Wednesday, August 9, 2017

Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 134




Episode dimulai saat mata Dutta sedang mencari Naku, Dutta menyadari seseorang di belakangnya dan Dutta langsung membunuhnya karena itu adalah anak buah Ana. Ana mendengar keributan dan melihat ke lantai atas tapi tidak melihat apa pun jadi dia mengabaikannya dan kembali menikmati tarian.

Dutta terus mencari Naku. Dia mengingat mimpinya di taman bunga bersama Naku dan kucapan Naku dalam mimpinya “Tuan, aku Nakusha, aku tidak cantik tapi sangat mencintaimu”.  

Nakusha berdiri di depan cermin, dia mengingat beberapa kali mencoba memberitahu Dutta tentang kebenarannya dan hari ini dia khawatir bila dia muncul di hadapan Dutta dengan wajah aslinya. Naku menyerahkan semua keputusan pada Tuhan.

Suba yang duduk di sebelah Ana melihat Ana dengan sedih. Dia mengingat hari di mana Ana memakaikan bubuk suci di keningnya dan istri pertama Ana muncul dengan berkata, “Suba Laksmi, hari ini kau menghapus sidoor utamaku dan di saat bersamaan juga lahir anakku. Dia akan menunjukkan kenyataan dan kau akan mengingatkanku saat dia meninggalkanku dan menjadikan orang lain sebagai istrinya”. Ana melihat ke Suba dan bertanya kenapa dia masih di sini. Ana meminta Suba untuk pergi menjemput Naku. Suba pergi menuju ke kamar Naku.

Dutta terus mencari Naku ke semua ruangan. Dutta mendengar Naku memanggilnya tuan, Dutta menoleh. Naku berkata bahwa Dutta butuh waktu lama untuk datang. Dutta berjalan ke arah Naku tapi Nku menghilang karena itu ternyata hanya khayalan Dutta saja. Dutta merasa gelisah. Dia berjalan dan dua anak buah Ana melihatnya. Dutta menghajar mereka berdua dengan tangannya. Dutta mendengar suara Naku lagi, mendatanginya dan berusaha menyentuhnya tapi Naku menghilang lagi. Dutta menggenggam tangannya dan berkata, “Hei Naku, kau ada dimana?”

Naku duduk di sebuah ruangan dengan sedih, kemudian Dutta juga masuk ke ruangan tersebut. Dutta mencari ke sekeliling ruangan dan memanggil nama Nakusha. Nakusha mendengarnya dan segera berdiri mencari Dutta. Dutta melihat Naku di hadapannya.


n

Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 133



Episode dimulai dengan Ana dan Suba Laksmi (Subu) menikmati tarian para penari. Ana membayangkan bahwa salah satu dari para penari itu adalah Nakusha yang cantik. Ana mendekati penari yang dia bayangkan sebagai Nakusha itu. Subu menyadari apa yang dibayangkan Ana dan dia meminta Ana dan para penari berhenti menari dan menghentikan perayaan itu dan jangan membuang waktu. Subu meminta Ana untuk melenyapkan Naku karena kematian Naku akan menjadi kematian Dutta sehingga dia tidak perlu membunuh Dutta karena Dutta akan meninggal dengan sendirinya. 

Ana merasa bahwa istrinya sedang memarahinya karena cemburu. Ana tahu bahwa kehidupan Dutta ada pada hati Naku tapi dia sekarang tidak ingin melenyapkan Naku. Ana berkata bahwa jika kau ingin melenyapkan kambing maka jangan memotong kakinya tapi langsung saja lehernya. Jadi An amelakukan sedikit perubahan dalam rencananya. Ana tidak akan melenyapkan Naku  tapi dia akan menikahi Naku. Suba sangat terkejut mendengar rencana suaminya itu dan dia teringat kata-kata pendeta bahwa Suba tidak punya hak atas apa yang terjadi nanti karena semua terjadi atas kehendak Tuhan. Suba juga teringat ucapan Ana bahwa setiap doa Suba untuknya tidak akan sia-sia. Ana akan menganggap Tuhan sebagai saksi bahwa di halaman rumahnya dia akan menikahi Nakusha. 

Suba bertanya kenapa Ana melakukan ini padanya. Ana berkata, “Kau adalah Subu, kau menguasai hatiku dan kau akan selalu begitu tapi dia ingin melakukan sedikit permainan”. Untuk melemahkan Dutta, Ana ingin menjadikan Naku miliknya. Ana tidak ingin membuang-buang waktu lagi karena Dutta pasti sudah ada dekat dengannya. “Hei Subu, hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kita, jangan kesal dan menangis. Ya, pernikahan ini hanya sebuah permainan, permainan untuk memberi Dutta penderitaan. Sekarang beritahu aku satu hal, setelah aku menikah denganmu apakah aku pernah mengingat istri pertamaku? Tidak pernah kan. Kau tahu kenapa? Karena aku sangat mencintaimu. Kau duduk saja sekarang!”

Ana meminta anak buahnya untuk memanggil pendeta dan segera membawanya padanya. Ana kembali berkata pada istrinya, “Subu, hari ini hari ulang tahun pernikahan kita, bolehkah aku memberitahumu sesuatu? Tolong jangan kau pedulikan hari ini, kau santai saja, aku tidak ingin melihat air matamu menetes. Aku hanya ingin Naku dan satu hal yang harus kau mengerti dengan baik hari ini dan seterusnya. Aku pasangan hidup kalian berdua. Itulah hidup”.

Di luar rumah Ana, Baji dan Dutta masih bersembunyi di balik pohon. Baji mengatakan pada Dutta bahwa dia yang akan mengurus anak buah Ana yang ada di hadapan mereka saat ini. Baji dan Dutta berjabat tangan dan kemudian Baji pergi.

