil dua botol miras, satu dipegang di sisi kiri dan lainnya di sisi kanan. Dutta meminta Naku untuk menembak botol yang dipegangnya itu.

Selanjutnya: Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 94

Sebelumnya: Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 92

n

Tuesday, August 1, 2017

Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 92



Episode dimulai dengan  Baji yang menanyakan pada Dutta ia darimana. Dutta mengatakan bahwa ia baru saja dari markas Ana. Ana telah berbuat curang padanya. Salah satu anak buah kita berhianat dan memihak pada Ana. Ana telah membunuh 5 orang kita dan aku membalas dengan membunuh sepuluh orangnya. Ada sebelas orang di markas Ana.

Baji bertanya, “Kau bilang tadi kau menghabisi 10 orang”.

“Semua sda sebelas orang tapi aku membiarkan hidup salah satunya agar bisa memberitahu Ana apa yang telah aku lakukan”, kata Dutta.

“Kenapa kau pergi ke sana sendirian kakak, itu sangat berbahaya”, kata Baji.

“Musuh-musuhku berpikir kalau saat ini Dutta sedang lemah karena itu mereka berpikir bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk menyerang Dutta. Tapi mereka lupa bahwa singa yang terluka itu lebih berbahaya”, kata Dutta.

Naku yang berdiri di sana juga mendengar semua percakapan itu.

Dutta membawa Naku pergi ketempat di mana di sana ada seorang pria dengan kaki digantung di pohon (aku pikir ini adalah orang Dutta yang berhianat). Dutta dan Baji memukuli orang tersebut. Orang itu meminta maaf pada Dutta tapi Dutta mengatakan bahwa tidak ada maaf untuk seorang penghianat sambil melihat Naku. Dutta mengambil pistolnya dan menyerahkannya pada Naku. Dutta meminta Naku untuk menembak orang tersebut. Naku ketakutan sampai hampir pingsan. Dutta terus memaksanya tapi Naku tidak melakukannya. Akhirnya Dutta sendiri yang menembak orang tersebut dan memutuskan tali yang menggantungnya sehingga ia terjatuh dengan kepala di bawah.

 Lalu ditampilkanlah sosok pria berkurta putih di sebuah kapal. Dia adalah Ana. Anak buah Ana menebar jaring untuk menangkap ikan. Mereka mendapatkan ikan-ikan yang besar. Salah seorang anak buah Ana mengambil pisau dan mengeluarkan isi perut ikan tersebut yang ternyata berisi emas batangan. Seseorang kemudian menelpon Ana yang ternyata adalah Dutta Bhau. Dutta memberitahu Ana bahwa ia telah menipu Ana. Ana menyadari bahwa semua emas itu palsu. Dutta mengatakan bahwa itu hanya tipuan untuk memancingnya keluar dari markasnya. Dutta mengatakan pada Ana bahwa saat kau pergi aku datang ke markasmu dan aku habisi semua orang-orangmu di sana sendiri. Dutta mengatakan pada Ana bahwa ia akan berkeliaran di jalanan tanpa perlindungan atau senjata dan bila Ana punya keberanian maka temuilah dia, kalau mampu bunuhlah dia.

Baji dan Naku mencoba membujuk Dutta untuk mengubah pikirannya itu. Ana adalah orang yang berbahaya lalu bagaimana bisa Dutta tidak mengangkat senjatanya. Dutta sudah memutuskannya dan ia tidak akan merubah keputusannya.

Ana kembali ke markasnya dan menemukan anak buahnya mati kecuali satu orang yang memang dibiarkan Dutta hidup. Dalam keadaan marah Ana berkata mengapa ia tidak bisa mempertahankan tempatnya lalu Ana membunuh anak buahnya tersebut.


Dutta mengatakan pada Naku bahwa Nakulah sekarang yang akan mengawalnya kemana-mana sebagai perlindungan untuknya. Baji dengan tegas menolak gagasan gila Dutta tersebut dan mengatakan bahwa ia akan bersamanya. Dutta tetap pada keputusannya dan bertekad membuat Naku terus bersamanya.

Selanjutnya: Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 93


n

Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 91



Episode dimulai dengan Naku yang akhirnya masuk ke kamar Dutta. Naku meletakkan patung Ganesha yang dibawanya di meja kemudian meminta restunya. Kishore yang baik hati datang ke sana dan meminta Naku untuk tidak takut. Kishore mengatakan bahwa ia percaya pada Naku hanya saja ia tidak bisa mengatakannya di depan semua orang. Kishore mencoba memberitahu Naku bahwa seseorang sedang bermain busuk dengannya. Naku berpikir mungkin itu adalah Supriya. Kishore ingin menceritakan tentang Kala tapi ia teringat ancaman Kala. Kishore mengatakan bahwa ia bersamanya dan memintanya untuk tidak takut.


