Thursday, August 3, 2017

Sinopsis Nakusha (Laagi Tujhse Lagan) Episode 103




Episode dimulai dengan Naku yang berlari menuju kuil setelah para pandit asli memberitahunya kalau Tuan Dutta dalam bahaya. Saat berlari, di depan rumah ia bertabrakan dengan ayahnya. Naku memberitahu ayahnya bahwa Tuan Dutta dalam bahaya. Ganpat pun ikut berlari mengikuti Naku. Naku terus berlari dan Ganpat di belakangnya lari dengan terengah-engah. Ganpat melihat bajai dan menyuruhnya berhenti. Gnpat naik ke bajai dan meminta sopir mengejar Naku. Ganpat meminta Naku untuk masuk ke bajai. Ganpat dan Naku meminta sopir bajai untuk cepat karena Tuan Dutta dalam bahaya tapi bajai itu tetap melaju seperti siput. Akhirnya mereka sampai di kuil. Naku segera berlari menuju kuil.

Di kuil, pandit palsu mengambil prasad (persembahan) dan saat itulah ia menaruh racun pada prasad tersebut. Mereka membagikan prasad tersebut pada pengawal Dutta yang berjaga di luar. Tanpa curiga mereka memakan prasad tersebut dan jatuh entah pingsan atau mati.

Pandit palsu masuk kembali ke kuil dan menuangkan susu ke tangan Dutta. Naku tiba di kuil dan melihat Tuan Dutta akan meminum susu tersebut. Naku segera berlari dan mendorong tangan Dutta. Dutta terkejut dengan yang dilakukan Naku. Dutta bertanya apa yang kau lakukan. Naku mencoba menjelaskan bahwa para pandit itu palsu, musuhmu yang mengirim mereka untuk membunuhmu, mereka yang asli tadi pergi ke rumah untuk memberitahuku. Dutta merasa kaget tapi ia terlihat tidak yakin pada yang dikatakan Naku.

Kala berkata pada Naku bahwa beranianya dia menuduh mereka palsu. Pandit palsu mengatakan pada Naku bahwa dia telah berbuat dosa karena menuduhnya. Dutta akhirnya meminta orang yang menuangkan susu padanya tadi untuk meminum susu itu lebih dulu. Orang itu menolaknya dengan alasan bahwa pemujaan itu untuknya jadi Dutta yang harus minum duluan. Dutta menyuruhnya lagi untuk minum, tapi orang itu belum meminumnya. Dutta berteriak keras dan menyuruhnya untuk minum. Karena orang itu tidak mau minum maka Dutta menjatuhkan tempat susu itu dan melihat para pengawalnya sudah terjatuh tidak sadar. Dutta menyadari bahwa yang dikatakan Naku benar dan ia mulai mencari pistolnya. Dutta ingat bahwa ia memberikan pistolnya pada Baji. Akhirnya para pembantu Purohit palsu itu mengambil pistolnya dan menodongkannya di kepala Dutta. Semua orang kaget dan menyadari bahwa Naku benar.

Naku memohon agar mereka melepaskan suaminya dan mengambil nyawanya saja. Anak buah Ana bertanya pada Naku bahwa apa dia rela memberikan nyawanya untuk menyelamatkan Dutta. Naku mengangguk. Jadi dia adalah istrimu Dutta. Dia orang yang baik, dia memang sedikit gelap tapi dia baik. Dutta meminta Naku untuk diam dan meminta orang-orang Ana untuk meninggalkan keluarganya. Anak buah Ana mengatakan bahwa dia tidak punya urusan dengan keluarganya, Ana hanya menyuruh mereka untuk membawa Dutta hidup-hidup tapi kalau keluargamu ada yang mencoba menghalangi kami pergi maka kami  akan membunuhnya.

Di luar kuil, Ganpat yang sedang berdiri bertemu dengan Baji dan memberitahunya bahwa Tuan Dutta dalam bahaya. Baji, Ganpat, dan para pengawal yang bersama Baji pergi masuk ke kuil dan melihat orang-orang telah menodongkan pistol pada Dutta.



k


No comments:

Post a Comment

Tata Tertib Berkomentar di Blog Ini:
-Dilarang promosi iklan
-Dilarang menyisipkan link aktif pada komentar
-Dilarang komentar yang berbau pornografi, unsur sara, dan perjudian