Nakusha di kamar duduk dan berdoa pada Tuhan untuk melindungi Dutta karena dia adalah orang yang baik. Naku yakin bahwa Dutta akan menang dan sangat percaya itu.
Baji melepas satu tembakan ke atas untuk mengecoh anak buah Ana. Dua anak buah Ana pergi menuju asal suara tembakan itu. Baji bersembunyi dengan merayap ke semak-semak. Sekarang Dutta punya kesempatan untuk masuk ke dalam rumah Ana. Baji kemudian juga berhasil masuk ke rumah Ana. Ana sedang duduk menyaksikan tarian. Dutta sudah ada di dalam rumah Ana. Satu anak buah Ana melihatnya dan Dutta menghajarnya. Dutta melihat An asedang duduk menikmati tarian. Saat itulah Dutta mengingat film yang dikirimkan Ana padanya yang mengundangnya untuk datang menemuinya dan bagaimana Ana menjadikan Naku sebagai orang-orangan sawah. 

Mata Dutta terus mencari keberadaan Naku tapi tidak melihat Naku di antara para penari. Saat mata Dutta sedang mencari Naku, Dutta menyadari seseorang di belakangnya.



k

Tuesday, August 8, 2017

Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 132



Episode dimulai dengan Suba yang menyeret Naku dan melemparkannya ke lantai, Suba berjalan pergi dan mengunci Naku di sebuah kamar. Naku berdiri dan menatap dirinya di cermin. Kemudian Naku teringat bagaimana reaksi More saat melihat wajahnya yang cantik. Hal yang sama juga terjadi pada Ana setelah melihat wajahnya yang sebenarnya. Suba kembali masuk ke tempat Naku dengan membawa pewarna hitam untuk wajahnya. Naku mulai berbicara, “Apa yang kau pikirkan?Itu semua adalah rencana suamiku? Dutta sangat berani, dia tidak akan pernah menggunakan istrinya untuk menjebak musuhnya”. “Aku membantu Ana karena aku mencintainya”, jawab Suba. Naku membalas dengan berkata, “Aku juga sangat mencintai suamiku, apapun yang aku lakukan karena aku mencintainya. Sebelum melihat wajah cantikku, Ana menyebutku kerbau tapi setelah melihat wajah cantikku dia tidak bisa melepaskan pandangannya dariku”. Suba mengatakan bahwa Ana melihatnya bukan karena kecantikannya tapi karena dia terkejut saja. 

Naku kembali berkata, “Ibuku selalu mengatakan bahwa laki-laki yang menginginkan istri orang lain akan sia-sia, apa yang terjadi dengan Duryudana saat dia berani melihat Drupadi dan apa yang terjadi pada Rahwana saat dia berani menginginkan Sinta? Semuanya binasa”. Suba berusaha memahami perkataan Naku kemudian berkata pada Naku bahwa suaminya telah datang dan akan segera ada kehancuran, mari kita lihat siapa. Suba kemudian berjalan pergi meninggalkan Naku sendiri. Naku sangat khawatir melihat dirinya sendiri, kecantikannya merupakan rintangan terbesar dalam hidupnya, Naku berharap itu tidak menghancurkan hidup Dutta.

Ana terus memikirkan Naku. Suba mendatanginya dan tersenyum seolah tidak ada yang terjadi. Ana bertanya pada istrinya, “Dari mana kau? Pesta akan segera dimulai dan semua tamu telah tiba”. Suba duduk terdiam.


Baji dan Dutta bersembunyi di balik pohon dan menyusun serangan. Baji menawarkan diri untuk menembak orang-orang tapi Dutta menghentikannya dan mengingatkannya bahwa Naku ada bersama Ana, bila saat ini mereka menyerang, Ana mungkin akan menyakiti Naku. Dutta kemudian memberitahu Baji rencananya. Dutta menyelinap dan masuk ke ruanagan di mana Naku yang cantik juga berada di sana.



m


Monday, August 7, 2017

Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 131



Episode dimulai dengan Ana yang terkejut saat membuka penutup wajah Naku karena dia melihat wajah cantik di hadapannya. Ana terus terpesona menatap wanita cantik itu. Dia kemudian bertanya pada pelayan di mana Naku dan siapa wanita cantik di hadapannya itu. Pelayan memberitahu Ana bahwa Naku dan wanita cantik itu adalah orang yang sama, dia sendiri yang telah memandikannya. Ana tidak percaya, bagaimana bisa wanita gelap mandi dengan susu kemudian menjadi cantik dan putih. Naku menjadi sangat tegang. Ana mengulurkan tangannya pada Naku untuk membantunya turun. Naku mengabaikan tangan Ana dan memilih berpegangan pada tandu untuk turun. Ana terus menatap Naku tanpa berkedip. Ana meminta istrinya untuk datang dan melihat Naku.

Istri Ana yang masih duduk segera berdiri dan mendekati Ana. Betapa Suba juga terkejut saat melihat wajah sesungguhnya Nakusha dan tiba-tiba dia teringat perkataan pandit, “Apapun yang terjadi semuanya karena keinginan Rama”. Suba melihat suaminya tidak bisa melepaskan pandangannya dari Naku dan merasa cemburu sekaligus khawatir. Suba segera mengatakan pada Ana bahwa ini mungkin adalah permainan Dutta untuk menjebak mereka dan memintanya untuk hati-hati.

Ana berkata, “Jika ini memang permainan Dutta maka ini adalah permainan yang indah dan dia ingin melihatnya”. Ana terus menatap Naku takjub dengan kecantikannya. Suba mengingatkan Ana bahwa banyak yang terjebak karena wanita cantik seperti Naku. Ana terus menatap Naku. Suba memegang tangan Naku dan berjalan pergi dari tempat itu dengan terburu-buru.

Sementara di luar Dutta dipukuli oleh anak buah Ana. Salah satu anak buah Ana meminta Dutta mengangkat tangannya dan duduk di tanah. Dutta berpura-pura mengikuti perintahnya, duduk di tanah dan mengambil dua senjata dari sakunya dan langsung membunuh semua anak buah Ana yang ada di sekelilingnya. Dutta kembali berjalan, seorang pria mengarahkan pistol padanya. Dutta mencoba menembak orang itu tapi ternyata Dutta kehabisan peluru. Lalu datanglah Baji yang menembak pria itu. Dutta melihat Baji dan tersenyum. Baji berkata pada Dutta, “Kau tidak bisa melakukan ini sendirian, Naku adalah temanku juga”. Dutta kembali tersenyum.