Naku mulai membersihkan dan merapikan kamar Tuan Dutta. Saat dia mengangkat bantal ia menemukan sebuah pistol tergeletak di bawah bantal. Naku mengambilnya dan saat itu Dutta masuk. Naku tiba-tiba menjatuhkan pistol tersebut. Dutta mengejeknya karena Naku gemetar saat memegang pistol. “Kau telah memainkan permaianan besar padaku, lalu mengapa kau takut dengan pistol yang kecil itu? Dutta mengambil pistol itu dan melihat Naku memakai sindoor. Dutta memegang wajah Naku dengan kasar lalu mengatakan bahwa tidak ada dari impiannya yang akan terpenuhi. Kenapa kau memakai sindoor, memang kapan kita berbulan madu? Kau memang menjadi istri Dutta tapi aku sangat membencimu Naku.



n

Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 90



Episode dimulai dengan Badi yang mengingat kembali hari di mana Naku merasa bahagia.

Kala tidur di kamarnya sementara suaminya, Kishore sedang melakukan pooja. Kala terbangun dengan kesal dan meminta Kishore menghentikan pooja. Mereka berdua bertengkar. Badi pergi untuk melihat kondisi Naku dan ia menemukan Naku tertidur di depan patung Ganesha. Badi merasa sedih dan menanyakan pada Naku apa dari semalam a tidur di sana. Naku meminta ibunya untuk tidak mengkhawatirkannya. Ia mengatakan bahwa ia akan bahagia bersama Tuan Dutta. Badi merasa emosional dan segera memeluk putrinya itu. Ketiga  saudari muncul di sana dan kembali mengejek mereka berdua. Kala mengatakan pada Naku untuk tidak takut karena dia adalah istri Dutta tapi Badi harus takut karena dia adalah seorang pelayan. Rumah ini adalah penjara untukmu Naku dan akau tidak akan pernah membiarkanmu hidup di sini dengan damai. Setelah puas menghina ketiga saudari meminta Naku segera pergi ke kamar Dutta. Saat Naku akan mengetuk pintu, Baji menghentikannya. Baji mengatakan jika ia tahu bahwa Naku akan datang maka ia akan menyiapkan karpet merah untuknya. Naku meminta Tuan Baji untuk tidak berbicara padanya seperti itu. Lalu aku harus berbicara bagaimana pada seorang penghianat sepertimu Naku?


Naku mengatakan pada Baji bahwa memang benar ia mencintai Tuan Dutta tapi dia tidak akan melakukan hal buruk pada cintanya. Baji bertepuk tangan dan mengatakan pada Naku bahwa ia adalah seorang aktris, Baji mengatakan bahwa Dutta terus menghukum dirinya sendiri dan itu karena kamu Naku. Dan saat ini saya tidak tahu Dutta ada di mana. Naku terkejut. Baji mendapat telepon dan pergi meninggalkan Naku dengan marah.




n

Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 89



Episode dimulai dengan Badi yang meminta Naku untuk tidak menunjukkan kecantikannya pada Tuan Dutta dan tiba-tiba ketiga saudari datang ke kamar mereka dan menyuruh Naku untuk segera menemui Dutta. Badi memberikan nasihat pada Naku bagaimana menjadi istri yang baik. Badi juga meminta naku untuk membawa patung Ganesha karena itu akan membantunya dan memberinya kekuatan. Naku kemudian mengangkat tasnya tapi Kala memintanya berhenti. Kala mengatakan bahwa sekarang ia adalah istri dari Dutta dan pelayanlah yang harus membawa tas itu. Kala memerintahkan Badi untuk membawa tas Naku.

Saat akan memasuki pintu rumah Tuan Dutta, ketiga saudari meminta mereka berhenti. Mereka mengejek ibu Naku dan menyuruhnya pergi karena masih ada banyak pekerjaan di dapur. Naku kemudian pergi ke tempat di mana patung Ganesha berada. Naku mencurahkan perasaannya padanya.


Pagi harinya Badi khawatir dengan kondisi putrinya. Sementara Ganpat dan Serdji masih asyik tidur. Badi membangunkan Ganpat. Ganpat marah karena Badi membuyarkan ia yang bermimpi tentang uang. Kedua pasangan suami istri ini pun bertengkar.



n


Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 88



Episode dimulai dengan Dutta yang menyuruh Baji untuk memotong kepala siapa pun yang telah menghianatinya. Ibu Dutta mendengar perkataan Dutta tersebut. Baji pergi dan Dutta membalik badannya dan ia melihat ibunya berdiri di sana. Ibunya meminta Dutta untuk melepaskan rasa sakitnya. Dutta hanya mengucap maaf dan langsung pergi. Sementara Naku dan keluarga pergi ke kamar mereka. Naku mulai mengemasi pakaiannya. Ibunya bertanya apa yang ia lakukan. Naku mengatakan bahwa mulai sekarang ia akan tinggal di rumah Tuan Dutta. Naku meminta Serdji untuk menjaga orangtuanya. Badi dan Ganpat merasa emosional tapi Ganpat mencoba meyakinkan Naku untuk mengambil hati Tuan Dutta.

Salah satu bodyguard Dutta datang ke kamar Naku dan memberitahu Naku bahwa Tuan Dutta memanggilnya. Ganpat meminta Naku untuk menunjukkan  kecantikannya pada Dutta sehingga Dutta akan mencintainya. Naku merasa khawatir karena mungkin dia harus hidup selamanya dengan Tuan Dutta sehingga ia bingung bagaimana dia menyembunyikan kwajahnya yang sebenarnya darinya.


