Wednesday, January 17, 2018

Sinopsis Serial India Chandra Nandini Episode 23




 Episode dimulai dengan pertarungan di medan perang yang masih berlangsung. Di medan perang, Chanakya berada di atas bukit. Kakak-kakak Nandini berusaha menghalangi adiknya untuk ikut bertempur melawan Chandra. Sementara Chandra tampak berhasil mengalahkan Padmanand. Dia menyerangnya hingga terjatuh. Nandini berteriak "Ayahhhhhhh……." Begitupun dengan Dananand. Chandra mengarahkan pedang berniat untuk membunuh Padmanand, pedang hampir sampai ke lehernya tiba-tiba seseorang meniup terompet tanda matahari sudah terbenam yang artinya perang harus berakhir untuk hari ini. Padmanand tersenyum licik. Nandini dan kakak-kakaknya masih merasa sangat khawatir dengan Chandra yang hampir membunuh ayah mereka. Chandra bilang "Hari ini takdir menyelamatkan hidupmu, tapi tidak untuk besok, bersiaplah dengan segala persiapan untuk kematianmu, sampai jumpa besok". Dia menengok ke arah Nandini kemudian pergi.

Nandini mendorong semua kakaknya, dia loncat ke atas kuda kemudian mengejar Chandra, dia melayangkan pedang sambil berteriak "Chandraaaaguuuuupta….."  Chandra berhasil menghindari serangan Nandini. Dia menengok dan berbalik arah menatapnya. Nandini berkata "Kau melukai ayahku dan Guruku, sekarang aku akan membunuhmu". Chandra bilang "Aku sudah memperingatkanmu aku akan membunuh seluruh keluargamu, kembalilah, matahari sudah terbenam kita akan beetemu lagi besok dan aku tidak akan menyerang seorang wanita". Nandini berkata "Kau pengecut, kau mencari alasan dan berusaha untuk lari dariku, kau tidak punya kualitas sebagai seorang laki laki." Chandra sangat marah mendengar hinaan Nandini padanya. Kakak-kakak Nandini membawa Nandini untuk kembali.

Di perkemahan, Chandra mengingat ingat ucapan Nandini. 
Chanakya melihatnya dan merasa khawatir, Chanakya meminta semua pelayan untuk meninggalkan mereka berdua. Chandra berkata "Hari ini aku hampir berhasil membunuh Nand". Chanakya bilang "Lihatlah keluar sana, semua merasa berhutang dengan kekuatanmu, dan besok kita akan mnyerang dengan rencana baru, Magadh sudah menjadi rencana kita, jika kau menang kau akan menjadi Raja, setelah bertahun-tahun Bharat akan punya seorang Raja yang berkualitas. Masa depan dari Bharat, hanya dari kau kita punya harapan Raja yang setia. Sekarang kau harus melanjutkan keturunan dari keluargamu."

Chandra berkata "Helena dan Aku?" Chanakya bilang "Tidak, Helena adalah seorang Yunani, Bharat tidak akan menerima anakmu darinya dan untuk kebaikan dari Maurya kau harus punya keturunan dari Ratu Dhurdara".
Chandra bilang "Itu tidak mudah, dia adalah temanku". Chanakya bilang "Kau harus lakukan itu malam ini".

Nandini mengobati luka-luka Padmanand, dia merasa sedih, air matanya jatuh di dada Padmanand. Nand berkata "Kau adalah kekuatanku Nandini, tidak ada rasa sakit yang akan manjatuhkanku tapi air matamulah sumber rasa sakitku, serangan Chandra tidak membuatku terluka tapi air matamu yang membuatku terluka, Chandra dan siapa pun yang bersamanya , mereka harus membayar semua ini ". (Aduh, kadang-kadang si bapak ini so sweet juga….)

Nandini berkata pada ayahnya "Besok dia akan mati di tanganmu, itu sudah pasti ". Malyketu marah karena kekalahannya "Kau pengecut, lihat bagaimana aku akan membalasmu besok, kemenanganmu sangat mustahil".

Chandra berjalan ke kamar Dhurdara, dia merasa canggung dan takut. Dhurdara memberikan sebuah Vastra dan memakaikannya ke Chandra. Dhuuur bilang "Aku membuat ini untukmu, aku tahu kau di sini untuk berbagi apa yang kau alami hari ini denganku dan aku tahu kau akan menjadi Raja secepatnya". Chandra bilang "Dhurdara, aku ke sini untuk alasan lain, aku mendapat pesan dari Chanakya dan ini untuk masa depan Maurya." Dhurdara tersenyum dan dia mengangguk, dia merebahkan kepalanya ke dada Chandra, Chandra mulai tegang dan merasa canggung sekali.