Baji memberitahu dutta bahwa Ana mengundang para penari di pesta ulang tahun pernikahannya. Lalu keduanya tersenyum licik. Baji mengatakan bahwa dia punya rencana untuk itu. Dutta tersenyum lagi.

Selanjutnya: Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 132


k

Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 130




Episode dimulai dengan Kala yang merasa tertekan setelah mengetahui Dutta memutuskan untuk menyelamatkan naku. Dokter menyarankan kala untuk istirahat dan memberinya resep obat. Ibu Dutta meminta resep obat itu dan mengatakan bahwa dia akan membelinya dan meminta Kishore menjaga Kala. Saat dokter dan ibu Dutta pergi, Kishore mulai mengejek kejahatan Kala yang gagal. Kishore mengatakan pada Kala bahwa bila dia menghabiskan begitu banyak waktu untuk menjebak orang lain maka itu akan membahayakan kesehatannya. Sebenarnya Kisore tidak bermaksud mengejek istrinya, dia hanya ingin menyadarkan istrinya lebih baik menggunakan waktunya untuk belajar membuat Kachori. Kala bertanya pada Kishore, “Kau mengejekku, bagaimana bisa kau menjadi suami yang buruk?” Kishore giliran bertanya pada Kala, “Kapan kau memperlakukanku seperti suami?” Dengan mata berkaca-kaca dan tatapan sedih dia bertanya pada Kishore apa dia sudah tidak mencintainya lagi. Kishore bergerak menjauhi Kala. Kala berkata lagi, “Apa kau tidak bisa duduk bersama istrimu selama beberapa menit?” Kishore mengatakan pada Kala bahwa yang dia lakukan sudah terlambat dan pergi meninggalkan Kala. Kala berkata pada dirinya sendiri bahwa bila saatnya telah tiba, Kishore akan menderita.

Naku mengucapkan selamat pada Suba atas ulang tahun pernikahannya. Suba memberikan baju baru pada Naku dan bertanya padanya  mengapa dia menikah dengan Dutta. Naku menjawab bahwa itu adalah hukuman dari Tuan Dutta karena Tuan Dutta berpikir dia telah menghancurkan pernikahannya. Lalu giliran Naku yang bertanya mengapa Suba menikahi Ana. Suba mengatakan bahwa dia telah menghancurkan pernikahan pertama Ana dan kemudian menikah dengannya. Naku kaget. Suba merasa malu dengan apa yang telah dilakukannya dan segera meminta pelayannya untuk memandikan Naku.

Naku di bawa ke sebuah ruangan di mana di sana sudah siap dengan semangkuk besar susu putih. Salah satu pelayan melepas pakaian luar Dutta yang dikenakan Naku. Mereka membuat Naku duduk dan mulai menuangkan susu  di atas kepala Naku. Naku mulai cemas. Naku teringat kata-kata Dutta ynag membenci kecantikan. Para pelayan memandikan Naku menggunakan susu itu. Semua warna hitam di kulit Naku luntur semua.

Sementara pada saat yang sama Dutta sedang mengemudikan Jeepnya untuk menyelamatkan Naku. Dutta berhasil sampai di wilayah Ana. Dutta menyelinap masuk ke rumah Ana. Dua orang melihat Dutta dan mulai menembakinya. Dutta bersembunyi dan tiba-tiba sudah ada di belakang dua anak buah Ana itu. Dutta mencekik keduanya dengan tangannya.

Ana dan istrinya duduk menikmati pesta perayaan ulang tahun pernikahan mereka. Ana menerima telepon dari anak buahnya bahwa Dutta telah datang. Ana menatap istrinya dan berkata, “Anak ini memiliki banyak keberanian rupanya, dia berani memasuki wilayahku, tapi dia tidak tahu bahwa hanya ada satu jalan keluar di sini, jalan yang langsung mengantarnya ke kayangan tapi sebelum itu aku perlu menyambut Nakusha. Dia akan datang dengan tandu dan Dutta akan datang dengan kuda.


Tandu yang membawa Naku telah tiba di hadapan Ana dan istrinya. Ana ingin melihat Naku. Dia berjalan mendekati tandu dan mengatakan bahwa mungkin Dutta akan merasa terhina melihat wanita ini. Dutta pasti tidak ingin memeluk wanita hitam seperti Naku. Ana pelan-pelan membuka penutup wajah Naku. Ana merasa terkejut melihat wanita cantik di hadapannya bahkan Ana tidak  mampu memalingkan pandangannya darinya.



k

Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 129




Episode dimulai dengan Dutta memutuskan untuk pergi menyelamatkan Nakusha. Badi sedang berdoa untuk keselamatan Naku. Dutta melihat Badi berdoa dan memutuskan untuk pergi tapi Badi menghentikannya. Badi mengatakan pada Dutta bahwa dia akan berdoa pada Tuhan ketika putrinya kembali. Badi memberi Dutta tanda merah di dahinya dan pergi.

Kala melihat Dutta pergi untuk menyelamatkan Naku. Kala membayangkan Kishore akan mentertawakannya. Kala merasa sangat hancur sehingga dia bersumpah bahwa dia akan membalas dendam dan mengatakan bahwa tidak ada yang bisa mengalahkannya.

Naku duduk di meja makan dan Suba memintanya untuk makan karena sejak dia datang dia belum makan apapun. Kau yakin suamimu akan datang lalu kenapa kau tidak makan? Naku mengatakan bahwa dia tahu mengapa dia di bawa ke tempat itu, supaya Ana bisa menjebak Dutta untuk datang, tapi aku lebih baik membunuh diriku sendiri sehingga dia tidak perlu datang ke sini untuk menyelamatkanku dan membahayakan nyawanya sendiri. Aku tidak ingin dia mendapat masalah.