Naku khawatir Tuan Dutta akan menganggap itu sebuah penghianatan. Ibunya meminta Naku untuk tetap menyembunyikan kecantikannya dan jangan pernah mengungkapkannya pada Tuan Dutta. Lalu ketiga saudari datang ke kamar Naku.



n

Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 87



Episode dimulai dengan Dutta yang menghentikan keluarga Naku yang akan pergi menggunakan mobil Jeepnya. Dia berjalan menuju Naku dan mengatakan pada Naku apa yang terjadi dengan cintamu, Naku? Apa cintamu padaku sudah habis dalam waktu semalam saja? Permainanmu mungkin telah berakhir tapi permainanku bahkan belum dimulai. Dutta memakaikan mangal sutra di leher Naku dan mengatakan pada Naku untuk tidak menganggap itu mangal sutra karena itu adalah rantai yang akan mengikatnya. Dutta mengatakan bahwa ia akan menjadikan hidup Naku seperti di Neraka. Dutta menarik tangan Naku dan menyuruhnya masuk ke dalam mobil. Keluarga Naku juga ikut masuk ke dalam mobil sambil ketakutan.

Ketegangan terjadi pada anggota keluarga Dutta yang ada di rumah. Dutta datang dengan membawa Naku dan mengatakan pada semua orang bahwa mulai saat ini tidak ada yang boleh mencampuri urusan pribadinya dan tidak boleh ada yang menanyainya apa pun. Kalau ada yang melakukannya maka ia akan menjadi musuh terbesar Dutta. Dia kemudian mengatakan pada Naku bahwa rumah ini akan menjadi penjara baginya dan kamar mereka akan menjadi ruang penyiksaannya. Kalau sampai ia berani melarikan diri dari rumah ini maka dia akan menanggung akibatnya. Lalu Dutta berjalan pergi.

Sekarang Kala merasa senang karena Dutta membawa Naku kembali sehingga dengan begitu ia bisa menyiksa Naku. Kala juga senang karena mulai saat ini Dutta akan membenci Naku dan tidak akan pernah mencintai wanita lagi.


Dutta duduk dengan beberapa file di tangannya dan Baji datang ke sana. Dutta mulai membicarakan bisnis mereka tapi Baji mengatakan bahwa ia akan menangani semuanya dan Dutta tidak perlu khawatir akan hal itu. Dutta mulai emosi. Apa kau pikir aku sedang lemah saat ini? Baji kemudian mengatakan bahwa ada seseorang yang menghianatinya. Dutta memang sedang diliputi kemarahan, ia meminta Baji untuk memotong kepala penghianat mulai sekarang.



n

Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 83-86



Episode dimulai kembali dengan peristiwa Dutta yang menikahi Nakusha dengan paksa. Dutta memegangi leher Naku dan mengatakan bahwa itu bukanlah mangal sutra melainkan sebuah jerat. Dutta mengatakan bahwa ia akan membuat hidup Nakusha seperti di neraka. Badi (ibu Nakusha) berlutut dan memohon pada Tuan Dutta untuk memaafkan Naku. 

Naku berusaha mendekati ibunya tapi Dutta segera menyeretnya ke lantai atas. Banyak darah keluar dari telapak kaki Dutta karena pecahan kaca lampu yang jatuh sehingga telapak kaki Dutta yang penuh darah terlihat di lantai. Kemudian dia berdiri di lantai atas dan mengatakan pada semua orang bahwa Nakusha kini telah menjadi Nakusha Dutta Patil istri dari Dutta Sriram Patil. Ia meminta para tamu untuk makan dan menikmati pesta pernikahannya. Dutta ingin semua orang bergembira pada hari pernikahannya. Para tamu tidak boleh pergi sebelum makan dan menikmati pesta. 

Dutta membawa Naku ke kamarnya dan menutup pintu. Di kamar Dutta yang telah berantakan karena amukan Dutta sebelumnya ia mulai berbicara dengan Naku. Ia meminta Naku untuk mengatakan yang sebenarnya. Kapan kau mulai merencanakan semua ini padaku Naku? Apa sejak kau menyelamatkan nyawaku? Atau saat aku menceritakan masa laluku padamu? Aku tidak percaya betapa bodohnya aku karena bisa dikelabuhi oleh seorang wanita. Kau telah menghancurkan hidupku. Kau tahu bahwa cinta adalah satu-satunya kelemahanku, aku tidak bisa menerima penghianatan untuk kedua kalinya, karena itukah kau melakukannya Naku?

Di tempat lain Kishore (suami Kala), Sudrajat (suami Leela), dan Baji berkumpul. Sud mengatakan bahwa dari awal dia tidak ingin Naku tinggal di rumah itu tapi tidak ada yang mau mendengarkannya. Inilah hasilnya kalau kita bergaul dengan pelayan. Kishore justru membela Naku dengan mengatakan tidak mungkin Naku melakukan semua ini, dia tidak punya kemampuan untuk melakukan kejahatan besar seperti itu. Sementara Baji kembali mengingat bagaimana pertama bertemu dengan Naku sampai Naku tinggal di rumah itu dan bagaimana Naku berteman dengan Dutta. Baji pun ikut menyalahkan Naku atas semua yang terjadi pada Dutta.

Kembali ke Naku-Dutta di kamar. Naku duduk di lantai sambil menangis sementara Dutta terbaring di tempat tidur dengan sedih mengingat bagaimana Supriya berusaha meyakinkan dia kalau dia mencintainya dan ingin hidup bersamanya.