Dhuur memejamkan matanya, Chandra hendak menciumnya namun ia tidak bisa. Chandra berkata "Maaf, aku tidak bisa." Tiba-tiba dia teringat ucapan Nandini yang mengatakan bahwa dirinya tidak mempunyai kualitas sebagai seorang laki laki. Dhurdara terus tersenyum padanya. Chandra sangat marah dengan ingatannya, dia melihat tajam ke wajah Dhuuur, kemudian dia menggendongnya ke atas tempat tidur. Dia membelai wajah Dhuuuur, dan menggenggam erat tangan Dhuuur... dan terjadilah ........

Sementara di Magadh Nandini berjalan keluar dari tendanya dan melihat prajurit yang terluka, dia bertanya pada Vaidya "Apakah pasukan kita cukup baik untuk besok?" Vaidya menjawab "Ya, mereka akan baik baik saja."
Nandini mulai membantu mereka satu per satu.

Keesokan hari Chandra duduk di tepi tempat tidurnya. Dhuuur masuk ke dalam dan dia masih merasa canggung. Dhuuur berkata "Kau tahu kemenangan adalah milikmu, lihatlah aku sudah mempersiapkan perlengkapanmu".
Chandra berkata "Aku minta maaf untuk semalam, itu hanya untuuuuk.... " Dhuur tertawa dan berkata, "Kenapa kau sangat khawatir, santai saja, seperti yang kau ucapkan hubungan kita tidak akan pernah berubah, kita hanya memainkan bagian kita untuk masa depan seorang Raja dan Ratu, tapi beritahu aku kenapa kau terlihat sangat marah, siapa yang sudah menyakiti hatimu? Beritahu aku, apakah tentang pernikahan kita?" Chandra bilang "Tidak, itu hanya kebencianku terhadap orang lain dan api balas dendam dalam diriku." Dhuuuur berkata "Simpan kebencianmu pada orang itu, apa yang terpenting dari perangmu hari ini fokuslah untuk itu sekarang".

Perang dimulai, Chanakya mengibarkan bendera kuning. Chandra menyerukan prajuritnya sesuai petunjuk Chanakya. Chandra mengingat instruksi dari Chanakya dalam pikirannya dan melakukan itu. Prajurit Chandra menyerang seperti anak panah yang melesat dari busurnya, mereka menyerang bagian tengah dari pasukan musuh.
Padmanand, Amarthya dan Malyketu terkejut melihat serangan Chandra menyerang dengan sangat baik. Namun matahari kembali tenggelam, perang berhenti untuk hari ini. Chandra kembali dengan pasukannya. Tapi si licik Malyketu menghentikannya "Jangan berhenti menyerang, perang ini belum berakhir untukku".  Seorang prajurit mengingatkan dia tentang peraturan perang, tapi Maly malah menghajarnya.

Maly menyerang Chandra dari belakang, dia menebas bahu Chandra. Chandra berteriak kesakitan, kemudian Maly melukai lengan Chandra, Chandra pun jatuh dari kudanya. Helena meneriakkan nama Chandra dengan sangat keras dan dia segera berlari ke arahnya untuk menolong. Padmanand tersenyum senang.

Malyketu mendekati Chandra "Kau akan mati dan itu akan jadi kemenanganku, aku akan meninggalkanmu di sini agar kau mati dalam kesakitan." Helena menyuruh prajuritnya untuk mengangkat Chandra dan membawanya untuk mendapatkan bantuan medis. Malyketu berkata pada Helena "Helena, suamimu tidak akan mungkin melihat hari esok, terimalah tawaranku, kembalilah padaku dan menjadi Ratu Bharat." Helena berkata "Aku akan menjawab semuanya besok, kau benar benar pengkhianat." Helena meninggalkan Malyketu yang tersenyum licik.

No comments:

Post a Comment

Tata Tertib Berkomentar di Blog Ini:
-Dilarang promosi iklan
-Dilarang menyisipkan link aktif pada komentar
-Dilarang komentar yang berbau pornografi, unsur sara, dan perjudian