Suba berkata, “Suamimu adalah musuh suamiku dan aku ingin suamiku yang menang, bukankah kamu menginginkan suamimu juga menang?” Naku mengatakan, “Kamu lebih tua dariku tapi yang aku tahu hanya tuanku tidak pernah melakukan sesuatu yang salah. Kau telah mendukung kesalahan suamimu dan kau akan bertobat untuk itu. Suba khawatir dengan kata-kata Naku itu dan Suba mencoba menjelaskan pada Naku bahwa suaminya mengatakan padanya bahwa dia mempercayainya, kepercayaan adalah hal yang paling penting dalam sebuah hubungan, jika tidak ada kepercayaan dalam sebuah hubungan maka hubungan akan gagal.

Ana memanggil anak buahnya dan memberitahu mereka bahwa Dutta akan datang. Dia akan mengajak Dutta bermain catur dengannya dan setiap Dutta kalah dia akan menembaknya, Dutta kalah lagi maka dia akan menembaknya lagi sampai dia berakhir. Naku merasa cemas. Naku berjalan dan mengingat saat-saat di hutan bersama Dutta. Ana-Suba duduk berdua merayakan ulang tahun pernikahan mereka. Ana menceritakan pada istrinya bahwa dia akan membuat pesta perayaan. Istrinya bertanya pesta apa. Ana mengatakan pada istrinya bahwa dia berencana melakukan upacara pernikahan Dutta-Naku, memeri kesempatan mereka berbulan madu dan kemudian membunuh Dutta. Dutta akan langsung pergi ke atas, ke kayangan.

Suba meminta seorang pandit untuk membaca masa depan Ana. Pandit meminta Suba untuk mengingat Dewa Rama. Suba mengajukan pertanyaai yang dia inginkan. Suba merasa ada sesuatu di mata Naku yang mengguncang keyakinanya. Suba merasa dia telah melakukan kesalahan  karena memisahkan Dutta-Naku dan dia khawatir Ana akan membayarnya untuk itu. Dia ingin Ana yang menang.


Pandit meminta Suba menempatkan jarinya pada doha untuk tahu jawaban dari pertanyaannya. Suba pun melakukannya. Pandit membacakan jawabannya bahwa yang akan terjadi seperti yang Rama inginkan. Pandit meminta Suba berdoa pada Rama karena dia tidak akan bisa berbuat apa-apa untuk mencegahnya.



k

Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 128




Episode dimulai dengan Suba Laksmi yang mengatakan pada Naku bahwa dia selalu ingin bertemu denganmu karena aku ingin tahu apakah ada seseorang sepertiku yang kebaikannya telah menyelamatkan suaminya. Istri seorang gangster harus lebih tangguh daripada gangster itu sendiri sehingga dia bisa menghapus semua perbuatan buruk suaminya dengan perbuatan baiknya”. “Pengabdianku telah menyelamatkan nyawa suamiku sampai saat ini,” lanjut Suba Laksmi.  Naku merasa kaget dengan kata-kata itu dan memikirkannya. 

Suba kembali berkata bahwa nanti hanya akan ada satu orang yang bertahan menjadi istri tapi aku yang mengendalikan situasi karena sekarang kamu tahanan di sini dan ada perangkap untuk Dutta. Naku merasa khawatir dan mengingat kembali waktu yang dihabiskannya bersama Dutta di hutan. Suba bertanya apakah Naku takut. Naku mengatakan bahwa dia tidak tahu bagaimana caranya berbicara tapi aku selalu berdoa untuk tuanku dan aku hanya ingin tuanku datang dan membawaku dari tempat ini, tapi aku juga tidak ingin dia terluka karena aku. Tapi aku tahu bahwa Tuhan akan membuat segalanya menjadi benar. Suba tersentuh mendengar ucapan Naku itu.

Lalu muncul adegan di mana Dutta sedang berbaring di ranjang memikirkan kata-kata Kala dan Jagtap sementara Naku sedang berdoa pada Tuhan. Kala sedang duduk di depan cermin dan Kishore datang. Kala mengatakan pada Kishore bahwa dia sering memberinya sebuah cerita dan kali ini dia yang akan memberikan sebuah cerita padanya. “Kau pernah mendengar cerita tentang seorang wanita yang bertanya pada cermin siapa yang paling cantik dari semua wanita yang ada, sekarang aku juga akan bertanya pada cermin siapa yang paling kuat”.  “Apa kau dengar Kisore kalau dia menjawab Kalavati? Kishore, Dutta tidak akan menyelamatkan Naku”.

Kemudian adegan bergeser pada Dutta yang sedang mandi. Pikiran Dutta benar-benar dalam dilema antara kata-kata Kala dan Jagtap. Dutta mengingat mimpinya di taman bunga bersama Naku. Tiba-tiba dia mendengar ponselnya berbunyi. Dutta awalnya tidak ingin mengangkatnya tapi akhirnya dia memutuskan mengankatnya. Suara Ana pun terdengar dari ponsel Dutta. Ana bertanya pada Dutta kenapa dia belum datang untuk menyelamatkan istrinya, apa dia ingin istirahat dulu. Ana mengatakan pada Dutta bahwa dia telah membuat film hindi action karena dia tahu kalau Dutta tidak suka film romantis dan dia telah mengirimkan film itu padanya.

Lalu muncul seorang pelayan Dutta yang memberitahu Dutta bahwa ada kiriman paket untuknya. Dutta segera mengambil paket itu dan membukanya. Dutta memutar CD itu di laptopnya. Dalam CD itu Dutta melihat Ana memberitahunya bahwa waktu itu dia sedang buru-buru menculik istrinya sehingga tidak bisa berlama-lama menemuinya. Bila mau, Dutta bisa datang menemuinya. Lalu muncul film di mana Naku yang masih belum sadar terikat seperti orang-orangan sawah. Dutta terlihat marah melihat itu. Kemudian Naku sadar dan memanggilnya. Dutta juga melihat bahwa Naku mengatakan pada Ana bahwa dia akan menderita bila Dutta telah datang karena Dutta akan membunuh semua anak buahnya. Untuk itu berdoalah agar dia tidak datang. Ini adalah keyakinan dari seorang istri kepada suaminya. Dutta tersentuh mendengar ucapan Naku itu dan hampir menitikkan air mata.