Kemudian adegan pindah ke 3 saudari jahat. Leela bertanya pada Kala apa yang akan kita lakukan selanjutnya, rencana kita gagal karena bukan mengusir Naku tapi Dutta justru menikahi Naku. Kala meminta Roop untuk mengambil minuman. Malam ini mereka akan merayakan kemenangan mereka karena berhasil menghancurkan hati Dutta. Kala mengatakan bahwa Nakusha hanya akan menjadi pengantin Dutta untuk satu malam saja dan besok pagi begitu Dutta sadar maka ia pasti akan mengusir Nakusha dan setelah itu Dutta akan membenci setiap wanita di dunia ini.

Di tempat lain tepatnya di dekat altar pelaminan Naku-Dutta tadi, ibu Naku dan ayah Naku serta adiknya Sertji duduk. Ganpat (ayah Naku) mengatakan bahwa seharusnya kita senang karena putri kita telah menjadi istri orang kaya. Mulai sekarang semua orang akan menghormatinya. Ia tidak akan jadi pelayan lagi dan akan tidur di kamar yang luas. Mendengar itu Badi marah. Kau ini ayah atau bukan, bagaimana bisa kau merasa senang saat anakmu menangis darah di sana.

Pagi harinya Kala masuk ke kamar Dutta dan membawa Naku yang masih duduk di lantai dengan sedih keluar. Dia meminta Naku dan keluarganya segera pergi sebelum Dutta bangun. Ganpat, Badi, Serdji segera bersiap-siap pergi. Namun Naku masih berdiri dan diam. Badi berusaha menarik tangannya tapi Naku menolaknya. Ibu aku tidak akan ke mana-mana karena sekarang aku adalah istri Tuan Dutta. Mendengar perkataan Naku semua orang kaget. Kala segera mendekati Naku. Kau bilang ini pernikahan? Dutta menikahimu karena dia tidak sadar, api itu menyala karena miras yang dituangkan Dutta, lalu tanda di keningmu ini (sambil menunjuk kening Naku) bukanlah bubuk suci tapi ini adalah darah Dutta. Lalu ini (sambil menarik mangal sutra dari leher Naku) bukanlah mangal sutra. Ini hanyalah rantai yang diikatkan Dutta ke lehermu. Ayo pergi!!

Sambil tangannya memohon Naku mengatakan pada Kala bagaimana kakak bisa melakukan ini padaku. Tuan Dutta telah menikahiku di depan semua orang. 

Kau bisa pergi dan membeli mangal sutra di pasar dan memakainya seumur hidupmu. Kau bisa hidup sebagai istri Dutta tapi di luar sana bukan di rumah ini. Sekarang ayo pergi!! 

Badi segera menarik tangan putrinya dan berjalan ke luar dari rumah itu. Saat di jalan Naku masih bersikeras untuk kembali ke rumah Dutta tapi Ganpat menamparnya. Melihat itu Badi marah bagaimana kau bisa menampar putrimu sendiri. Ya sudah kalau kalian berdua ingin kembali ke rumah itu silakan tapi aku dan Serdji akan pergi. Ganpat segera menarik Serdji tapi Serdji menolaknya dan memeluk ibunya. Aku ingin bersama ibuku. Tapi Ganpat terus memaksa Serdji untuk ikut dengannya. Ganpat dan Serdji pergi meninggalkan Naku dan Badi.

Sekali lagi Badi berusaha meyakinkan Naku untuk ikut pergi tapi Naku bilang ia tidak bisa melarikan diri seperti ini. Badi mengatakan pada Naku bagaimana kau akan kembali ke sana, Tuan Dutta sangat membencimu. Sampai kapan tuan akan membenciku ibu? Aku akan mengubah kebenciannya menjadi cinta, aku pasti bisa mendapat kepercayaannya lagi ibu.

Kembali ke rumah Dutta. Semua orang kecuali Dutta sedang duduk di meja makan. Namun tak ada yang ingin mulai sarapan. Kala berusaha untuk meyakinkan ibunya agar ia mau makan kemudian ia menuangkan segelas jus dan memberikan pada ibunya. Tiba-tiba Dutta berteriak memanggil nama Naku. Nakusha....

Dutta mulai berjalan turun ke lantai bawah dengan ekspresi marah. Dia menanyakan pada semua orang di mana Nakusha. Tidak ada satu pun yang berani menjawab. Akhirnya Kala mendekati Dutta dan mengatakan bahwa Nakusha dan keluarganya telah melarikan diri. Kala menunjukkan mangal sutra (rantai emas) dan mengatakan pada Dutta bahwa Naku meninggalkan itu. Dutta segera mengambil mangal sutra itu dari tangan Kala dan segera berjalan ke luar rumah.

Di tempat lain Ganpat dan Serdji kembali kepada Badi dan Naku. Badi, mana mungkin aku meninggalkanmu, bisa apa aku tanpa dirimu. Badi pun segera menarik tangan Naku dan mengajaknya segera pergi. Saat mereka akan melanjutkan perjalanan untuk pergi tiba-tiba sebuah mobil Jeep berhenti mendadak di depan mereka dan keluarlah Tuan Dutta dari Jeep tersebut. Semua orang tampak kaget dan ketakutan.

