Tuesday, December 15, 2015

Pilkada Aman di TPS 20 Gunungsaren

   Pada tanggal 9 Desember pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) digelar serentak di seluruh daerah di Indonesia termasuk di Desa Gunungsaren, Trimurti, Srandakan Kabupaten Bantul. Sejak Selasa (8/12) semua warga Desa Gunungsaren sudah mendapatkan surat undangan dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) guna turut andil memberikan suara pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bantul di TPS yang sudah ditunjuk.
    Pada pilkada tahun 2015 ini di Kabupaten Bantul ada 2 pasangan calon yang memperebutkan kursi bupati dan wakil bupati. Di nomor urut pertama ada pasangan Suharsono-Abdul Halim yang diusung Partai Gerindra, PKB, PKS, dan Demokrat sedangakan pada nomor urut 2 ada pasangan  Sri Surya Widati-Misbakhul Munir yang diusung PDIP dan Partai Nasdem.
    Di TPS 20 Desa Gunungsaren terdapat 343 orang yang terdaftar sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan mendapat undangan untuk menggunakan hak suaranya pada pilkada 2015 ini. Menjelang pukul 07.00 WIB beberapa warga sudah mulai berdatangan. Alasan harus segera berangkat kerja atau berdagang bagi sebagian orang membuat mereka datang lebih awal agar mereka tidak kehilangan kesempatan untuk memberikan suara mereka. Hal ini menunjukkan antusias mereka dalam memilih pasangan calon bupati dan wakil bupati yang akan memimpin Kabupaten Bantul 5 tahun mendatang.
    Proses pemungutan suara selesai pada pukul 13.00 WIB yang kemudian langsung dilanjutkan dengan proses penghitungan suara. Ada 4 saksi yang bertugas di TPS 20 ini yang mengawasi keseluruhan jalannya pilkada dari awal sampai akhir. Dua saksi dari kandidat nomor urut 1 dan dua saksi dari kandidat nomor urut 2.
     Seperti yang dikatakan Ambar selaku salah satu petugas KPPS di TPS 20 pada Kamis (10/12) bahwa dari 343 DPT ada 206 orang yang menggunakan hak suaranya dan terdapat 137 orang yang tidak menggunakan hak suaranya dan dari 206 orang yang menggunakan hak suaranya ada 195 surat suara yang sah dan ada 11 surat suara yang tidak sah. Kandidat nomor urut 2 unggul dengan perolehan 108 suara sedangkan nomor urut 1 mendapat 87 suara.
     Meskipun beberapa pemilih tampak antusias memberikan suara mereka namun angka golput pun cukup tinggi. Walau demikian secara keseluruhan pilkada 2015 di TPS 20 ini berjalan aman, jujur dan lancar sesuai harapan Supriyanto selaku Ketua KPPS di TPS 20 Desa Gunungsaren. Tidak ditemukan kecurangan di TPS 20 ini baik berupa adanya pemilih ganda ataupun money politics dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bantul yang berlangsung tanggal 9 Desember kemarin.

 Citizen Journalism Tribun Jogja Edisi 15 Desember 2015

Thursday, December 10, 2015

Berlibur Gratis ke Negeri K-Pop

  
  
Judul                : Jalan-Jalan ke Korea dengan Gratis  
Penulis             : Mutiara Hikma Mahendradatta & Intan Carizdone
Penerbit           : Laskar Aksara
Cetakan           : Februari, 2015
Tebal               : 124 Halaman
ISBN               : 978-602-1137-33-8 