Dutta berdiri di depan cermin. Melihat mangal sutra ada di atas meja. Dutta teringat bagaimana dia memakaikan mangal sutra itu secara paksa pada Naku dan bagaimana Naku mengembalikan itu padanya. Dutta mengambil mangal sutra itu dan mengikatnya di tangannya. Lalu Dutta melihat dupatta Naku yang digunakan Naku untuk mengikat luka tangannya saat di hutan. Dutta mengambilnya dan mengikatnya di tangan yang sama dia mengikat mangal sutranya. Dutta akhirnya memutuskan bahwa dia akan pergi menyelamatkan Naku.


Dutta mengambil pistol dan keluar dari kamarnya dengan amarah penuh. Di aula dia berhenti sebentar di depan patung Ganesha dan ingat saat Naku berdiri di sana untuk mendoakannya. Kemudian Dia bertemu Baji di sana. Baji mengatakan pada Dutta bahwa dia akan menemaninya tapi Dutta mengatakan bahwa itu akan jadi perjuangannya sendiri lalu dia pergi keluar rumah.



j

Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 127




Episode dimulai dengan Badi yang memohon pada Dutta untuk menyelamatkan putrinya tapi Dutta justru membuang senapannya. Badi dan Baji kaget. Kala tersenyum senang. Dutta tanpa bicara berjalan menuruni tangga.

Ana mengikat Naku yang masih pingsan dan menjadikannya sebagai orang-orangan sawah. Naku tersadar dan terus memanggil Dutta. Ana yang sedang bermain catur dengan istrinya mengarahkan pandangannya ke Naku. Naku menatap Ana dan terkejut. Ana berjalan menuju Naku dan berkata Hallo. Ana memberitahu Naku bahwa dia dan Dutta bagaimanapun  adalah teman yang sangat dekat. Kamu pasti bertanya-tanya mengapa saya mempunyai ide untuk membuat kamu seperti orang-orangan sawah. Ana mulai berjalan ke arah camera recordernya dan mulai merekam pesan untuk Dutta.

Ana kemudian berjalan ke seorang wanita yang sedang duduk membelakangi Naku. Wanita itu menoleh ke arah Naku. Naku terkejut karena wanita itu adalah wanita yang memberi Dutta dan dirinya persembahan saat ada perayaan di jalan waktu itu. Ana memperkenalkannya pada Naku bahwa wanita itu adalah istrinya yang bernama Suba Laksmi. Naku masih kaget sementara Ana dan istrinya melanjutkan bermain catur. Suba Laksmi berkata pada suaminya, “Jika kamu memenangkan satu pertandingan catur ini bukan berarti kamu telah menenangkan seluruh dunia”.

Ana melanjutkan merekam Naku dengan cameranya dan mengatakan bahwa dia telah menjadikan istri Dutta sebagai orang-orangan sawah. Sekarang aku akan mengelupas kulit Dutta dan menjadikannya tambola dan menggunakannya untuk bermain. Naku berteriak marah, “Kau akan menderita Ana, bila tuanku datang ke sini maka dia kan menghabisimu. Dia akan membunuh semua anak buahmu. Itu adalah keyakinan dari seorang istri pada suaminya.”.

Istri Ana terus mengawasi Naku. Ana mendekati Naku dan berkata, “Jadi, apa Dutta sangat mencintaimu? Itu bagus, sangat bagus”. Istri Ana menarik perhatian Ana kembali ke permainan catur mereka dengan mengatakan check and mate. Ana bertanya pada istrinya bagaiaman kejadiannya? Istrinya menjawab, “My king in front of yours”. Dia mengatakan lagi pada suaminya bahwa Ana selalu seperti ini, menyukai hal-hal kecil. Aku memintamu untuk menculik istri Dutta agar bisa menjebak Dutta, dan sekarang apa yang kau lakukan? Kau tampaknya senang dia ada di sini dan melupakan tujuan akhir kita. Kenapa kau menyakitinya (Naku)? Dia bukanlah tujuan kita. Suba Laksmi oergi mendekati Naku, melepaskannya, dan membawanya ke dalam rumah. Naku menatapnya dan kaget dengan sikapnya.

Di rumah, Dutta duduk di bar dan terus mengingat kata-kata Kala. Dutta mencoba menuangkan minuman ke gelasnya dan perasaannya sangat gelisah. Dutta meletakkan gelasnya dan berjalan mondar-mandir. Badi datang memohon pada Dutta tanpa bicara karena Badi hanya melipat tangannya sambil menangis. Di sisi lain Dutta melihat Kala yang menggelengkan kepalanya menandakan bahwa dia meminta Dutta untuk tidak menyelamatkan Naku. Dutta benar-benar terjebak antara Badi dan Kala.

Dua wanita pelayan Suba Laksmi membawa Naku ke dalam rumahdan meninggalkannya di sebuah ruangan tempat melakukan pooja. Suba Laksmi datang dan meminta Naku untuk duduk. Salah satu pelayan datang dengan membawa makanan. Suba Laksmi meminta Naku untuk makan. Naku duduk terdiam dan tidak mengambil makanan itu.