Di rumah semua orang tegang. “Sebenarnya apa yang istimewa dari gadis itu sehinggga Dutta mengejarnya? Ia bahkan tidak pantas mendapatkan kebencian dari Dutta. Sebenarnya apa yang terjadi pada Dutta?” tanya Sudrajat. “Entahlah apa yang diinginkan Dutta, kita sudah membuang sampah itu tapi Dutta justru ingin mengambilnya kembali,” kata Kala.

Dutta segera berjalan mendekati Naku dan menarik tangannya. Dutta mulai berbicara pada Naku. Apa yang terjadi dengan cintamu Naku? Dalam waktu semalam saja cintamu padaku habis. Permainanmu memang sudah berakhir Naku tapi permainanku bahkan belum dimulai. Dia kemudian mengeluarkan mangal sutra dan mengikatnya di leher Naku. Dia memegang tangan Naku dan memintanya masuk ke mobil. Badi meminta pada Dutta untuk membiarkan Naku pergi. Tuan, kebencianmu hanya akan membuatnya dan dirimu terbakar, biarkanlah kami semua pergi. Melihat ekspresi Dutta yang semakin marah Badi pun segera diam dan segera masuk ke mobil Dutta bersama Ganpat dan Serdji.

Selanjutnya: Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 87

Sebelumnya: Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 65-82



m

Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 65-82



Dengan bantuan Kala, Supriya dan Ravi berhasil kabur. Kala menyuruh orang memasang bom di mobil di mana ada Supriya palsu (jasad perempuan berpakaian seperti Supriya). Saat bom itu diledakkan Naku merasa kaget dan juga hancur hatinya. Ini adalah malam pernikahan tuannya dan calon pengantinnya telah meninggal dalam mobil yang meledak. Naku mengira bahwa itu adalah jasad Supriya.

Hati Dutta hancur melihat calon istrinya telah meninggal dan meminta Baji untuk mencari siapa pun yang telah membunuh Supriya. Setelah beberapa waktu Dutta menyadari bahwa jenazah itu bukanlah Supriya tapi orang lain. Kemudian Dutta mengetahui bahwa Supriya telah kabur dengan Ravi dan mereka berdua saling mencintai. Para pengawal Dutta berhasil menangkap Supriya-Ravi namun sosok yang wajahnya tidak ditampilkan telah menyelamatkan mereka berdua sebelum Dutta datang.

Dutta marah besar mengetahui semua itu, dia mengatakan bahwa yang kabur adalah orang lain tapi yang membantunya kabur adalh orang dalam rumah ini dan siapa pun yang sudah membantu mereka kabur adalah seorang penghianat dan ia tidak akan memaafkan penghianat tersebut. Ia menyuruh Baji untuk menemukan penghianat tersebut. Kala pun menyarankan agar mereka pergi ke kamar Supriya karena mungkin mereka akan menemukan petunjuk siapa ynag sudah membantu Supriya kabur.

Kala pun menjalankan rencana jahatnya untuk mengkambing hitamkan Nakusha. Ia menaruh surat yang ditulis leh Supriya atas permintaan Kala sendiri di laci lemari Supriya dan menunjukkan pada Dutta dan Baji seolah-olah ia baru saja menemukan surat itu. Dutta meminta Kala membacakan surat dari Supriya tersebut. Isi surat itu membuat hati Dutta marah besar karena dalam surat itu Supriya mengatakan bahwa ia tidak pernah mencintai Dutta dan selama ini dia hanya berpura-pura mencintainya. Bagaimana bisa ia mencintai seorang pembunuh seperti Dutta. Setiap Dutta menyentuhnya ia merasa jijik, ia bisa mencium bau jasad dari tubuhnya. Ia melihat jasad di setiap sudut rumah itu. Tidak akan ada wanita mana pun yang bersedia menjadi istri seorang pembunuh.

Dalam surat tersebut Supriya juga mengatakan bahwa Dutta seperti binatang dan ia akan mati dengan mengenaskan. Supriya tidak mau ikut menanggung dosa Dutta dengan menikahinya. Ia lebih memilih menikah dengan Ravi, meski tidak kaya tapi Ravi adalah orang yang baik. Yang lebih membuat Kala, Dutta, dan Baji tercengang adalah bagian akhir dari surat tersebut di mana Supriya menyampaikan terima kasihnya pada Nakusha yang telah membantunya kabur dari rumah tersebut dan semoga kebaikan selalu diberikan kepada Nakusha yang baik.

Kemarahan Dutta semakin menjadi, ia meneriakkan nama Nakusha. Dutta mendatangi Naku. Kala berkali-kali menampar Naku dan menanyakan bagaimana bisa ia menghianati Dutta. Naku terlihat bingung lalu Kala menunjukkan surat Supriya. Naku kaget karena Supriya menyebut namanya. Ia berusaha menjelaskan pada Duta bahwa ia tidak membantu Supriya melarikan diri. Ia bersumpah atas nama ibu dan adiknya Serjhi bahwa ia tidak mungkin menghianati Tuan Dutta. Ia bahkan tidak tahu bagaimana caranya bersikap curang.