   Pesona Negeri K-Pop memang tiada habis-habisnya menghipnotis masyarakat Indonesia maupun dunia. Baik dari segi budaya, bahasa, drama,  musik, teknologi hingga pariwisata mampu membuat para traveller dari negara lain terpesona dan bermimpi suatu hari bisa jalan-jalan ke sana untuk berwisata. Namun bagi masyarakat Indonesia yang tidak mempunyai banyak dana tentu tidak mudah untuk mewujudkan mimpi jalan-jalan ke Korea. Banyak yang berpikir bahwa jalan-jalan ke Korea pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
      Buku Jalan-Jalan ke Korea dengan Gratis ini akan memandu para traveller yang  bermimpi untuk jalan-jalan ke Korea dengan biaya murah bahkan sampai gratis. Buku ini berisikan tentang cara-cara yang dapat dilakukan untuk mewujudkan mimpi jalan-jalan ke Korea tanpa biaya. Berbagai tempat wisata di Korea yang bisa dipilih oleh para treveller disuguhkan dalam buku ini dilengkapi dengan gambar dan foto-foto yang mampu membuat pembaca membayangkan keindahannya.
      Keindahan alam di Korea yang sangat tersohor dan mempesona membuat siapa saja yang mempunyai jiwa traveller ingin berkunjung ke Korea. Melalui buku ini penulis mencoba membagikan cara-cara untuk bisa berwisata gratis ke Korea, mulai dari cara mendapatkan tiket gratis, memilih penginapan murah dengan berbagai fasilitas tambahan gratis sampai hunting tiket gratis untuk masuk destinasi wisata di Korea Selatan. 
       Salah satu cara untuk jalan-jalan ke Korea dengan gratis adalah dengan mengikuti kuis, biasanya kuis gratis ke Korea ini dari organisasi KTO (Korean Organization Tour) yang menawarkan wisata gratis ke Korea dengan meng-cover biaya akomodasi dan biaya hidup selama di Korea. Bagi yang menyandang status mahasiswa, ada cara lain yang bisa ditempuh bila ingin ke Korea dengan gratis. Salah satunya adalah mendaftar program pertukaran pelajar ke kampus-kampus yang menawarkan beasiswa pertukaran pelajar. Pemerintah Korea sedang gencar-gencarnya menjaring mahasiswa exchange dengan beasiswanya yang lumayan besar, sebesar 8-10 juta rupiah per bulan (halaman 13-14).
      Mencari tempat wisata di Korea juga harus disesuaikan dengan musim karena negeri ginseng ini menawarkan festival yang berbeda tiap musimnya. Korea Selatan mempunyai 4 musim yang terdiri dari musim semi, panas, gugur, dan dingin. Di musim semi beberapa tempat wisata yang bisa dipilih adalah Stasiun Gyenghwa yang selalu ramai dikunjungi wisatawan, Seopjikoji di Pulau Jeju dengan pemandangannya yang sangat indah, Boseong yang merupakan daerah penghasil green tea, dan The Garden of Morning Calm.
      Di musim panas bisa melihat matahari terbit di Seongsan dan menikmati Pantai Hyeopjae yang terletak di Pulau Jeju atau Cheongdo Bull Fighting Festival yang mirip dengan adu ayam atau adu sapi di Indonesia. Pulau Nami yang menjadi lokasi shooting drama “Winter Sonata” menjadi destinasi wisata yang dapat dipilih ketika memilih berlibur ke Korea pada musim gugur. Pada musim dingin destinasi wisata yang tidak boleh terlewatkan adalah Gunung Seorak, Bangwhasuryujeong di Suwon Hwa Seong, dan salju di Gunung Taebaek yang menjadi lokasi ski terbaik di Korea Selatan.
      Sebelum mengatakan I’m  ready to go ada beberapa hal yang harus dipersiapkan mulai dari persiapan dokumen seperti paspor, visa, tiket pesawat dan rencana perjalanan. Selain itu perlu tahu tips dan trik penting yang bisa digunakan ketika tinggal di Korea seperti cara naik transportasi umum baik subway maupun bus yang menggunaka T-Money untuk pembayarannya.
       Untuk yang beragama Islam tak perlu khawatir untuk mencari makanan halal di Korea. Di Korea sudah banyak restoran yang menjual makanan halal untuk wisatawan muslim. Itaewon yang merupakan daerah di wilayah Seoul adalah salah satu tempat yang paling tepat untuk mencari makanan halal dengan mudah (halaman 62). Tak hanya makanan halal saja yang mudah ditemukan di sana, masjid pun bisa dengan mudah dijumpai di Korea. Sebab di Korea juga ada beberapa masjid besar dan mushola Indonesia. Beberapa diantaranya adalah Masjid Al-Mujahidin di Incheon, Masjid Al-Fatah Dusil di Busan, dan Mushola Al-Falah Guro di Seoul.
     Gaya bahasa penulis yang cukup santai membuat buku ini mudah dipahami. Buku ini dapat dibaca oleh siapa saja yang ingin jalan-jalan ke Korea dengan biaya murah bahkan sampai gratis. Buku ini juga disertai kata-kata bahasa Korea yang sering digunakan oleh turis sehingga dapat digunakan sebagai panduan para traveller yang tidak fasih berbahasa Korea. 

Peresensi: Tanti Endarwati, Pecinta baca buku yang tinggal di Yogyakarta