Suba Laksmi  bertanya pada Naku apakah dia yakin suaminya akan datang untuk menyelamatkannya? Naku masih duduk diam saja. Suba meminta Naku untuk melakukan pooja Thali dan berdoa kepada Tuhan untuk kemenangan suaminya. Naku mengambil Thali dan berdoa pada Tuhan. Suba mengambil Thali lainnya dan berkata pada Naku, “Sekarang kita lihat lampu siapa yang akan mati, aku selalu ingin bertemu denganmu karena aku ingin tahu apakah ada seseorang sepertiku yang kebaikannya telah menyelamatkan suaminya. Selama ini kebaikanku telah menyelamatkan suamiku. Istri seorang gangster harus lebih tangguh daripada gangster itu sendiri”. Naku merasa kaget dengan kata-kata itu dan memikirkannya.



m

Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 126



Episode dimulai dengan Kala yang mencoba mempengaruhi Dutta agar dia tidak menyelamatkan Naku. Kala menunjukkan foto-foto pernikahan Supriya-Ravindra dan surat yang ditulis Supriya untuk Naku yang berisi ucapan terima kasih mereka pada Naku sehingga mereka bisa lepas dari Dutta dan bisa menikah. Kala menanyakan pada Dutta mengapa dia mencoba menghancurkan dirinya sendiri dengan menyelamatkan Naku? Dutta bingung anatara pikiran dan hatinya. Dutta melihat Kala dan mengingat saat Naku diculik. Kala bertanya pada Dutta apa dia masih ingin menyelamatkan nyawa Naku. Dutta tidak menjawab, dia keluar ruangan.


Baji dan anak buahnya yang telah siap menyerang Ana menunggu Dutta di luar ruangan. Dutta keluar, dia masih memikirkan kata-kata Kala tadi. Badi datang ke Dutta dan memohon padanya untuk menyelamatkan putrinya. Dutta berjalan. Baji dan anak buahnya mulai mengikuti Dutta. Tiba-tiba saja Dutta membuang senapannya.. Baji merasa kaget karena hal itu. Kala tersenyum penuh kemenangan sementara Badi menangis.



m


Sunday, August 6, 2017

Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 125



Episode dimulai dengan Dutta yang tersadar dari pingsannya dan mengingat bahwa Ana dan anak buahnya telah menculik Naku. Dutta marah dan mengatakan bahwa dia akan mengeluarkan usus Ana dan menjadikannya makanan untuk anjingnya sendiri.

Di rumah, semua orang sudah siap menyambut Dutta-Naku, kecuali Kala-Roop yang tidak antusias. Kishore mengejek Kala dengan mengatakan bahwa Dutta-Naku akan segera sampai, apa dia tidak ingin menyambut mereka. Mobil Dutta dan anak buahnya sudah sampai rumah. Salah satu pelayan masuk rumah dan memberitahu ibu Dutta bahwa Tuan Dutta sudah sampai tapi dia terlihat tidak sehat. Ibu Dutta mengatakan itu wajar karena dia baru saja datang dari pertempuran tapi setelah dia berada di rumah dia akan segera sehat. Dutta masuk dan pelayan mulai melemparkan bunga ke arahnya. Dutta tidak senang dengan hal itu dan menjatuhkan bunga-bunga. Semua kaget. Baji muncul di belakang Dutta.

Badi bertanya di mana Naku mengapa tidak kelihatan. Baji mengatakan bahwa Naku diculik Ana. Semua orang kaget. Badi menjatuhkan piring yang dipegangnya. Badi-Ganpat berpelukan dan ketakutan. Serdji yang sedang makan berlari memeluk ibunya. Kala tersenyum licik. Badi bertanya mengapa semua itu terjadi pada putrinya. Serdji bertanya mengapa saudara perempuannya di culik, apa mereka akan membunh saudara perempuannya. Dutta berteriak tidak... Dutta berkata bahwa tidak akan terjadi apa-apa pada Naku. Dia kemudian meminta Baji mengumpulkan seluruh anak buahnya dalam waktu 5 menit. Baji segera menelepon anak buahnya dan meminta mereka semua berkumpul dalam waktu 2 menit.

Dutta kembali mengingat bagaimana Ana menyerangnya dan dia menjadi marah. Semua anak buah Dutta dan Baji berkumpul dengan membawa senjatanya masing-masing. Dutta juga sudah siap dengan senapannya. Dutta meminta setiap anak buahnya harus membunuh 5 anak buah Ana bila tidak maka Dutta akan membunuh mereka. Semua anak buah Dutta mengatakan mereka siap mati untuk Dutta. Kala masuk diantara mereka. Dutta meminta Kala pergi dan tidak melihat semua itu tapi Kala memaksanya bahwa dia ingin berbicara. Dutta bilang bahwa ini bukan saatnya untuk mereka berbicara. Kala bilang bahwa itu hanya sebentar. 

Dutta masuk ke sebuah ruangan sambil membawa senapannya dan Kala mengikutinya. Dutta bertanya ada apa. Kala kemudian berkata seharusnya aku yang bertanya ada apa denganmu Dutta? Kau ingin pergi mempertaruhkan nyawamu demi gadis penghianat itu? Mungkin kau lupa Dutta dan perlu diingatkan. Kala membawa sebuah amplop coklat dan mengeluarkan isinya. Isinya adalah foto-foto Supriya yang tengah menikah dengan Ravindra. Lihat ini Dutta, apa kau lupa bagaimana gadis itu membantu Supriya. Kala memperlihatkan semua foto itu pada Dutta. Dutta mengingat kembali kejadian Supriya kabur dan pernikahannya dengan Naku. Kalau kau masih ragu maka lihat surat ini Dutta (surat dari Supriya). Aku akan membacakan untukmu “Naku terima kasih kau telah membantu kami. Kalau bukan karena bantuanmu kami tidak akan bisa lepas dari Dutta, kami akan mengabarimu bila ada kabar baik lagi”.



n

Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 124



Episode dimulai dengan malam yang telah tiba dan mereka semua memutuskan untuk berhenti dan istirahat. Mereka berhenti di warung kopi dan minum kopi. Dutta mengambil dua gelas dan memberikannya satu pada Naku yang masih duduk di Jeep. Mereka berdua minum kopi mereka masing-masing. Baji melihat mereka berdua dan tersenyum. Mereka semua kemudian melanjutkan perjalanan.