Lalu Baji datang dengan 2 orang pria yang terlibat dengan peledakan mobil Supriya. Baji memukul mereka berdua dan menyuruhnya untuk mengatakan siapa orang yang telah menyuruh mereka. Keduanya tampak ketakutan sambil memandang Kala. Kala memberikan kode melalui matanya agar menyebut Nakusha. Kedua orang tersebut pun menyebutkan nama Nakusha. Duta mendatangi kedua orang tersebut dan menodongkan pistol. Dutta menanyakan pada mereka apakah nakusha mampu membayar mereka. Perhatikan baik-baik wajah Nakusha dan katakan yang sebenarnya siapa yang sudah menyuruh kalian.

Kedua orang tersebut tampak ketakutan. Melihat hal tersebut Kala mencoba meyakinkan Dutta bahwa Naku memang yang menyuruhnya. Dutta pun mempercayai kata-kata Kala. Dutta mendatangi Naku dan mengarahkan pistol ke kepala Naku. Bagaimana kau bisa melakukan ini padaku Naku? Aku menganggapmu sebagai temanku. Tuan sungguh aku tidak melakukannya, mana mungkin aku menghianati tuan, tuan sudah menyelamatkan saya dan tuan telah mempercayaiku dengan menceritakan masa lalu tuan kepadaku. Aku tidak bisa menghianati tuan. Aku lebih suka mati daripada menipumu. Aku tidak bisa menipumu. Kala mengatakan tutup mulutmu, kamu hanyalah seorang pelayan. 

Dutta bersiap menarik pelatuknya dan ibu Naku pun berteriak bahwa Naku tidak mungkin melakukannya karena Naku sangat mencintaimu Tuan Dutta. Dutta dan semua orang terlihat kaget mendengar kata-kata ibu Naku. Dutta tidak mempercayai apa yang di dengarnya dan dengan menodongkan pistol ke Naku lagi ia meminta Naku untuk mengatakan dengan mulutnya bahwa apa yang dikatakan ibunya tidak benar.

Aku memang mencintaimu tuan, aku sangat mencintaimu. Kala menyeringai dan kembali memainkan kata-katanya untuk menguasai Dutta. Oh, jadi kamu membantu Supriya kabur karena kamu mencitai Dutta. Kamu berharap kamu bisa menggantikan posisi Supriya dan menjadi istri Dutta. Leela dan Roop pun ikut berbicara. Apa kau tidak pernah melihat wajahmu di cermin, bagaimana mungkin Dutta mencintaimu dan bagaimana bisa kau bermimpi menjadi istrinya.

Dutta terus mengarahkan pistolnya pada Naku. Naku memegang ujung pistol tersebut dan menaruh kepalanya mendekati ujung pistol tersebut dan mengatakan pada Dutta: bila mencintai adalah suatu kesalahan maka saya siap untuk menaggung hukumannya. Dutta tampak kaget lalu dia menembakkan pistolnya ke atas berkali-kali dan membuat lampu gantung yang cantik jatuh, pecah berkeping-keping.

Dutta berjalan masuk ke kamarnya dengan marah lalu dia minum alkohol. Sementara Naku berteriak dari luar bahwa dia tidak berbohong, dia tidak pernah menghianatinya. Kala mencengkeram tangan Naku dan memintanya pergi. Ibu, ayah, dan adik Naku mengemasi barang-barang mereka. Mereka akan meninggalkan rumah tersebut. Sementara Naku masih berdiri sambil mengingat kembali bagaimana Tuan Dutta membelikannya kerudung dan boneka Teddy yang besar.

Saat Naku dan keluarganya hendak pergi Dutta yang mabuk sambil membawa sebotol miras menghentikannya. Ia berjalan mendekati Naku dan segera menyeretnya ke altar pelaminan. Kamu mencintaiku bukan, kalau begitu akan ku buat sejarah baru dalam hidup Dutta-Naku. Dutta meminta pendeta mambacakan doa pernikahan. Dutta memegang tangan Naku dan mengelilingi api suci. Kishor yang baik hati (istri Kala) berusaha menghentikannya, Ibu Dutta juga mencobanya dan kemudian Baji juga mencoba menghentikannya. Namun Dutta tidak bisa dihentikan. Akhirnya 7 putaran pun selesai. Dutta mengambil serbuk warna merah segenggam dan menyapukannya di kening Nakusha. 


Setelah itu ia meminta mangal sutra namun tak seorang pun memberikannya. Lalu ia pun melepas rantai kalung di lehernya dan menjadikannya sebagai mangal sutra. Ia mengikatnya di leher Naku dan mengatakan selamat datang di neraka. Ini bukanlah mangal sutra tapi ini adalah rantai yang akan membuatmu sulit bernafas. Naku diam sambil menangis sedih.



m

Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 38-64



Episode dimulai dengan More yang berduaan saja dengan Naku. Naku merasa ketakutan. More mendekatinya dan berusaha menciumnya tapi Naku memukulnya dengan kayu sehingga More terjatuh. Naku segera kabur. More bangkit dan memanggil anak buahnya karena mungkin mereka belum pergi jauh. Anak buah More melihat Naku kabur dan mengejarnya. Naku terus berlari hingga akhirnya sebuah mobil melaju dan akan meanbraknya. Orng di dalam mobil tersebut keluar dan ternyata dia adalah Dutta Bhau. Naku merasa sedikit panik melihat Tuan Dutta karena ia tidak memakai riasan hitam. Dutta ternyata tidak mengenali kalau itu Naku. Naku segera menyentuh kaki Dutta dan memintanya untuk menyelamatkannya dari orang-orang yang mengejarnya. Dutta melihat beberapa pria mendekatinya. Salah satu pria berusaha menyeret Naku tapi Dutta menendangnya dan Naku terdorong ke pelukan Dutta. Dutta meminta perempuan itu (Naku) untu masuk ke dalam mobilnya. Dutta sibuk menghajar anak buah More sampai semuanya ketakutan dan kabur. Dutta menengok ke mobilnya tapi perempuan yang ditolongnya (Naku) sudah tidak ada di dalam mobil.

