Thursday, August 17, 2017

Panduan Bagi Muslimah Sebelum ke Baitullah





Judul           : Rujukan Utama Haji dan Umrah untuk Wanita
Penulis        : Dr. Abiah Muhammad al-Kahlawi
Penerbit      : Zaman
Cetakan      : Pertama, 2015                                   
Tebal          : 553 Halaman
ISBN          : 978-6021-687-56-7

    Tidak sampai sebulan lagi semua umat Islam akan merayakan Hari Raya Haji. Semua umat Islam pasti punya keinginan dalam hatinya untuk menunaikaan ibadah haji ke Baitullah. Calon jamaah haji yang berkesempatan berangkat tahun ini tentu sudah harus bersiap-siap berangkat. Meskipun telah mendapatkan pembekalan mengenai pelaksanaan haji namun ada baiknya calon jamaah haji khususnya muslimah untuk membaca buku berjudul Rujukan Utama Haji dan Umrah untuk Wanita ini. Bagi muslimah yang belum pernah berhaji tentu menyimpan banyak pertanyaan seputar haji. Untuk itu buku ini bisa dijadikan panduan spiritual para muslimah dalam menunaikan ibadah Haji.
     Buku ini memberikan pengetahuan tentang haji dan umrah bagi muslimah yang tentunya penting sebagai bekal sebelum menjalankan ibadah haji dan umrah. Bagi umat Islam, ibadah haji seperti dengan jihad. Sebagaimana sabda Rasulullah saw pada istrinya Aisyah ra, “Kalian wajib berjihad tanpa harus berperang, yaitu dengan haji dan umrah”. (HR. Ahmad). Rasulullah saw juga pernah mengatakan bahwa mengerjakan ibadah haji dapat menghapus dosa bagai air yang bisa menghapus noda.
   Melalui buku ini penulis membahas secara lengkap mengenai bagaimana menjalankan kedua ibadah tersebut dengan tata cara yang benar. Secara istilah, haji berarti menyengaja pergi ke Baitullah pada waktu-waktu tertentu untuk memuliakan dan mengagungkan Allah. Ibadah haji mempunyai sejumlah amalan yang harus dilakukan juga pada saat-saat tertentu, yang semuanya tidak akan sah bila tidak dibarengi dengan niat dan keinginan yang kuat dalam pelaksanaannya. Sedangkan umrah hanya disunnahkan dilakukan sekali seumur hidup.
      Bagi muslimah ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menjalankan ibadah haji. Pertama, tanggung jawabnya sebagai seorang ibu. Perempuan yang mempunyai anak kecil yang tidak bisa ditinggal pergi tidak diwajibkan menunaikan haji. Kedua, tanggung jawabnya sebagai seorang istri. Jika suaminya sedang sakit maka ia tidak boleh meninggalkannya. Ketiga, tanggung jawabnya sebagai seorang anak. Jika orangtua sakit atau memerlukannya maka ia tidak boleh pergi berhaji. Keempat, tanggung jawab seorang muslimah pada dirinya sendiri. Maksudnya, ia harus mempunyai pendamping untuk membantunya (hal. 153).
      Penulis juga mengulas terkait boleh tidaknya seorang muslimah pergi haji tanpa izin suami. Menurut mazhab Hanafi dan Hambali serta al- Syafi’i, seorang suami tidak boleh melarang istrinya melakukan haji fardhu (haji pertama kali) jika memang istrinya sudah memenuhi syarat wajib haji. Melarang seseorang mengerjakan haji termasuk perbuatan dosa sebagaimana melarang melakukan shalat dan puasa (hal. 155).
    Berkaitan dengan rangkaian manasik haji juga ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seorang muslimah. Salah satunya tentang boleh tidaknya muslimah yang sedang haid atau nifas melakukan sa’i. Para fukaha berbeda pendapat akan hal ini. Menurut mazhab Hanafi dan Syafi’i, muslimah yang haid atau nifas tetap boleh bersa’i dengan alasan sa’i tidak dilakukan di area Baitullah yang mensyaratkan dalam keadaan suci saat memasukinya. Sementara menurut mazhab Hanbali dan Maliki juga berpandangan sama. Yang berbeda adalah menurut al-Hasan yang berpendapat bahwa muslimah harus dalam keadaan suci saat melakukan sa’i sebagaimana saat melakukan tawaf. Pendapat ini didasarkan pada sebuah riwayat dari Aisyah ra bahwa Rasulullah saw pernah bersabda padanya, “Kerjakanlah semua manasik yang juga dikerjakan jamaah haji. Tapi janganlah engkau tawaf di Baitullah dan sa’i antara Shafa dan Marwa sebelum engkau mandi terlebih dahulu”.
       Melalui buku ini penulis juga mengulas makna dan hikmah di balik manasik haji serta menginformasikan semua hal yang perlu muslimah lakukan untuk menjadi haji yang mabrur, termasuk doa-doa yang bersumber langsung dari Al-Quran dan sunnah. Buku ini juga menerangkan tentang sejarah dan rahasia Makkah Al-Mukarramah, Ka’bah Al-Musyarrafah, Masjidil Haram, dan sumur Zamzam. Buku ini sangat lengkap sebagai panduan untuk berhaji dan umrah bagi para muslimah. Ilustrasi dan gambar yang ada dalam buku ini juga akan memudahkan pembaca untuk memahaminya.

m

No comments:

Post a Comment

Tata Tertib Berkomentar di Blog Ini:
-Dilarang promosi iklan
-Dilarang menyisipkan link aktif pada komentar
-Dilarang komentar yang berbau pornografi, unsur sara, dan perjudian