Pagi harinya di rumah, Ibu Dutta, Kishore, dan para pelayan sibuk memasang dekorasi bunga untuk menyambut Naku-Dutta. Kala melihat dengan kesal. Baji sibuk memasak di dapur, dia bahkan tidak ingin pelayan lain membantunya. Dia ingin memasak makanan untuk menantunya sendiri, ibu Dutta melihat Badi dan tersenyum. Kala merasa tegang membayangkan Dutta akan membawa Naku ke rumah. Roop mengatakan pada Kala bahwa ibunya telah berubah dan mereka tidak tahu apa yang terjadi antara Dutta-Naku di hutan.

Baji mengatakan pada Dutta-Naku bahwa mereka akan segera sampai. Naku-Dutta saling menatap dan terlihat sedih karena mereka akan berpisah. Saat itu di jalan mereka melihat perayaan yang menghalangi mobil mereka. Baji meminta mereka agar memberi jalan mobilnya karena kalau harus menunggu mereka itu sangat lama. Baji meminta semua anak buahnya turun dan menyuruh mereka minggir. Salah satu seorang perempuan mendekati Jeep mereka dan meminta mereka untuk ikut ke kuil dan berdoa bersama mereka karena bagi pasangan itu bisa membuat mereka tidak terpisahkan. Baji meminta Dutta untuk tidak pergi karena dia telah menghadapi banyak bahaya akhir-akhir ini. Dutta mendengar kata-kata perempuan itu dan mengatakan bahwa dia akan menerima persembahannya. Perempuan itu memberikan beberapa sendok susu pada tangan Dutta dan Naku. Mereka berdua meminumnya dan kemudian Dutta melihat Naku mengusapkan tangannya  pada rambut sehingga Dutta juga melakukan hal yang sama seperti Naku lakukan.

Di rumah, ibu Dutta memberi Badi saree baru untuk dipakai menyambut Naku dan menantunya. Badi merasa senang. Ibu Dutta juga memberikan baju baru untuk Ganpat. Badi bilang kalau Ganpat akan senang memakai baju baru. Kala merasa semakin kesal sementara Kishore tersenyum senang. Tiba-tiba Ganpat datang dalam kondisi mabuk bersama dua orang pria. Salah satu pria mengatakan bahwa Ganpat mengambil hutang pada mereka atas nama Tuan Dutta sebesar 5 Laks untuk minum dan berjudi. Badi merasa malu dengan tingkah suaminya itu. Ibu dan Kishore merasa kaget sementara Kala tersenyum dan mengatakan pada ibunya bahwa ayah menantunya adalah seorang pemabuk. Kishore membela Naku bahwa Naku berbeda dengan ayahnya.

Badi membawa Ganpat ke kamarnya dan mengatakan pada Ganpat apa yang dia lakukan. Ibu Dutta baru saja mengakui Naku sebagai menantunya, Naku baru akan mendapatkan sedikit kebahagiaan dan dia telah menghancurkannya. Ganpat merasa senang bahwa Ibu Dutta telah menerima Naku sebagai menantunya yang berarti bahwa hujan uang akan terjadi padanya. Ganpat mengatakan pada Badi bahwa dia akan minta maaf pada ibu Dutta. Ganpat menemui ibu Dutta dan meminta maaf, semua yang dia katakan tadi karena pengaruh minuman jahat itu katanya. Ibu Dutta meminta Ganpat untuk berjanji tidak minum lagi. Ganpat pun berjanji tidak akan minum lagi. Kala kesal dengan ibunya karena memaafkannya dan berjalan pergi. Roop mengikuti Kala pergi.

Baji dan anak buahnya memarkir mobil mereka dan semua orang turun. Dutta-Naku berjalan di antara orang-orang yang melakukan perayaan itu. Perempuan tadi kemudian memberikan persembahan pada Baji dan anak buahnya. Mereka semua makan persembahan tersebut. Dutta mengikuti di belakang Naku yang berjalan. Dutta dengan ragu ingin memegang tangan Naku, saat dia akan memegang tangan Naku, Naku berjalan pergi tanpa tahu kalau Dutta mencoba memegang tangannya. Kemudian Dutta merasakan pusing. Baji juga merasakan hal yang sama, semua anak buahnya juga. Baji mengambil pistol dan memanggil Dutta tapi pistolnya jatuh karena kepalanya sangat pusing. Dutta yang juga pusing menoleh ke Baji, Dutta mengingat perempuan yang tadi memberinya persembahan dan menyadari bahwa pasti perempuan itu menambahkan sesuatu dalam persembahan itu sehingga mereka semua pusing. Baji dana anak buahnya jatuh pingsan. Orang-arang Ana yang ada di perayaan itu terus mengamati Dutta dan yang lainnya. Dutta mencari Naku dan mengkhawatirkannya. Naku juga mengalami pusing dan mencari Dutta. Dutta berusaha menjulurkan tangannya ke arah Naku dan Naku berusaha meraih tangan Dutta tapi kemudian seseorang membawa Naku menjauhi Dutta. Dutta terjatuh dan pingsan.


Ana dan anak buahnya datang ke tempat Dutta, Baji, dan anak buahnya pingsan. Salah satu anak buah Ana membawa Naku yang juga pingsan. Ana meminta Dutta untuk bangun karena ini adalah pertemuan mereka yang sudah lama mereka tunggu. Dutta membuka mata dan melihat Ana dan anak buahnya mengelilinginya. Dengan susah payah Dutta mencoba bangun. Dia berhasil bangun meskipun terhuyung-huyung. Dutta mencoba memukul Ana tapi meleset dan jatuh ke arah anak buah Ana. Dutta mencoba memukul Ana lagi tapi meleset lagi dan jatuh ke anak buah Ana lagi. Anak buah Ana mendorong Dutta dan Dutta terjatuh. Dia tidak kuat berdiri lagi. Salah satu anak buah Ana mengeluarkan pistol dan meminta Ana untuk segera membunuh Dutta tapi Ana mengatakan padanya untuk tidak buru-buru. Dia akan menyiksa Dutta dulu dengan menculik istrinya dan dia yakin bahwa Dutta akan datang untuk menyelamatkan istrinya itu dan saat itu dia baru akan membunuh Dutta dengan tangannya sendiri. Ana dan anak buahnya pergi. Salah satu anak buah Ana memanggul Naku yang pingsan dan membawanya pergi. Dutta samar-samar melihat mereka membawa Naku pergi. Dutta jatuh pingsan lagi. Saat dia tersadar dia sangat marah.



m

Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 123



Episode dimulai dengan Dutta-Naku yang telah keluar dari hutan. Dutta mengingat ucapan Jagtap bahwa dia tidak bisa keluar dari hutan itu karena hutan itu telah membuatnya jatuh cinta. Dutta mengatakan pada Naku bahwa hutan telah membuat hatinya tenang dan dia sekarang merasa takut keluar dari hutan dan menghadapi dunia luar.