Di rumah  Baji berbicara pada Badi menanyakan apa Naku sudah pulang karena dia tidak ada di pasar. Tiba-tiba Naku datang dengan memakai gupatta (kerudung) dan berusaha menyembunyikan wajahnya dari Baji. Badi melihat putrinya itu tanpa riasan hitam. Badi segera membawa Naku masuk. Badi merasa ada yang aneh karena Naku memakau gupatta jadi dia bertanya kau kenapa Naku. Naku mengatakan bahwa ia hanya kedinginan. Lalu Naku dan Badi pergi ke kamar mereka.

Badi bertanya pada Naku apa yang terjadi padanya. Naku menjelaskan bagaimana More menculiknya dan akan memperkosanya. Kemudian bagaimana ia kabur dan Tuan Dutta menolongnya dari anak buah More tapi Tuan Dutta tidak mengenalinya.

Pada malam hari Dutta minum alkohol. Di sana ada Baji juga. Naku datang dan melihat Tuan Dutta sedang minum alkohol. Ia meminta Dutta untuk  berhenti  minum. Dutta terus minum alkohol dan Naku mencoba menghentikannya lagi. Dutta mengatakan pada Naku bahwa ia menganggapnya teman tapi bukan berarti dia bisa mengaturnya dan bicara banyak padanya. Dutta marah dan mendorong Naku hingga kepalanya membentur pintu. Baji melihat pemandangan tersebut.

Naku pergi keluar dengan sedih. Kala merasa senang melihat Dutta memarahi Naku. Naku pergi ke dapur dan bertemu ibunya. Ibunya melihat luka pada kening Naku. Kala dan kedua adiknya pergi ke dapur dan melihat Naku yang sedang berbicara dengan ibunya. Dari situ mereka bertiga tahu bahwa Naku ternyata mecintai Dutta. Kala berpikir bahwa ia akan memanfaatkan kisah cinta segitiga ini. Dutta mencintai Supriya dan Naku mencintai Dutta.

Pagi harinnya Baji marah pada Dutta. Dutta tidak tahu alasan kenapa  sahabatnya tersebut marah. Baji pun mengingatkan Dutta apa yang telah dilakukannya pada Naku semalam saat mabuk. Baji mengatakan pada Dutta bahwa bagaimana bisa dia melukai seorang wanita. Mengingat hal tersebut Dutta segera mencari Naku. Dutta menarik tangan Naku dan membawanya pergi dengan mobilnya. Mereka pergi ke sebuah danau. Di tempat tersebut Dutta mengatakan cerita masa lalunya yang pahit pada Nakusha. 

Dia menceritakan bagaimana Dutta yang polos bisa berubah menjadi Dutta Bhau yang sekarang. Dulu Dutta tidaklah kaya, ia bersama Baji sahabatnya bekerja di sebuah bengkel. Dutta memiliki kekasih bernama Seema dan ingin menikahinya. Untuk itu ia bekerja siang malam mengumpulkan uang agar bisa membeli rumah untuknya dan Seema. Namun sayang ternyata Seema menghianatinya. Seema berselingkuh dengan atasan tempat Dutta bekerja. Seema juga menghina Dutta dengan mengatakan bagaimana bisa pria miskin seperti Dutta bermimpi mempunyai istri cantik seperti dirinya. Kata-kata Seema dan penghianatannya telah membuat luka yang dalam di hati Dutta.

Hingga Dutta memilih untuk terjun ke dunia gangster. Ia ingin mendapatkan banyak uang hingga dengan itu ia bisa menghancurkan segalanya. Dutta menceritakan pada Naku bagaimana ia pertama kali membunuh orang dengan pistolnya dan entah berapa banyak orang yang sudah ia bunuh ia pun tidak ingat. Di sini diceritakan bahwa Dutta pun membunuh pria yang menjadi selingkuhan Seema di hadapan Seema dan melemparkan banyak uang ke Seema. Sepanjang Dutta bercerita Naku hanya diam dan menangis seolah tahu penderitaan yang dialami Dutta akibat penghianatan Seema.

Nakusha meminta Dutta untuk memberi hidupnya kesempatan baru dengan menerima Supriya. Naku meminta Dutta untuk tidak menyembunyikan cintanya pada Supriya. Perlahan Dutta mulai jatuh cinta pada Supriya. Sementara Supriya justru telah jatuh cinta pada Ravi yang saat itu menjadi pengawal pribadi Supriya atas suruhan Dutta. Ravi meminta Supriya untuk berpura-pura mencintai Dutta sehingga mereka berdua akan aman dan mereka bisa melarikan diri dari Dutta. 