Dutta menunjukkan pada Naku arah jalan ke rumah. Dutta mulai berjalan namun pikirannya di tempat lain. Naku berjalan agak jauh di belakangnya. Dutta menutup matanya dan dia mulai mengingat kata-kata Jagtap yang menanyakan padanya sejauh mana dan sampai kapan dia akan berlari karena penghianatan yang diterimanya. Dalam bayangan Dutta muncul Seema dan Supriya yang telah menghianatinya. Mereka mentertawai Dutta. Dutta berlari menjauhi mereka, dia terus berlari dan ucapan Jagtap terus terngiang di telinganya, “Sampai kapan dan sejauh apa kau akan berlari Dutta? Saat cinta sejatimu datang maka kau tidak akan mampu berlari”. Dutta membuka matanya dan dia melihat telah berada di taman bunga, dia melihat Naku. Naku menarik tangannya dan membawanya mendekati taman bunga. Naku memetik satu tangkai mawar merah dan memberikannya pada Dutta sambil berkata padanya bahwa aku adalah Nakusha, aku tidak cantik tapi aku sangat mencintaimu. Nakusha berjalan pergi meninggalkan Dutta sambil tersenyum. Dutta melihat Naku duduk sambil tersenyum dan mencoba mendekatianya, dia memegang dupatta Naku dan Naku yang tidak melihat Dutta berjalan pergi. Dupatta Naku yang di pegang Dutta pelan-pelan lepas dari tangan Dutta. Dutta melihat Naku berdiri sambil melihat batang sebuah pohon. Dutta melihat ke batang pohon itu dan tertulis namanya di pohon itu. Dia menyentuh nama itu. Naku memegang tangan Dutta dan kemudian pelan-pelan melepaskannya. Dutta membuka mata dan tersadar bahwa semua tadi hanya ada dalam bayangannya saja.

Naku yang berdiri di belakang Dutta sedang berdebat dengan dirinya sendiri untuk menunjukkan wajah sebenarnya pada Tuan Dutta atau tidak, setelah ini mereka akan berpisah dan dia tidak ingin menipunya. Naku melihat ada sungai dan mendekatinya bermaksud membersihkan mukanya dan memperlihatkan wajah aslinya pada Dutta tapi tiba-tiba Dutta memanggil namanya. Naku-Dutta saling menatap. Tiba-tiba muncul mobil Baji dan anak buahnya diantara Dutta dan Naku. Baji merasa senang menemukan mereka dan dia memeluk Dutta. Baji mengatakan bahwa apa yang akan ia lakukan tanpa Dutta. Dutta senang melihat Baji tapi matanya terus tertuju pada Naku yang juga terus menatap Dutta. Baji kemudian melihat Naku dan mendatanginya, Baji mengatakan terima kasihnya pada Naku karena terus ada bersama Dutta, bila Naku meminta nyawanya pun ia akan memberikannya.

Baji menelepon ibu Dutta dan memberitahunya bahwa dia sudah menemukan Dutta. Ibu meminta untuk berbicara dengan Dutta. Dutta mendengarkan ibunya yang berbicara namun matanya fokus pada Naku. Ibu Dutta saat sedang menelpon Dutta dia melihat Badi dan Serdji datang kemudian menanyakan pada Dutta tentang Naku. Dutta mengatakan bahwa Naku sehat dan dia bersamanya sekarang. Ibu Dutta menyampaikan hal itu pada Badi. Badi dan Serdji merasa senang. Ibu Dutta meminta mereka segera pulang dan akan menyambut mereka dengan pesta.

Ibu Dutta dan Badi terlihat senang. Mereka saling menyuapi Ladoo. Kishore meminta Kala untuk makan itu juga. Kala merasa tidak senang dengan itu. Badi mengatakan bahwa dia akan memasak makanana kesukaan Dutta. Ibu Dutta meminta Badi untuk tidak melakukannya karena memasak adalah tugas pelayan dan bukan Badi. Dia juga mengatakan bahwa setelah Naku kembali dia akan menyerahkan semua urusan rumah tangga pada Naku. Kala dan Roop terlihat kesal mendengar kata-kata ibunya itu.

Ibu Dutta memberi Kala Ladoo tapi Kala menolaknya. Ibu Dutta mengingatkan Kala akan janjinya bahwa dia akan menerima Naku sebagai istri Dutta. Kala menyerah dan menerima Ladoo itu.

Anak buah Dutta menggendong Dutta karena merasa senang. Dutta hanya diam melihat anak buahnya melakukan itu tapi matanya tetap ke arah Naku. Anak buah Dutta menurunkannya dan pergi masuk ke mobil sementara Baji masuk ke mobil Jeep. Dutta dan Naku saling menatap. Dutta kemudian membuka pintu belakang mobil Jeepnya dan mengulurkan tangannya pada Naku untuk membantunya naik. Naku memegang tangan Dutta dan naik ke Jeep. Dutta-Naku duduk berseberangan. Mereka sesekali saling menatap namun tanpa berbicara sepatah kata pun di perjalanan. Baji yang menyetir Jeep melirik ke arah mereka berdua sambil tersenyum.



m