Naku pada akhirnya tahu tentang hubungan Supriya-Ravi karena Naku memergoki mereka saat hendak kabur. Namun karena Naku tahu bahwa Tuan Duttanya mulai menyukai Supriya maka ia pun memberi kesempatan pada Supriya dan tidak memberitahu Dutta tentang hubungannya dengan Ravi. Naku tidak ingin tuannya yang ia cintai merasakan sakitnya penghianatan kembali. Supriya menyetujui dan dia berjanji tidak akan kabur lagi.


Kalavati yang jahat mengetahui kisah cinta Supriya dan Ravi dan ia membantu mereka untuk kabur pada malam pernikahannya. Kala memang menginginkan Dutta menderita dan ingin membuatnya tidak percaya lagi dengan cinta (alasan kebencian Kala pada Dutta belum dijelaskan).



n

Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 37



Episode dimulai dengan Baji yang sedang berbicara di telepon dan Naku juga sedang berdiri di sana. Baji meminta Naku untuk membawakan teh. Ia juga meminta Naku untuk tidak bersedih karena Dutta. Dutta memang suka sendiri. Baji meminta Naku untuk membeli hadiah untuk Dutta saja. Naku merasa senang mendengar saran Baji itu. Lalu mereka pergi ke pasar. Baji memberi Naku nomor teleponnya dan dia mengatakan bahwa ia akan kembali menjemputnya setelah 2 jam.

Naku pergi ke toko bunga. Ia membeli sebuah buket bunga. Ia merasa ada seseorang yang mengikutinya. Naku memutuskan untuk pergi dari sana dan sampai di tempat sepi. Tiba-tiba ada sesorang yang menutup wajahnya. Naku pingsan dan saat tersadar ia menemukan dirinya dalam keadaan terikat dan mulut diplester dan orang yang ditakutinya pun muncul, Malmal More, si inspektur polisi jahat. Naku sangat ketakutan.


More meminta Naku untuk membersihkan wajahnya dan mengganti pakaiannya dengan sareeyang ia berikan. Ia akan kembali datang bila Naku telah selesai. Naku bersembunyi dengan ketakutan. Di luar pintu, More menunggu dengan tidak sabar. Ia bertanya apa Naku sudah selesai tapi Naku tidak menjawabnya karena itu ia memutuskan masuk. Naku segera mengganti pakaiannya buru-buru. More terpesona saat melihat wajah Naku yang cantik. Ia meminta semua anak buahnya untuk pergi dan membiarkan ia berdua bersama Naku.




m

Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 36



Episode dimulai dengan Leela yang tersinggung dengan ucapan Kala yang mengatakan bahwa dia tidak sepintar dirinya. Kala dan Leela saling menatap. Roop memecahkan es diantara keduanya untuk menghentikan ketegangan antara Kala dan Leela. Kala meminta kepada kedua adiknya itu untuk mengawasi semua orang. Sementara di kamar Supriya, Dutta sedang berbicara berdua dengan Supriya. Dutta menanyakan pada Supriya apa yang salah dan mengganggunya. Bila Supriya tidak mengatakannya maka ia tidak tahu apa yang salah dan bila Supriya mengatakan apa yang mengganggunya maka ia bisa menyelesaikan masalahnya itu. Supriya merasa ragu antara mengatakan kebenaran perasaannya pada Dutta atau tidak.

Supriya  tidak mengatakan apa pun, ia malah mulai menangis. Dutta menjadi kesal sehingga ia melemparkan bantal dan mengenai lampu di samping tempat tidur Supriya lalu keluar. Pengawal Supriya (Ravi) masuk ke kamar Supriya dan menutup pintu. Saat Ravi melihat lampu yang rusak ia merasa kesal.

Di kamar keluarga Naku tinggal, Ganpat mengatakan bahwa mungkin Supriya tidak mencintai Tuan Dutta. Mungkin Supriya menikah karena dipaksa. Ganpat mulai membandingkan Dutta dengan More. Dutta itu seperti More, kalau dia menyukai seorang wanita maka ia akan menikahinya dengan paksa. Naku tentu tidak terima mendengar kata-kata ayahnya tersebut. Ia membela Dutta dan marah pada ayahnya. Kemudian Naku pergi meninggalkan ruangan.

Naku kemudian pergi ke kamar Tuan Dutta. Baji ada di sana dan menyuruh Naku untuk pergi. Naku kembali turun dan duduk di lantai menunggu Tuan Dutta keluar sehingga ia bisa berbicara dengannya.  Naku tertidur di sana. Dan baru terbangun keesokan harinya. Ia berpikir bahwa Dutta mungkin sudah pergi. Ia kembali ke kamar Dutta tapi tidak menemukannya.


Semua keluarga Dutta berkumpul untuk sarapan tapi Dutta tidak terlihat di sana. Ibu Dutta menanyakan pada Baji di mana Dutta. Baji mengatakan bahwa Dutta berangkat kerja lebih awal pagi ini. Ibu Dutta bertanya mengapa ia membiarkan Dutta pergi sendirian.  Baji mengatakan bahwa Dutta sedang ingin sendirian.

Selanjutnya: Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 37


m